• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»KST Papua Harus Dihentikan untuk Ciptakan Kondusifitas Bumi Cenderawasih

KST Papua Harus Dihentikan untuk Ciptakan Kondusifitas Bumi Cenderawasih

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 22 February 2023

KST Papua Harus Dihentikan untuk Ciptakan Kondusifitas Bumi Cenderawasih

Oleh : Timotius Gobay

KST Papua memang sudah seharusnya bisa dihentikan dan diberantas hingga ke akarnya. Upaya tersebut demi bisa menciptakan situasi agar kembali menjadi aman dan kondusif di Bumi Cenderawasih tatkala terbebas dari aksi teror dan kekejaman kelompok itu.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua memang dikenal sebagai kelompok yang sering melakukan aksi separatis di Bumi Cenderawasih. Maka dari itu, mereka juga disebut sebagai Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua. Bagaimana tidak, pasalnya keberadaan kelompok ini kerap kali melakukan pemberontakan dan juga menyebarkan teror.

Bahkan, teror yang dilakukan oleh KST Papua tidak bisa dipungkiri lagi bahwa telah menimbulkan banyak korban, entah itu yang berasal dari warga sipil ataupun mereka yang merupakan aparat keamanan.

Kasus terbaru yang mereka lakukan adalah dengan adanya penyerangan pesawat Susi Air yang sempat mengalami hilang kontak sesaat setelah melakukan pendaratannya di Bandar Udara (Bandara) Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Selasa tanggal 7 Februari 2023 lalu.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan pesawat dengan nomor registrasi PK-BVY itu diduga juga telah dibakar oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua pimpinan Egianus Kogoya sesaat setelah mendarat. Sementara itu, usaha untuk terus melakukan pencarian pada pilot pesawat Susi Air, bernama Philips Mark Marthens berusia 37 tahun juga terus saja dilakukan oleh aparat keamanan yang terdiri dari personel gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Mengenai adanya kasus pembakaran hingga penyanderaan pilot pesawat Susi Air yang dilakukan oleh KST Papua tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia (RI) tidak akan bernegosiasi dengan KST yang ingin memerdekakan diri dari Indonesia.
Dengan tegas, Mahfud MD mengaku bahwa pemerintah akan terus mempertahankan setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukan hanya itu, namun pemerintah juga akan memberantas kelompok yang memang ingin mengambil wilayah NKRI dan menimbulkan perpecahan.
Terkait dengan aksi penyanderaan pilot Susi Air, Menko Polhukam menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan upaya persuasif kepada KST Papua untuk bisa melepaskan sandera. Menurutnya, memang keselamatan dari sandera merupakan prioritas. Maka dari itu dilakukanlah pendekatan secara persuasif.
Hal tersebut dikarenakan menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut, pendekatan yang persuasif kepada KST Papua bisa membebaskan sandera dengan selamat, damai, tanpa kisruh dan juga tanpa melakukan keributan. Namun apabila pendekatan persuasif dan humanis yang awal dilakukan ini nyatanya tidak membuahkan hasil, maka pemerintah juga sudah menyiapkan opsi lain untuk bisa menyelamatkan pilot Susi Air.
Menurut Mahfud MD, apabila memang tindakan persuasif dirasa kurang membuahkan hasil, maka pemerintah akan segera langsung melakukan tindakan, yang mana itu merupakan bentuk opsi lain dari upaya penyelamatan pilot berwarga negara Selandia Baru tersebut.
Sementara itu, Kapendam VXII/Cenderawasih, Kolonel Inf Aqsha Erlangga menyebutkan bahwa KST kembali berulah dengan melakukan sejumlah aksi teror yang sangat mengganggu keamanan warga dengan melakukan berbagai macam tindakan, mulai dari perampokan, pengacauan keamanan bahkan melakukan pembunuhan yang keji, sehingga memang mereka pantas mendapatkan label sebagai gerombolan kriminal teroris.
Tentunya segala bentuk aksi teror yang dilakukan oleh KST Papua kepada masyarakat ampu menciptakan situasi di Tanah Papua menjadi tidak kondusif, yang mana hal itu akan sangat merugikan banyak pihak. Maka pihak aparat keamanan yang terdiri dari personel gabungan TNI dan Polri terus berupaya untuk bisa menciptakan kembali suasana dan situasi yang kondusif di tengah-tengah masyarakat.
Banyak upaya yang telah dilakukan oleh para aparat keamanan, mulai dari memberikan pengamanan di bandara dan melakukan patroli gabungan secara rutin agar masyarakat bisa kembali merasakan kenyamanan dan keamanan, utamanya dalam beraktivitas. Di sela-sela kegiatan patrolinya, Pabung Kabupaten Pegunungan Bintang, Mayor Arh Soni Siamnjuntak menyampaikan bahwa pihaknya bersama dengan Polri terus berupaya mengimbau dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas.
Dirinya menyampaikan bahwa atas dasar adanya imbauan secara berkesinambungan yang dilakukan tersebut, kini kesadaran masyarakat yang selama ini masih kurang akhirnya perlahan mulai terbangun. Hal tersebut terlihat dari bagaimana mulai aktifnya masyarakat orang asli Papua (OAP) maupun pendatang untuk melakukan kegiatan siskamling (jaga malam).
Memang upaya untuk bisa kembali menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Bumi Cenderawasih harus bisa dilakukan secara bersama-sama mulai dari pemerintah, aparat keamanan hingga seluruh masyarakat. Selain itu, keberadaan KST Papua sendiri harus bisa benar-benar diberantas dan dihentikan karena sudah banyak menebarkan ancaman dan kebengisan.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional  

August 9, 2026

Swasembada Pangan adalah Wujud Kemerdekaan Paling Dasar bagi Bangsa Indonesia

August 9, 2026

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional  

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional *) Oleh : Gavin Asadit Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan pertahanan atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara mandiri. Berbagai kebijakan yang dijalankan menunjukkan komitmen kuat menjadikan sektor pangan sebagai fondasi ketahanan nasional sekaligus simbol kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Presiden Prabowo Subianto mengatakan kedaulatan pangan sebagai salah satu agenda strategis yang menentukan masa depan Indonesia. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai langkah nyata dalam memperkuat sektor pangan, termasuk pelibatan seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan swasembada pangan sebagai fondasi stabilitas nasional sekaligus memperkuat kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi dinamika global. Memasuki usia ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia, pembangunan sektor pangan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi. Kebijakan yang dijalankan juga diarahkan untuk membangun sistem pangan nasional yang kuat dari hulu hingga hilir. Melalui penguatan produksi, modernisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, serta hilirisasi komoditas, Indonesia berupaya menciptakan nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional. Pendekatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan pangan telah menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia yang semakin mandiri. …

Swasembada Pangan adalah Wujud Kemerdekaan Paling Dasar bagi Bangsa Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Swasembada Pangan adalah Wujud Kemerdekaan Paling Dasar bagi Bangsa Indonesia  Oleh Yulia Rahmi Kemerdekaan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga kedaulatan wilayah atau memperkuat posisi diplomasi di panggung internasional. Kemerdekaan yang sesungguhnya juga tercermin dari kemampuan sebuah negara memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya secara mandiri, terutama kebutuhan pangan. Indonesia sebagai negara agraris dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, swasembada pangan bukan sekadar target pembangunan sektor pertanian, melainkan simbol kedaulatan nasional yang menentukan keberlanjutan kehidupan bangsa. Pandangan tersebut semakin relevan di tengah dinamika global yang terus berubah. Konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia, perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, hingga fluktuasi harga pangan dan energi telah menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan menyimpan risiko yang sangat besar. Banyak negara yang selama ini bergantung pada pasokan luar negeri harus menghadapi kelangkaan bahan pangan maupun lonjakan harga yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan lagi sekadar isu pertanian, melainkan bagian dari strategi pertahanan nasional, stabilitas ekonomi, dan keamanan sosial. Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Menurut Presiden Prabowo, pembangunan bangsa harus dimulai dari penguatan ekonomi yang berpijak pada kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan. Ketika kebutuhan paling mendasar masyarakat dapat dipenuhi, pembangunan di sektor lain akan memiliki landasan yang jauh lebih kokoh. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam mewujudkan ketahanan pangan dalam waktu yang relatif singkat. Keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam membangun rasa percaya diri bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan global. Kemampuan menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat memberikan kepastian bahwa Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat ketika dunia menghadapi gejolak ekonomi maupun politik internasional. Keberhasilan menuju swasembada pangan tentu tidak hadir secara instan. Dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi, konsistensi pelaksanaan di lapangan, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun sistem pangan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Langkah tersebut mencerminkan perubahan paradigma bahwa ketahanan pangan harus dibangun dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan lahan, peningkatan produktivitas, distribusi hasil pertanian, hingga perlindungan terhadap kesejahteraan petani. Dukungan terhadap agenda tersebut juga datang dari kalangan dunia usaha. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memandang penguatan sektor pangan sebagai salah satu prioritas utama yang terus ditekankan pemerintah dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional. Keterlibatan dunia usaha menjadi elemen penting karena pembangunan pertanian modern memerlukan investasi, inovasi teknologi, penguatan rantai pasok, serta pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta akan mempercepat terciptanya ekosistem pangan yang lebih produktif sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian Indonesia.…

Swasembada Pangan Jadi Modal Kemerdekaan Indonesia Hadapi Gejolak Global

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Swasembada Pangan Jadi Modal Kemerdekaan Indonesia Hadapi Gejolak Global JAKARTA – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat BULOG untuk Jaga Swasembada Pangan dan Stok Nasional

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Pemerintah Perkuat BULOG untuk Jaga Swasembada Pangan dan Stok Nasional JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.