• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Koperasi Desa Merah Putih Solusi Pemerintah untuk Memerangi Pinjol dan Tengkulak

Koperasi Desa Merah Putih Solusi Pemerintah untuk Memerangi Pinjol dan Tengkulak

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 11 March 2025

Koperasi Desa Merah Putih Solusi Pemerintah untuk Memerangi Pinjol dan Tengkulak

Oleh : Ridwan Putra Khalan

Koperasi Desa Merah Putih menjadi solusi konkret yang dirancang pemerintah untuk memerangi praktik pinjaman online ilegal dan tengkulak yang selama ini menjerat masyarakat desa dalam lingkaran utang berkepanjangan. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih sehat dengan memberikan akses permodalan yang lebih adil, transparan, serta berbasis gotong royong.

Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena pinjaman online dan praktik tengkulak semakin mengakar di masyarakat pedesaan akibat keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal. Dengan bunga yang mencekik dan mekanisme pembayaran yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil, sistem ini justru menjadi beban yang memperparah kemiskinan di desa-desa.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi solusi konkret bagi masyarakat desa dalam menghindari jebakan utang yang mencekik. Presiden menekankan pentingnya peran koperasi ini dalam menjaga stabilitas ekonomi desa dengan menyediakan layanan permodalan yang lebih terstruktur dan tidak membebani masyarakat. Koperasi ini nantinya akan memperoleh dukungan penuh dari pemerintah, termasuk pembiayaan melalui Bank Himbara.

Melalui Bank Himbara, setiap koperasi desa akan mendapatkan pinjaman sebesar Rp 5 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk membangun berbagai fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan, cold storage, unit simpan pinjam, serta klinik desa. Pemerintah juga menyadari bahwa kondisi setiap desa berbeda, sehingga koperasi akan dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik lokal masing-masing daerah. Sebagaimana dipaparkan oleh Budi Arie, sekitar 85% desa di Indonesia berbasis pertanian, sementara sisanya merupakan desa yang bergerak di sektor agro-maritim.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut menyatakan bahwa koperasi ini akan berfungsi sebagai offtaker hasil panen petani dan nelayan. Dengan adanya fasilitas penyimpanan yang memadai, diharapkan harga hasil panen tetap stabil dan tidak mengalami penurunan drastis ketika pasokan berlimpah. Tito menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga agar petani dan nelayan tidak mengalami kerugian akibat anjloknya harga komoditas mereka.

Seiring dengan rencana pembentukan koperasi ini, pemerintah akan melakukan sosialisasi secara intensif kepada kepala desa, perangkat desa, serta asosiasi terkait untuk memastikan pemahaman yang seragam mengenai manfaat koperasi ini. Tito menyatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan memahami arahan presiden dan dapat melihat keuntungan nyata dari program ini bagi desa-desa di seluruh Indonesia.

Desa memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional mengingat 44% penduduk Indonesia masih bermukim di desa. Tanpa intervensi yang tepat, desa-desa di Indonesia berpotensi mengalami stagnasi ekonomi seperti yang terjadi di beberapa negara maju. Oleh karena itu, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi desa serta mengurangi ketimpangan ekonomi antara desa dan kota.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Febrian Alphyanto Ruddyard menyatakan bahwa inisiatif pembentukan koperasi ini telah selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Menurutnya, koperasi desa dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan sektor agro-maritim dan mendorong swasembada pangan. Oleh karena itu, pengembangannya perlu diarahkan pada sektor produksi agar dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 3 Maret 2025. Presiden menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan di Indonesia. Pemerintah telah menetapkan target peluncuran 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih pada Hari Koperasi Nasional, yang akan diselenggarakan pada 12 Juli 2025.

Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan untuk berfungsi sebagai konsolidator ekonomi desa dengan berbagai manfaat strategis. Manfaat tersebut antara lain menekan inflasi, meningkatkan harga jual hasil pertanian, mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat desa. Selain itu, koperasi ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Febrian juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat dalam pengelolaan koperasi ini. Setiap desa memiliki karakteristik yang unik, sehingga pendekatan yang digunakan harus bersifat bottom-up agar koperasi dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan lokal. Pemerintah akan memberikan pendampingan dalam penyusunan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta tata kelola administrasi agar koperasi dapat berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi yang baik.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Dengan dukungan dan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat, Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta menjadi solusi konkret dalam mengatasi kemiskinan di pedesaan.

Pemerintah optimis bahwa koperasi ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian desa dan mendorong kemajuan ekonomi nasional secara keseluruhan. Untuk itu, dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat desa sendiri, sangat diperlukan agar koperasi ini dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat desa.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.