• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Mahasiswa Dinilai Perlu Jaga Demokrasi Dinamis di Era Digital

Mahasiswa Dinilai Perlu Jaga Demokrasi Dinamis di Era Digital

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 21 July 2026

Mahasiswa Dinilai Perlu Jaga Demokrasi Dinamis di Era Digital

Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga serta memperkuat demokrasi Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Nezar menilai mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki posisi strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Dengan kemampuan berpikir kritis serta pemanfaatan teknologi secara bijak, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya ruang digital yang lebih sehat, inklusif, dan produktif bagi kehidupan demokrasi Indonesia.

“Hari-hari ini teknologi itu memberikan banyak hal kepada kita yang memperluas demokrasi, tapi juga dia bisa memperlebar konflik,” ujarnya di Jakarta Selatan.

 

Nezar menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membuka ruang partisipasi publik yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya. Berbagai platform media sosial memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi secara cepat dan terbuka.

 

Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat tantangan besar berupa penyebaran informasi yang tidak benar, meningkatnya polarisasi, hingga terbentuknya echo chamber akibat algoritma media sosial.

 

“Kita melihat media sosial punya potensi untuk membuat polarisasi, disinformasi, mempertajam politik identitas, dan menjadi echo chamber di mana sebetulnya apa yang kita teriakkan itu bergema kembali memantul ke kita sendiri karena algoritma memang membuatnya demikian,” jelasnya.

 

Menurut Nezar, tantangan demokrasi semakin kompleks ketika masyarakat memasuki era post-truth, yaitu kondisi ketika sentimen lebih dominan dibandingkan fakta dalam memengaruhi opini publik.

 

“Informasi yang muncul di media sosial itu tidak penting benar atau salah, tapi Anda suka atau tidak suka, Anda punya sentimen atau tidak. Jadi, yang digerakkan adalah sentimen, bukan fakta,” katanya.

 

Meski demikian, Nezar optimistis masa depan demokrasi Indonesia tetap memiliki fondasi yang kuat. Ia menilai sebagian besar penduduk Indonesia merupakan generasi yang tumbuh dalam suasana demokrasi sehingga memiliki pengalaman langsung mengenai pentingnya kebebasan dan partisipasi politik.

 

“Usia antara 15 sampai dengan 55 tahun, lapisan muda dan produktif masyarakat Indonesia, mencapai hampir 60 persen. Ini adalah generasi yang menikmati kebebasan demokrasi, yang menginternalisasi soal kebebasan ini, dan menjadi referensi dalam setiap tindakan-tindakan politiknya,” ujarnya.

 

Semangat tersebut sejalan dengan berbagai upaya edukasi demokrasi yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Anggota KPU Provinsi Bali, Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, menilai pentingnya menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini kepada generasi muda, termasuk mahasiswa dan pemilih pemula.

 

“Gunakanlah hak tersebut sebaik-baiknya, karena kitalah yang memegang kendali penuh atas masa depan,” ujar Agung.

 

[w.R]

Demo Mahasiswa Harus Menjaga Marwah Kritik, Bukan Menjadi Ruang Provokasi

August 20, 2026

Pemerintah Buka Ruang Kritik, Demo Mahasiswa Jangan Dipelintir Disinformasi

August 20, 2026

Demo Mahasiswa Harus Menjaga Marwah Kritik, Bukan Menjadi Ruang Provokasi

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Demo Mahasiswa Harus Menjaga Marwah Kritik, Bukan Menjadi Ruang Provokasi Oleh: Septian Bimantara Penyampaian pendapat…

Pemerintah Buka Ruang Kritik, Demo Mahasiswa Jangan Dipelintir Disinformasi

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Pemerintah Buka Ruang Kritik, Demo Mahasiswa Jangan Dipelintir Disinformasi Jakarta – Ruang penyampaian kritik dan…

Ruang Digital Sehat Didorong untuk Cegah Provokasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Ruang Digital Sehat Didorong untuk Cegah Provokasi Demo Mahasiswa Jakarta – Masyarakat didorong menjaga ruang…

Elemen Masyarakat Kecam Kekerasan OPM dan Dukung Ketegasan Apkam

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Elemen Masyarakat Kecam Kekerasan OPM dan Dukung Ketegasan Apkam Oleh : David Rumbiak Kekerasan yang…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.