• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mantab Cucu Pendiri Gontor, Husnan Bey Fananie Menang Penghargaan Azerbaijan Award 2019

Mantab Cucu Pendiri Gontor, Husnan Bey Fananie Menang Penghargaan Azerbaijan Award 2019

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 4 February 2020

Pada hari Senin, di suatu musim dingin di Kota Baku, tepatnya di Boulevard Hotel tanggal 3 Februari 2020 lalu, Dubes Indonesia untuk Azerbaijan, Profl. Dr. H. Husnan Bey Fananie, Ma., mendapatkan penghargaan dari Azerbaijan Best Award 2019.

Penghargaan yang ia raih, merupakan hasil keaktifannya dan Kedutaan Besar yang ia pimpin dalam dalam pengembangan kerjasama Azerbaijan-Indonesia di bidang Peradaban, Seni Budaya, Ekonomi dan Sosial.

“Saya berterima kasih atas penghargaan yang kami dapatkan dari Azerbaijan Best Award ini, merupakan sebuah kehormatan bagi kami dari saudara-saudara kami di Azerbaijan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Husnan juga mengharapkan, bahwa kedepannya akan selalu menjalin kerjasama dan kolaborasi antara kedua Negara.

“Semoga ke depannya, kami, sebagai tulang punggung bangsa Indonesia di Azerbaijan dapat terus meningkatkan kerja kami, semakin banyak kerjasama dan kolaborasi di berbagai bidang dan semakin erat tali persaudaraan masyarakat Indonesia dengan Azerbaijan, penghargaan ini kami persembahkan untuk tanah air.”

Pada tahun 2018, Dubes Indonesia untuk Azerbaijan juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Ambassador of the Year dari Friend of Press Azerbaijan dan penghargaan dari salah satu saluran televisi lokal Azerbaijan, Lider TV, sebagai Duta Besar Paling Aktif di Azerbaijan dan pada 2017.

Program-program KBRI Baku selama ini terus memperkenalkan budaya dan potensi kerjaasama di bidang ekonomi dan pendidikan antara Indonesia dan Azerbaijan, setiap tahunnya ada banyak peningkatan di berbagai bidang.

Masyarakat Azerbaijan pun semakin mengenal Indonesia, sebagai saudara negara Muslim bagi mereka. Program tahunan terbesar dari KBRI Baku adalah Indonesian Cultural and Economic Festival, merupakan sebuah kesempatan bagi pengusaha, akademisi dan seniman Indonesia untuk tampil dan memperkenalkan produk juga seni budaya Indonesia. Kegiatan ini yang diselenggarakan kembali pada September 2020 yang akan datang.

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.