• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mahasiswa Berperan Penting Tangkal Radikalisme

Mahasiswa Berperan Penting Tangkal Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 17 December 2021

Mahasiswa Berperan Penting Tangkal Radikalisme

Oleh : Abdul Karim

Mahasiswa memiliki peran penting untuk menangkal radikalisme. Dengan keterlibatan mahasiswa, maka penyebaran radikalisme dapat ditekan secara maksimal.

Mahasiswa adalah agent of change yang diharap bisa membuat perubahan ke arah yang positif. Gerakan mahasiswa sudah dikenal sejak era orde lama, bahkan di masa perang kemerdekaan. Para mahasiswa juga berperan penting di era reformasi dengan berdemo dan mengganti orde baru menjadi orde reformasi.

Di masa sekarang, peran mahasiswa menjadi lebih penting lagi. Mereka tidak hanya pergi ke kampus untuk belajar, tetapi juga belajar berorganisasi dan bekerja sosial, juga mendukung program-program pemerintah. Salah satu misi penting mahasiswa adalah menangkal radikalisme agar tidak meluas di Indonesia, karena paham itu bisa menggerogoti negara dari dalam.

Muryanto Amir, Rektor Universitas Sumatera Utara mengajak para mahasiswa untuk menangkal radikalisme, terutama di lingkungan kampus. Peran serta mahasiswa sangat penting dalam menangkal radikalisme. Posisi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi rawan terkena radikalisme, karena sedang mencari jati diri.
Oleh karena itu Muryanto Amir mendukung moderasi beragama digaungkan di kampus untuk menangkal radikalisme. Dengan moderasi beragama maka akan mencegah ekstrimisme yang berujung pada radikalisme dan terorisme. Mahasiswa juga bisa turut mempromosikan moderasi beragama sebagai cara untuk menangkal radikalisme.
Peran mahasiswa dalam menangkal radikalisme bisa dilakukan dengan beberapa cara. Pertama dengan mengamati lingkungan sekitarnya. Jangan remehkan pengamatan karena jika jeli, sang mahasiswa bisa mencegah teman sekelas atau sekosnya untuk terseret arus radikalisme, karena rata-rata yang direkrut adalah yang tampak kesepian.
Mahasiswa juga bisa mengamati di lingkungan kampus, apakah gedung unit kegiatan mahasiswa benar-benar digunakan untuk belajar berorganisasi atau malah disalahgunakan jadi ajang penyebaran radikalisme? Penyebabnya karena bisa jadi ada salah satu anggota kelompok radikal yang menyusup lalu berpromosi di sana. Jika memang ada, maka bisa dilaporkan agar ada peneguran keras dari pihak kampus.
Laporan mahasiswa ini amat penting karena bisa jadi yang menyusup ke ruangan unit kegiatan mahasiswa adalah buronan teroris yang menyamar. Jika ia terciduk maka bisa dilanjutkan ke pihak kepolisian dan ada proses hukum yang berlaku. Oleh karena itu mahasiswa tidak boleh cuek-bebek, melainkan harus teliti di manapun ia berada.
Peran lain mahasiswa dalam menangani radikalisme bisa dilakukan di media sosial. Misalnya jika ada akun instagram atau facebook yang ternyata bermuatan radikal, bisa langsung dilaporkan agar akunnya ditutup paksa oleh pihak mengelola media sosial tersebut. Dengan begitu ia juga mencegah agar tidak ada lagi orang yang tercemari oleh radikalisme di dunia maya.
Sebaliknya, mahasiswa bisa men-share atau memviralkan berita positif untuk menangkal radikalisme. Misalnya berita tentang pengenalan moderasi beragama, saling toleransi, menghargai, dan tepo seliro, dll. Dengan begitu maka netizen akan membaca berita tersebut dan sadar bahwa perdamaian lebih penting daripada pepecahan yang dibawa oleh radikalisme.
Mahasiswa juga selalu mempromosikan di lingkungan kampus dan keluarganya bahwa radikalisme sangat berbahaya. Negeri khilafah hanya khayalan di siang bolong karena tidak cocok jika diberlakukan di Indonesia yang masyarakatnya majemuk.
Mahasiswa bisa berperan penting dalam menangkal radikalisme, baik di kampus maupun di lingkungan lain. Ia adalah agen perubahan, oleh sebab itu tidak boleh cuek, tetapi berusaha agar teliti dan turut memberantas radikalisme, meski di lingkungan terkecil sekalipun. Radikalisme harus dihapuskan di Indonesia agar tidak menghancurkan negara ini.
)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

August 15, 2026

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

August 15, 2026

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara Oleh : Antonius Utomo Kehadiran Badan Pengelola…

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya…

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.