• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Makan Bergizi Gratis Hidupkan Perekonomian Rakyat

Makan Bergizi Gratis Hidupkan Perekonomian Rakyat

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 19 January 2025

Jakarta – Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, Pemerintah Indonesia meluncurkan program inovatif yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan dorongan besar bagi perekonomian lokal. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat mengatasi masalah ketahanan pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat dan menghidupkan ekonomi rakyat di seluruh pelosok Indonesia.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tanggapan yang positif terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah mulai dilaksanakan. Luhut menyatakan program ini telah memberikan dampak yang signifikan, baik dari segi sosial maupun ekonomi.

Selain memberikan manfaat langsung kepada anak-anak, Luhut juga menilai program ini memberikan dampak positif di tingkat desa.

“Uang yang berputar di desa jadi banyak. Ada kegiatan ekonomi. Orang mulai jual sayur dan makanan lainnya. Ini baru satu minggu,” tambah Luhut.

Program MBG dirancang untuk memberikan manfaat ganda. Pertama, memberikan masyarakat akses yang lebih baik terhadap makanan bergizi dan sehat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Kedua, dengan melibatkan petani dan pelaku ekonomi lokal dalam distribusi dan penyediaan bahan makanan, program ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian daerah dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani serta pelaku usaha mikro dan kecil.

Salah satu aspek yang paling menonjol dari Program MBG adalah kontribusinya terhadap perekonomian lokal. Melalui program ini, pemerintah berkomitmen untuk bekerja sama dengan petani, nelayan, dan produsen lokal untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan makanan yang bergizi.

Produk-produk pertanian lokal, seperti beras, sayuran, buah-buahan, ikan, dan daging, akan diprioritaskan dalam program ini. Dengan demikian, petani lokal tidak hanya mendapatkan pasar yang lebih luas, tetapi juga mendapatkan pendapatan yang lebih stabil. Hal ini akan memperkuat ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Arief Anshory Yusuf mengatakan program MBG membantu meringankan beban konsumsi rumah tangga.

“Satu anak dapat Rp 10 ribu, kalau satu keluarga punya dua anak, berarti Rp 20 ribu per hari, jadi Rp 400 ribu sebulan. Itu hampir setara dengan garis kemiskinan,” kata Arief.

Arief menambahkan dampak positif program ini tidak hanya terasa dalam waktu dekat, tetapi juga akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat dalam jangka menengah.

“Rp 400 ribu itu cukup besar dan bisa membantu keluarga yang kesulitan,” tambahnya.

Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas 

September 26, 2026

Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa

September 26, 2026

Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas 

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Oleh: Markus Wenda Pembangunan ekonomi Papua memasuki fase yang semakin menjanjikan ketika penguatan ekonomi masyarakat mulai diarahkan hingga tingkat kampung. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu langkah strategis untuk mendekatkan pusat-pusat kegiatan ekonomi kepada masyarakat. Bagi Papua, koperasi bukan sekadar bangunan, gerai, atau tempat transaksi, melainkan dapat menjadi wadah bersama untuk mengembangkan potensi lokal, memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi warga kampung. Perkembangan KDMP di Papua Tengah menunjukkan bahwa arah tersebut mulai diwujudkan secara bertahap. Enam gerai KDMP di Kabupaten Nabire dan Mimika telah selesai dibangun, terdiri atas empat titik di Nabire dan dua titik di Mimika. Di Nabire, tiga titik lainnya juga telah mencapai progres pembangunan lebih dari 95 persen. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur ekonomi masyarakat terus bergerak dengan memperhatikan kondisi dan kesiapan masing-masing wilayah. Bagi masyarakat Papua, hadirnya infrastruktur ekonomi hingga kampung memiliki arti penting. Selama ini, tantangan geografis menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam distribusi barang dan pengembangan usaha masyarakat. Dengan adanya KDMP yang ditempatkan secara tepat, masyarakat memiliki peluang memperoleh akses terhadap kebutuhan dan layanan ekonomi dengan lebih dekat. Pada saat yang sama, koperasi dapat menjadi pintu masuk bagi produk masyarakat agar memiliki jalur pemasaran yang lebih terorganisasi. Kepala Seksi Teritorial Korem 173/PVB Kolonel Inf. Fajar Wibawa Angkasa menjelaskan bahwa pengembangan KDMP di Papua Tengah dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan wilayah. Empat calon titik baru di Nabire dan tiga titik di Mimika telah masuk dalam pendataan. Ketersediaan lahan, kondisi kependudukan, serta dukungan infrastruktur dasar menjadi bagian dari pertimbangan sebelum pembangunan dilanjutkan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan koperasi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Konsep satu desa satu KDMP juga memiliki peluang besar untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat apabila diterapkan dengan memperhatikan karakter masing-masing kampung. Fajar menyampaikan bahwa kondisi jumlah penduduk menjadi salah satu pertimbangan penting, termasuk kebutuhan minimal sekitar 500 kepala keluarga pada calon wilayah prioritas. Ketersediaan lahan sekurang-kurangnya 600 meter persegi dan dukungan listrik 5.500 watt juga menjadi bagian dari persyaratan teknis. Dengan perencanaan seperti itu, pembangunan koperasi diharapkan benar-benar memiliki basis masyarakat yang dapat menggerakkan aktivitas usaha. Kekuatan utama Kopdes Papua sesungguhnya berada pada potensi ekonomi lokal. Papua memiliki kekayaan sumber daya dan produk masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pangan lokal, hingga berbagai produk kerajinan dapat memperoleh ruang pemasaran yang lebih luas melalui koperasi. Jika dikelola secara profesional, KDMP dapat berperan sebagai penghubung antara produsen di kampung dengan pasar yang lebih besar.…

Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Oleh: Salih Naga…

Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Oleh : Achmad Baskoro Penyaluran…

Dari Pesantren Alumni Gontor untuk Ibu Kota: UDN Luluskan 213 Wisudawan, Rawat Jejak Pendidikan Pesantren di Kota Metropolitan

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Universitas Darunnajah (UDN) resmi melepas 213 wisudawan program sarjana dalam Sidang Terbuka Wisuda yang berlangsung…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.