• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Komunikolog Ungkap Diksi Bajingan-Tolol Rocky Gerung Sangat Jauh dari Keberadaban Komunikasi

Komunikolog Ungkap Diksi Bajingan-Tolol Rocky Gerung Sangat Jauh dari Keberadaban Komunikasi

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 2 August 2023

Komunikolog Ungkap Diksi Bajingan-Tolol Rocky Gerung Sangat Jauh dari Keberadaban Komunikasi

JAKARTA — Komunikolog mengungkapkan bahwa terdapat penggunaan diksi Bajingan-Tolol yang sempat digunakan oleh Rocky Gerung, yang mana hal itu sangat jauh dari keberadaban komunikasi.

Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing menanggapi sebuah pernyataan yang viral di media sosial mengenai adanya penggunaan diksi Bajingan-Tolol yang dikemukakan oleh seseorang dan ditunjukkan pada orang lain.

Menurutnya, hal tersebut meski bagaimanapun status sosial orang tersebut, menunjukkan bahwa dirinya sama sekali tidak mengindahkan aksiologi komunikasi.

Bahkan, Emrus menilai bahwa pesan demikian adalah pola komunikasi yang sangat jauh dari keberadaban komunikasi dan akal sehat.

Dirinya kemudian berpesan bahwa hendaknya pesan komunikasi apabila sudah dilontarkan ke ruang publik, harusnya rasional, bermanfaat dan tetap menjaga akan keberadaban komunikasi.

Pernyataan tersebut menanggapi bagaimana beberapa waktu lalu pengamat politik Rocky Gerung sempat memberikan kritik yang menggebu kepada Presiden Jokowi dalam sebuah kesempatan.

Rocky bahkan menuding bahwa Kepala Negara terus berupaya untuk bisa mempertahankan legacy yang dia miliki.

“Begitu Jokowi kehilangan kekuasaanya dia jadi rakyat biasa, enggak ada yang peduli nanti. Tetapi Jokowi ambisi Jokowi adalah mempertahankan legacy-nya,” katanya.

Kemudian, terdapat diksi yang kemudian menjadi persoalan dan sama sekali tidak beradab ketika pengamat politik itu menuding Presiden RI ketujuh hanya mencari kejelasan akan nasibnya sendiri.

“Dia menawarkan IKN, mondar-mandir ke koalisi, untuk mencari kejelasan nasibnya, dia mikirin nasibnya bukan nasib kita, itu bajingan yang tolol, sekaligus bajingan pengecut,” imbuh Rocky.

Dengan adanya pernyataan itu, Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid langsung berkomentar dan mempertanyakan apakah boleh menggunakan diksi demikian kepada pemimpin negara.

“Boleh ya bilang presiden kita; bajingan tolol @DivHumas_Polri,” tulisnya.

Sementara itu, Pegiat Media Sosial, Denny Siregar juga turut berkomentar dan menyebut bahwa ungkapan dari Rocky Gerung itu jelas sudah melewati batas.

“Rocky Gerung kali ini sangat offside,” katanya.

Menurutnya bahkan ungkapan yang dikemukakan oleh filsuf tersebut sudah termasuk ke dalam penghinaan presiden.

“Ini penghinaan terhadap Presiden,” ujar Denny.

Banyak juga respon lain yang berdatangan dari para warganet di jagat maya yang mengungkapkan bahwa apabila terdapat orang yang menghina presiden, berarti sama dengan menghina pemilihnya.

“Menghina presiden sama aja menghina rakyat yang memilihnya,” imbuh warganet lain.

Warganet lain juga terus mendorong agar Rocky Gerung bisa segera ditangkap oleh Polri.

“Harus ditangkap nih orang dungu ini @DivHumas_Polri,” tulis warganet di kolom komentar.

****

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.