• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 3 October 2026

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsid

JAKARTA – Upaya memperluas jangkauan distribusi kebutuhan pokok terus dilakukan pemerintah melalui penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Koperasi ini dipersiapkan menjadi saluran penyaluran barang bersubsidi, mulai dari beras, LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, hingga minyak goreng, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan strategis melalui jaringan ekonomi yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

 

 

 

 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi jalur penyaluran barang bersubsidi agar distribusinya lebih terarah.

 

 

 

 

“Saya ambil keputusan semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus!” kata Prabowo.

 

 

 

 

Arahan tersebut menjadi dasar penguatan peran koperasi dalam mendekatkan barang kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas aktivitas ekonomi desa.

 

 

 

 

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026 menjadi landasan percepatan penyiapan dan pengoperasian KDKMP. Regulasi tersebut juga mendorong koordinasi antarlembaga agar koperasi dapat menjalankan fungsi distribusi secara tertib.

 

 

 

 

“Perpres ini menjadi dasar bagi kita untuk mempercepat penyiapan dan pengoperasian KDKMP secara tertib dan terkoordinasi,” kata Dudung.

 

 

 

 

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa koperasi disiapkan sebagai saluran resmi penyaluran komoditas bersubsidi, sekaligus memperkuat perdagangan produk lokal.

 

 

 

 

“Perlu diketahui bahwa Bapak Presiden kemarin pada saat Hari Koperasi Nasional sudah membuat keputusan bahwa seluruh barang-barang bersubsidi, gas 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras, minyak goreng, semua disalurkan melalui KDKMP,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

Penguatan distribusi dilakukan melalui koordinasi dengan BUMN dan pihak terkait, termasuk kesiapan pasokan, pergudangan, mekanisme pemesanan, serta pengawasan penyaluran. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga simpul distribusi yang menghubungkan ketersediaan barang dengan kebutuhan masyarakat di wilayah desa dan kelurahan.

 

 

 

 

Selain memperluas akses barang subsidi, keberadaan koperasi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok. Pengelola dapat mengoptimalkan fasilitas penyimpanan, pencatatan stok, dan koordinasi dengan pemasok agar ketersediaan komoditas tetap terjaga. Dengan pola tersebut, aktivitas koperasi diharapkan turut mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa serta memperkuat keterhubungan antara produsen, distributor, dan konsumen.

 

 

 

 

Mulainya pergerakan Koperasi Merah Putih menandai langkah konkret pemerintah dalam memperluas jangkauan distribusi barang subsidi. Melalui pengelolaan yang terkoordinasi, koperasi semakin mendekatkan kebutuhan pokok kepada masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi dari tingkat desa. (*)

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

October 3, 2026

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo

October 3, 2026

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsid JAKARTA – Upaya memperluas jangkauan distribusi kebutuhan…

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo  Oleh: Giana Sulistya Modernisasi pertahanan Indonesia semakin memperlihatkan hasil pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penerimaan kendaraan tempur amfibi AAV M-35, kedatangan pesawat tempur Rafale, hingga bergabungnya kapal induk pertama Republik Indonesia menjadi perkembangan penting dalam penguatan TNI. Pada saat yang sama, pembangunan kapal selam Scorpène di dalam negeri membuka peluang memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus penguasaan teknologi nasional. Rangkaian tersebut patut diapresiasi sebagai bagian dari kesinambungan kebijakan pertahanan. Sejumlah pengadaan yang dimulai ketika Prabowo menjabat Menteri Pertahanan kini memasuki tahap penerimaan dan pengoperasian. Sementara itu, pembangunan alutsista bersama mitra internasional memberi kesempatan bagi industri Indonesia untuk meningkatkan kemampuan produksi, pemeliharaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu perkembangan terbaru berlangsung di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026). Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan 12 kendaraan tempur amfibi AAV M-35 kepada jajaran TNI. Kendaraan varian AAV-7A1 RAM/RS asal Amerika Serikat tersebut memperkuat kemampuan Korps Marinir bergerak dari laut menuju pantai dan melanjutkan operasi di daratan. Bagi negara kepulauan, kemampuan tersebut memiliki arti strategis. Mobilitas pasukan dari kapal menuju daratan merupakan bagian penting dalam operasi amfibi. Kehadiran kendaraan yang dapat beroperasi di kedua medan itu memperluas kemampuan Marinir menjalankan tugas pertahanan wilayah. Penguatan maritim juga ditandai oleh peresmian KRI Sriwijaya-100 sebagai kapal induk pertama Republik Indonesia. Kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan berdinas di Angkatan Laut Italia itu resmi masuk jajaran TNI AL pada 24 September 2026. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin peresmiannya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kehadiran kapal induk pertama merupakan tonggak penting dalam perjalanan pertahanan Indonesia. Menurut penjelasan Panglima TNI yang dipublikasikan Kementerian Pertahanan, KRI Sriwijaya-100 dapat menjalankan peran sebagai pusat komando operasi laut, sarana diplomasi pertahanan, serta pendukung bantuan kemanusiaan. Dengan demikian, pemanfaatannya memiliki cakupan yang luas dalam mendukung kepentingan nasional.…

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat Oleh: Javas Babad Alaska Peringatan…

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana Oleh : Rahmat Prawira Indonesia merupakan negara…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.