• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»KTT G20 Menjadi Katalis Transformasi Ekonomi Indonesia

KTT G20 Menjadi Katalis Transformasi Ekonomi Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 3 March 2022

KTT G20 Menjadi Katalis Transformasi Ekonomi Indonesia

Oleh : Dian Ahadi

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 membawa banyak keuntungan bagi Indonesia, terutama di bidang ekonomi. Akan ada transformasi ekonomi yang bisa menyembuhkan dampak pandemi.

Selain itu, akan ada berbagai kerja sama yang saling menguntungkan, sehingga terjalin hubungan yang baik antar anggota G20.

Indonesia mendapat kehormatan besar ketika ditunjuk menjadi presidensi G20 dan otomatis menjadi tuan rumah. Gelaran KTT G20 akan diadakan di Nusa Dua, Bali. Walau diselenggarakan di masa pandemi, tetapi event ini akan tetap digelar.

Justru dengan adanya acara ini akan mengatasi berbagai dampak pandemi bersama-sama, sesuai dengan temanya: recover together, recover stronger.

KTT G20 akan menjadi katalis transformasi ekonomi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Penyebabnya karena ada banyak delegasi negara lain yang datang dan melihat langsung situasi Indonesia yang kondusif, ditambah lagi dengan UU Omnibus Law dengan klaster investasi, sehingga akan ada banyak kerja sama penanaman modal. Dengan begitu maka kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan yang sama.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams, menyatakan dukungannya untuk program-program Indonesia yang akan dipaparkan di ajang KTT G20. Di antaranya perkenalan energi baru terbarukan, transformasi ekonomi digital, dll. Australia siap mensupport karena hubungan persahabatan kedua negara begitu erat.
KTT G20 menjadi katalis transformasi ekonomi karena memperkenalkan sumber energi baru terbarukan, yakni tenaga surya, bayu (angin), biofuel, listrik, dll. Dengan begitu, tidak akan bergantung pada batu bara yang terbuat dari fosil, karena stoknya juga terbatas. Selain lebih ramah lingkungan, energi baru terbarukan juga lebih bernilai ekonomi, apalagi untuk mendapatkannya tidak perlu menggali seperti saat mencari batu bara.
Energi baru terbarukan bisa menjadi sumber perekonomian yang baru, karena sangat potensial. Jika di negara peserta G20 tidak ada tempat atau sumber daya alamnya, maka bisa dilakukan di Indonesia dengan sistem kerja sama alias investasi. Dengan begitu maka sama-sama untung dan sekaligus ramah lingkungan.
Transformasi ekonomi juga terjadi di KTT G20 karena semua diatur dengan cashless, sehingga aman dari penularan virus dan bakteri melalui uang kertas. Inilah perekonomian di era digital, di mana untuk membayar cukup dengan dompet elektronik dan bermodal gadget. Keuntungannya maka sang penjual tidak usah mencari uang kembalian, sedangkan sang pembeli tinggal pencet HP atau scan kode QRIS.
Negara peserta G20 bisa meniru penerapan transfer uang digital ini karena bisa jadi di negara mereka belum 100% cashless. Modalnya adalah akses internet (kalau bisa sudah 5G) dan penyuluhan, karena programnya relatif baru.
Tak bisa dipungkiri, semua negara wajib melakukan transformasi ekonomi jika ingin maju, karena ada banyak keuntungan. Di antaranya mempercepat roda perekonomian, karena pesanan bisa diantar setelah mendapatkannya via online shop dan pembayarannya pakai dompet digital atau transfer M-Banking. Selain itu akan mengurangi resiko mendapatkan uang palsu.
Dengan menjadi tuan rumah KTT G20 maka Indonesia menjadi pionir, baik dalam hal mengatasi dampak pandemi di bidang kesehatan maupun ekonomi. Transformasi ekonomi wajib dilakukan oleh semua negara jika ingin maju, karena sekarang sudah era teknologi informasi. Nanti semua negara anggota G20 akan merasakan dampak positifnya.
KTT G20 adalah ajang internasional dan ketika Indonesia menjadi tuan rumah, akan ada banyak keuntungan. Di antaranya peluang yang besar untuk investasi dari negara anggota G20. Selain itu, KTT G20 akan menjadi katalis transformasi ekonomi, khususnya perekonomian digital. Semua akan serba online dan lebih cepat serta akurat.
)* Penulis adalah mahasiswa universitas Pakuan Bogor

 

PSN Merauke Dorong Penyerapan Ribuan Tenaga Kerja bagi Orang Asli Papua

July 14, 2026

Komitmen Pemerintah Jaga Lapangan Kerja, Masyarakat Perlu Waspadai Provokasi Demo

July 14, 2026

PSN Merauke Dorong Penyerapan Ribuan Tenaga Kerja bagi Orang Asli Papua

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

PSN Merauke Dorong Penyerapan Ribuan Tenaga Kerja bagi Orang Asli Papua MERAUKE – Pembangunan Proyek…

Komitmen Pemerintah Jaga Lapangan Kerja, Masyarakat Perlu Waspadai Provokasi Demo

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

Komitmen Pemerintah Jaga Lapangan Kerja, Masyarakat Perlu Waspadai Provokasi Demo Oleh : Aditya Akbar Pemerintah…

Satgas PHK Jadi Kado Nyata Presiden Prabowo untuk Proteksi Kaum Buruh

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

Satgas PHK Jadi Kado Nyata Presiden Prabowo untuk Proteksi Kaum Buruh Oleh: Sapto Jayadi Kebijakan…

PSN Merauke Memperluas Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

PSN Merauke Memperluas Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan yang berkualitas bukan hanya ditandai oleh hadirnya infrastruktur atau meningkatnya nilai investasi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan lapangan kerja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dalam konteks Papua, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Merauke menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kebijakan pemerintah diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Melalui pembangunan kawasan perkebunan tebu dan industri gula serta bioetanol, pemerintah menghadirkan fondasi ekonomi baru yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Selama bertahun-tahun, Papua menghadapi tantangan dalam menciptakan lapangan kerja yang memadai seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja. Di sisi lain, potensi sumber daya alam yang melimpah membutuhkan pengelolaan yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Pemerintah menjawab tantangan tersebut melalui pengembangan PSN yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi nasional, tetapi juga pada penciptaan kesempatan kerja dalam jumlah besar. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada aspek fisik, melainkan menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.