• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Koperasi Desa Merah Putih Tembus Ekspor, Bukti Daya Saing Desa Meningkat

Koperasi Desa Merah Putih Tembus Ekspor, Bukti Daya Saing Desa Meningkat

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 26 February 2026

Koperasi Desa Merah Putih Tembus Ekspor, Bukti Daya Saing Desa Meningkat

Jakarta – Pemerintah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih yang mencatatkan ekspor perdana pada awal tahun 2026. Capaian tersebut menjadi indikator nyata meningkatnya daya saing produk desa sekaligus bukti bahwa program penguatan ekonomi berbasis koperasi berjalan efektif dan terarah.

Ekspor perdana dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih Awunio, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dengan komoditas arang tempurung kelapa sebanyak 50 ton ke pasar Tiongkok. Nilai transaksi ekspor tersebut dilaporkan mencapai miliaran rupiah dan membuka peluang kontrak berkelanjutan. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha lokal dalam memperkuat rantai pasok dan standar mutu produk.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang tidak hanya membangun fisik gerai koperasi, tetapi juga memperkuat kelembagaan, tata kelola, serta akses pembiayaan dan pasar.

“Keberhasilan ekspor ini menunjukkan koperasi desa mampu naik kelas dan berkompetisi di pasar global. Pemerintah memastikan pendampingan manajemen, digitalisasi, dan akses pembiayaan terus diperkuat agar koperasi semakin mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hingga awal 2026, pembangunan dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih telah berjalan di berbagai daerah dengan ribuan unit dalam proses operasional. Pemerintah menargetkan koperasi desa menjadi pusat distribusi hasil produksi masyarakat, agregator komoditas unggulan, serta simpul logistik yang efisien di tingkat desa dan kelurahan.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua saat pelepasan ekspor perdana di Konawe Selatan menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi momentum penting kebangkitan ekonomi desa.

“Ekspor ini membuktikan bahwa produk desa memiliki kualitas dan daya saing tinggi. Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kapasitas produksi dan menjaga konsistensi mutu agar pasar internasional semakin terbuka,” katanya.

Pemerintah memandang ekspor oleh koperasi desa sebagai bagian dari strategi besar transformasi ekonomi nasional yang inklusif. Penguatan koperasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas lapangan kerja, serta memperbesar kontribusi desa terhadap perekonomian nasional.

Ke depan, pemerintah akan memperluas pelatihan ekspor, mempercepat sertifikasi standar internasional, serta memperkuat akses pembiayaan melalui skema yang terjangkau dan berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, semakin banyak koperasi desa ditargetkan mampu menembus pasar ekspor dan memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan.

Keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih menembus pasar internasional menjadi tonggak penting bahwa desa tidak lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek utama pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing dan berorientasi global. (*)

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.