• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»Marsudi Syuhud: Penyesuaian harga BBM guna kemaslahatan rakyat

Marsudi Syuhud: Penyesuaian harga BBM guna kemaslahatan rakyat

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 2 September 2022

Marsudi Syuhud: Penyesuaian harga BBM guna kemaslahatan rakyat

Akademisi Universitas Negeri Semarang yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Syuhud menilai rencana pemerintah melakukan penyesuaian harga bbm merupakan langkah yang diambil untuk tujuan kemaslahatan dan kebaikan bagi rakyat. Langkah ini melihat bahwa bbm bersubsidi yang penggunaannya masih banyak dinikmati oleh kalangan mampu. Hal tersebut dikatakannya di CNBC Indonesia dalam program profit.

“Penyesuaian harga BBM mewakili dua aspek, yakni untuk kebaikan masyarakat dan negara, sehingga sasaran dari penyesuaian harga BBM adalah kemaslahatan dan kebaikan bagi rakyat, terutama yang paling membutuhkan, Sehingga, kondisi bahwa BBM bersubsidi masih banyak digunakan oleh konsumen yang tidak berhak, dapat dihindarkan, dan sesuai ajaran agama Islam, yaitu mengutamakan kemaslahatan rakyat banyak” kata Marsudi dalam cipta opini dengan tema “Menakar Efek Domino Penyesuaian Harga BBM”, ujar Marsudi.

Lebih lanjut Marsudi mengatakan bahwa Keputusan yang diambil pemerintah merupakan pilihan terbaik yang diambil untuk tetap menjaga kestabilan dan kemaslahatan bangsa ditengah kondisi ekonomi global yang saat ini tengah mengalami turbulensi. Adanya pandemi Covid-19 dan krisis global menyebabkan harga minyak dunia juga meningkat. Hal ini berimbas pada kenaikan harga minyak di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah mengambil kebijakan untuk mengalihkan subsidi sebagai plihan yang terbaik.

“Ketika subsidi BBM dinikmati oleh kelompok orang yang mampu, sementara di sisi lain ada masyarakat kurang mampu yang semakin terdampak oleh krisis global, tentu pemimpin harus memprioritaskan menolong masyarakat kurang mampu yang membutuhkan, yaitu dengan memindahkan kebijakan yang maslahat kepada kebijakan yang lebih maslahat adalah intinya” tambah Marsudi.

Marsudi berpandangan Inti dari ekonomi Pancasila adalah kemaslahatan. Dalam membangun sebuah negara merupakan suatu keharusan dan kewajiban, baik dalam membangun infrastruktur maupun membangun kemaslahatan bangsa. Ketika membangun untuk kemaslahatan bangsa, pemimpin dihadapkan pada berbagai pilihan-pilihan sehingga mendorong pemimpin tersebut untuk mengambil pilihan yang terbaik.

“Dengan adanya pandemi Covid-19 dan krisis global, harga minyak dunia meningkat. Hal ini menyebabkan harga minyak di Indonesia juga meningkat. Maka jika pemerintah mengambil kebijakan untuk mengalihkan subsidi, itulah yang terbaik. Inti dari ekonomi Pancasila adalah kemaslahatan.”ujarnya.

Marsudi juga memandang bahwa Prinsip dari keadilan tidak harus sama, namun terkait kemaslahatan umat, dapat dikatakan adil Ketika subsidi diberikan hanya kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah juga akan memperkuat fungsi pengawasan terkait skala prioritas dalam pemberian subsidi agar tepat sasaran dan terhindar dari bentuk-bentuk praktik korupsi oleh oknum tertentu. Hal itu disebabkan oleh karena hingga saat ini masih terjadi ketidaksinkronan antara data di pusat dengan di daerah sehingga perlu dilakukan ekstra pengawasan dan pengawalan distribusi bantuan sosial pemerintah agar benar-benar tepat sasaran.

“Perlu dilakukan pengawasan dan pengawalan distribusi bantuan sosial pemerintah agar benar-benar tepat sasaran. Menjaga termasuk menyatukan dua kepentingan atau kemaslahatan, yaitu kemaslahatan umum untuk publik dan kemaslahatan khusus untuk keinginan public policy pemerintah”, tambahnya.

Sebagai penutup Ia mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara Pancasila, oleh karenanya pemerintah perlu masuk pada kepentingan publik yang lebih rentan pada persoalan-persoalan basic need.

“Ketika ingin negara kuat, seluruh elemen masyarakat perlu bersatu dan harus memahami permasalahan sehingga dapat melalui masalah bersama-sama”, tutup Marsudi.

Ikhtiar Negara Menyambut Puncak Ibadah Haji

May 25, 2026

Pemerintah Hadirkan Tata Kelola Haji yang Lebih Modern dan Humanis

May 25, 2026

Ikhtiar Negara Menyambut Puncak Ibadah Haji

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Ikhtiar Negara Menyambut Puncak Ibadah Haji Oleh : Abdul Karim Penyelenggaraan ibadah haji bukan semata…

Pemerintah Hadirkan Tata Kelola Haji yang Lebih Modern dan Humanis

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Pemerintah Hadirkan Tata Kelola Haji yang Lebih Modern dan Humanis Oleh : Ilham Maulana Penyelenggaraan…

Pemerintah Pastikan Haji 2026 Berjalan Aman dan Lancar Jelang Puncak Armuzna

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Pemerintah Pastikan Haji 2026 Berjalan Aman dan Lancar Jelang Puncak Armuzna Jakarta – Pemerintah memastikan…

Pemerintah Tingkatkan Pelayanan dan Mitigasi Jelang Puncak Ibadah Haji 2026

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Pemerintah Tingkatkan Pelayanan dan Mitigasi Jelang Puncak Ibadah Haji 2026 Mekkah – Pemerintah melalui Kementerian…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.