• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Lindungi Generasi Muda dari Radikalisme

Lindungi Generasi Muda dari Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 4 January 2023

Lindungi Generasi Muda dari Radikalisme

Oleh : Alif Fikri

Paham Radikal rupanya masih menjadi ancaman nyata pada saat ini. Paham tersebut juga menyasar generasi muda yang masih labil secara emosi, sehingga generasi muda harus mendapatkan perlindungan agar tidak terpapar oleh radikalisme.

Penguatan narasi kebangsaan, kedamaian dan keagamaan yang benar harus terus diberikan kepada anak muda agar mereka memiliki imunitas dan kemampuan melawan paham-paham kekerasan tersebut.

Karena itu keberadaan duta damai dunia maya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadi solusi dalam menyebarkan pesan-pesan persatuan, perdamaian, toleransi dalam rangka mencegah anak muda terpapar radikalisme.

Pakar Terorisme Huda Ismail memiliki kepedulian terhadap upaya kontranarasi terhadap paham radikal yang menyasar generasi muda.

Kerja-kerja narasi super penting seperi membuat konten yang terkait dengan anak muda merupakan hal yang harus dilakukan untuk meng-counter fenomena pemaparan paham radikal.

Noor Huda sendiri merupakan orang yang berada di balik layar pembuatan konten-konten terkait terorisme melalui buku dan film pendek.

Beberapa film pendeknya adalah Jihad Selfie, Cross Fire dan Kecewa Karena Bapak Menjadi Teroris yang disaksikan para duta damai dunia maya BNPT.

Dalam film-filmnya, ia melibatkan langsung para pelaku aksi terorisme. Salah satunya Munir Kartono di film Kecewa Karena Bapak Menjadi Teroris. Munir pernah empat tahun hidup di penjara akibat terlibat pendanaan terorisme kasus Bom Mapolres Surakarta.
Noor Huda mengaku sengaja melibatkan pelaku terorisme agar film-film realitable dari pengakuan pelaku sehingga orang akan lebih percaya. Apalagi mereka pernah menjadi bagian dari kelompok teroris. Mereka telah mengetahui bahwa dirinya telah dibohongi oleh kelompok lama, sehingga mereka mempunyai emergi untuk melawan narasi-narasi lama mereka.
Dari film-film tersebut diketahui bahwa virus radikalisme dan terorisme merasuki seseorang tidak hanya dari jalur agama, tetapi bisa dari masalah sosial lain. Contohnya Munor Kartono, ia teradikalisasi berawal dari masalah keluarga yang tidak terselesaikan, sehingga mencari jalan keluar di luar rumah. Dari situlah dirinya bertemu dengan tokoh yang terafilisasi dengan ISIS yang ada di Indonesia, Bahrun Naim. Bahkan Munir dan Bahrun Naim membicarakan rencana aksi terorisme sambil bermain biliar.
Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak cara pintu untuk masuk ke menyebarkan paham radikal, tak melulu pengajian, bahkan dari aktivitas main biliar saja seseorang bisa menyebarkan paham radikal.
Sementara itu, Munir Kartono juga memaparkan pengalamannya tentang proses radikalisasi yang dialami. Menurutnya, proses itu begitu panjang berawal dari permasalahan keluarga yang berlarut-larut dan memancingnya memancingnya mencari identitas di luar rumah, bahkan di jalanan, sampai akhirnya ia teradikalisasi.
Itu semua terjadi di luar rumah, lewat pergaulan. Kemudian dirinya juga menemukan jaringan teroris semua di luar rumah.
Saat kali pertama mencari identitas di luar rumah, Munir menuturkan bahwa dirinya bertemu dengan anak-anak punk. Namun anak-anak punk ini tidak seperti kebanyakan yang hobinya main musik dengan dandanan dekil. Mereka membuat lapak-lapak perpustakaan jalanan gratis. Bacaan-bacaan itu menarik bentuk-bentuk perlawanan terhadap idealisme feodal, bentuk-bentuk nilai-nilai kolot, termasuk tidak sesuai dengan negara Indonesia.
Hingga pada akhirnya Munir bergabung dengan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) dan bertemu dengan Bahrun Naim yang kebetulan seusia, seprofesi dan memiliki kesamaan hoby yakni mengelola warnet. Dirinya mengaku akan datang ke Solo, main biliar bersamanya sampai akhirnya mencari uang untuk kelompok-kelompok teroris.
Munir mencari pendanaan teror dengan cara membobol Paypal. Dari situlah dana dialirkan ke crypto currency berupa Bitcoin. Pada 2012 kebetulan grafik Bitcoin sedang meningkat tajam.
Dari dana yang dibelikan Bitcoin, saat dijual selisih nilainya sangat tinggi. Dana itulah yang kemudian dialirkan ke Bahrun Naim, yang kemudian disebarkan ke mana-mana seperti pemberangkatan orang-orang ke Suriah, melakukan aksi bom di Indonesia, termasuk pembiayaan kepada keluarga yang melakukan teror bom.
Saat ini, Munir telah mengakui bahwa dirinya sudah sembuh total setelah menjalani hukuman selama empat tahun di Lapas Purwakarta dan Lapas Khusus Sentul. Ia menceritakan prosesnya saat ia berikrar setia kembali ke NKRI di Lapas Purwakarta. Setelah itu, ia mengajukan diri untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut di Pusat Deradikalisasi (Pusderad) BNPT di Sentul.
Dirinya juga menilai bahwa potensi kerentanan radikalisasi terbesar ada pada anak muda mulai dari generasi milenial sampai generasi Z. Apalagi permasalahannya tidak melulu ideologi, tapi bisa dari masalah kecil yang tidak terselesaikan.
Sehingga generasi muda harus mendapatkan perlindungan agar mereka tidak menjadi agen paham radikal. Duta Damai yang diisi oleh generasi muda harus mampu membuat terobosan dalam menyebarkan konten perdamaian dan persatuan.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.