Hukum & Kriminal

Kutuk Kelompok Separatis Penembak Mati Serda Miskel, Pangdam XVIII/Kasuari: Kami Kehilangan Satu Putra Asli Papua

Kutuk Kelompok Separatis Penembak Mati Serda Miskel, Pangdam XVIII/Kasuari: Kami Kehilangan Satu Putra Asli Papua

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengutuk penyerangan yang diduga dilakukan oleh kelompok separatis terhadap lima prajurit TNI di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat pada Kamis (20/1/2022) kemarin. Atas penyerangan tersebut, seorang prajurit Sersan Dua Miskel Rumbiak Saereri gugur pasca terkena tembakan.

“Pangdam juga menyampaikan bahwa dirinya mengutuk keras pelaku penyerangan lima prajurit TNI saat melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat,” kata Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Arm Hendra Pesireron mengutip pernyataan Pangdam, Jumat (21/1/2022).

Share
Published by
Kata Indonesia

Terpopuler

Kesehatan Berkualitas Generasi Muda dalam Penguatan Program CKG

Kesehatan Berkualitas Generasi Muda dalam Penguatan Program CKG Oleh : Debby Andini Kesehatan generasi muda…

6 hours ago

CKG Pastikan Kesehatan Anak dan Pelajar Berkualitas

CKG Pastikan Kesehatan Anak dan Pelajar Berkualitas Pontianak — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus…

6 hours ago

CKG Perkuat Kualitas Kesehatan Anak dan Pelajar di Daerah

CKG Perkuat Kualitas Kesehatan Anak dan Pelajar di Daerah Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah…

7 hours ago

Dari Antisipasi ke Aksi: Strategi Nasional Pengendalian Karhutla

Dari Antisipasi ke Aksi: Strategi Nasional Pengendalian Karhutla Oleh: Bara Winatha Pengendalian kebakaran hutan dan…

7 hours ago

Kolaborasi Nasional dalam Pengendalian Karhutla Berkelanjutan

Kolaborasi Nasional dalam Pengendalian Karhutla Berkelanjutan Oleh : Andika Pratama Kolaborasi nasional dalam pengendalian kebakaran…

8 hours ago

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Pencegahan Dini Diutamakan

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Pencegahan Dini Diutamakan Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memperketat langkah…

9 hours ago