• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Komunitas GoJek Serahkan Bantuan 40 Juta Ke Bocah Pengidap Kelainan Organ Vital

Komunitas GoJek Serahkan Bantuan 40 Juta Ke Bocah Pengidap Kelainan Organ Vital

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 16 August 2019

 

Bertolak dari RTH Jembatan Ratapan Ibu, Payakumbuh, ratusan anggota Komunitas Gojek bernama GoZeroOne yang terdiri dari Gojek di Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota-red) berkonvoi selama kurang lebih 45 menit dalam perjalanan untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi Akhtar Ghazy Arkananta, anak dari Mila (ibu) dan Arga (ayah) yang tinggal di Subarang Aia, Nagari Batu Balang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluhkota, Kamis (15/8/2019).

Diinformasikan, Akhtar adalah seorang balita yang sudah sering keluar masuk Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan, namun apa daya usaha yang dilakukan belum berhasil terpaksa rawat jalan dirumah saja, sehingga kedua orangtuanya tidak bisa bekerja karena sepanjang hari harus menjaga bayi yang malang ini.

Masih berusia 14 bulan, tapi sudah terlentang menyedihkan karena menderita penyakit aneh yang menurut hasil diagnosa dokter terkena penyakit kelainan organ vital sejak lahir dan membengkak dibagian luar perut. Ditambah lagi dalam keseharian hanya bisa minum susu, itu pun harus melalui selang infus dirongga hidungnya.

Walaupun sempat didera hujan dalam perjalanan, semangat ratusan Gojek ini tak pudar, mereka tetap melanjutkan perjalanan secepatnya menuju ke rumah Akhtar, wujud kepedulian mereka kepada balita malang itu.

Sundha Angel Prasta, Ketua Umum GoZeroOne mengatakan penggalangan dana dilakukan selama 3 hari, Jum’at, Sabtu, dan Minggu lalu, dari hasil penggalangan dana secara masiv oleh anggota GoZeroOne, terkumpul sebanyak Rp.40 juta dan pada hari ini, Kamis (16/8) bantuan tersebut diantarkan oleh ratusan anggota GoZeroOne didampingi oleh Pembina mereka dari Kodim 0306/50Kota melalui Danramil01/Pyk, Kapten Czi Joni Forta, Mangku Puti dan para Babinsanya.

Sundha Angel Prasta menyebut keinginan untuk mengadakan penggalangan dana ini bermula karena ada informasi dari seorang rekan driver yang memberitakan ada seorang anak yang dilihatnya menderita sakit parah dan memerlukan biaya besar yang tak mungkin bisa diatasi oleh keluarganya.

“Rekan-rekan lain yang mendengar berita itu langsung merasa perihatin dan ingin mengutus beberapa driver untuk membezuk secara langsung,” kata Prast

Dalam perjalanan selama kurang lebih 45 menit itu, rombongan GoZeroOne disambut oleh keluarga Akhtar serta Camat Lareh Sago Halaban, Drs. Eflizen didampingi Kepala Jorong Rudi Kurniawan dirumah Akhtar bersama sejumlah warga Subarang Aia.

“Kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi perhatian GoZeroOne atas bantuan donasinya kepada Akhtar dan berjanji akan memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Camat Eflizen.

Terharu menahan air mata sekaligus bersyukur, pasangan Arga dan Mila mengatakan sangat terbantu sekali dengan bantuan GoZeroOne, semuanya tentu untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan berobat Akhtar.

“Tak dapat kami ungkapkan dengan kata-kata ucapan terimakasih atas uluran tangan masyarakat melalui GoZeroOne, semoga dibalas oleh Allah SWT,” ujar Arga haru.

Danramil 01/Pyk Kapten Czi Joni Forta Mangku Puti, selaku pembina GoZeroOne yang sejak awal sangat mendukung penuh aksi kemanusiaan itu, ikut merasakan bagaimana suasana haru saat dirinya bersama GoZeroOne menyerahkan bantuan itu.

“Arahan dari Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav. Solikhin, S.Sos., MM., agar pelaksanaan penyerahan bantuan ini dapat berjalan lancar dan tanpa ada kendala, kami akan terus mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh GoZeroOne, kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu menfasilitasi kegiatan kemanusiaan ini,” kata Danramil

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan Jakarta – Pemerintah menilai kondisi perekonomian…

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.