• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Kunjungan Paus Fransiskus dan Pelayanan WNI ke Timor Leste Dipastikan Aman dan Lancar

Kunjungan Paus Fransiskus dan Pelayanan WNI ke Timor Leste Dipastikan Aman dan Lancar

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 30 August 2024

Kunjungan Paus Fransiskus dan Pelayanan WNI ke Timor Leste Dipastikan Aman dan Lancar

Jakarta – Kunjungan Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Dunia ke Indonesia dipastikan akan berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Tahta Suci Vatikan, Michael Trias Kuscahyanto.

Menurut Michael Trias, KBRI Vatikan mengambil peran dalam koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah Indonesia dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

“Kami di sini memang tidak mengambil peran yang besar, tetapi kami berupaya mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin, termasuk menyampaikan informasi kepada pemerintah Indonesia dan KWI,” tambahnya.

Lebih lanjut, Michael Trias mengungkapkan bahwa persiapan yang telah dilakukan melibatkan banyak pihak, termasuk konsultasi intensif dengan Vatikan, panitia acara, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI).

“Kami terus berkoordinasi dengan Vatikan dan pihak-pihak terkait di Jakarta. Salah satu persiapan yang sangat penting adalah pengurusan visa bagi mereka yang akan satu pesawat dengan Paus, termasuk 7-9 wartawan yang akan meliput kunjungan ini,” jelasnya.

Sementara itu, sebagai bagian dari persiapan menjelang kunjungan Paus Fransiskus ke Dili, Timor Leste, Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi. Rapat ini membahas progres akhir tindak lanjut persiapan dan kesiapan pelayanan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan melintas dari Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Dili, Timor Leste.

Brigjen TNI Kun Wardana, Sekretaris Deputi VI/Kesatuan Bangsa, menyampaikan bahwa Rakor ini bertujuan memastikan tindak lanjut hasil koordinasi dan persiapan pelayanan bagi WNI yang akan mengikuti misa yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Dili.

“Dengan keterbatasan waktu, kita harus bergerak cepat memastikan kesiapan di lapangan. Pelayanan WNI adalah wujud dari hadirnya negara,” kata Kun Wardana.

Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia merupakan momen bersejarah, tidak hanya bagi umat Katolik tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Kunjungan ini diharapkan dapat membawa pesan damai dan memperkuat persatuan serta harmoni antarumat beragama di Indonesia. (*)

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.