• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Bisnis»Komisi IX, Pulung Agustanto: Pengusaha Wajib Bayarkan THR Tepat Waktu, Tepat Jumlah!

Komisi IX, Pulung Agustanto: Pengusaha Wajib Bayarkan THR Tepat Waktu, Tepat Jumlah!

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 13 February 2026

Anggota Komisi IX DPR RI Pulung Agustanto meminta kepada para pengusaha dan pimpinan perusahaan untuk memenuhi hak pekerjanya, khususnya dalam pembayaran Tunjangan Hari Raya tahun ini. Hal itu disampaikan Pulung dalam kesempatan kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut Pulung, masalah THR buat pekerja hanya berputar pada tiga pokok masalah yaitu tidak dibayarkan oleh perusahaan, telat dibayarkan atau dibayarkan tetapi tidak sesuai dengan waktu, dan dibayarkan tetapi tidak jumlahnya lebih kecil.

Pulung meminta kepada perusahaan untuk membayarkan THR kepada para pekerjanya dengan prinsip tepat secara waktu, maupun tepat dalam jumlah. “Intinya THR wajib dibayarkan dengan prinsip tepat waktu dan tepat jumlah,” ujar Pulung menegaskan.

Hal ini bisa dimaklumi karena bagi umumnya masyarakat Indonesia, mempersiapkan hari raya keagamaan membutuhkan biaya. Para pekerja berharap haknya dibayarkan agar mereka bisa melewati hari raya dengan keluarganya dengan baik.

“Jika pengusaha mengabaikan THR ini, akan muncul keresahan psikologis dari pekerja. Ini akan menganggu proses produksi nantinya,” ujar Pulung.

Menurut amatannya, dari tahun ke tahun aduan permasalahan THR ini selalu tinggi. Jumlahnya rata-rata mencapai 1500 sampai 2000 aduan yang masuk ke jajaran Kementerian Ketegakerjaan atau Dinas Ketenagakerjaan di daerah. Sejak tahun 2000 sampai 2026 jumlah aduannya gak jauh berbeda.

“Ini juga perlu dipertanyakan. Apakah pengawaasan dan pembinaan dari Departemen Ketegakerjaan kurang efektif sehingga jumlah aduan THR setiap tahun tidak menunjukan penurunan?,” ungkapnya.

Itu baru jumlah yang tercatat saja ketika naker berani mengadukan permasalahannya.

“Saya yakin jika jumlah perusahaan yang bermasalah dalam soal THR bisa lebih dari itu,” ungkapnya.

Yang harus diingat, menurut Pulung, THR bukanlah bentuk kebaikan perusahaan tetapi merupakan hak pekerja sebagaimana amanat UU Nomo 6 tahun 2023 dan Permenaker Nomor 6 tahun 2016.

Disinilah dibutuhkan peran pemerintah untuk melakukan pengawasan dan pembinaan secara serius. Jumlah aduan permasalahan THR yang masuk setiap tahun jangan dianggap enteng. “Harus menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Apalagi jika perusahaan yang diadukan dari tahun ke tahun adalah perusahaan yang sama.

“Ini memang sengaja mau mengabaikan pekerjanya. Pemerintah perlu mengambil tindakan untuk melindungi hak pekerja dan keluarganya,” jelasnya.

Memang disadari pada kondisi ekonomi penuh ketidakpastian seperti saat ini kondisi keuangan perusahaan juga ikut terdampak. Hal itu mungkin saja berimbas pada kemampuan perusahaan memenuhi hak pekerjanya.

Namun demikian Pulung meminta agar para pimpinan perusahaan menempatkan pekerjanya sebagai partner industrial, sehingga perusahaan tidak menaruh kepentingan pekerja di belakang kepentingan lainnya.

“Perusahaan dan pekerja adalah dua kekuatan ekonomi indonesia yang saling membutuhkan,” tandasnya.

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

November 8, 2026

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

November 7, 2026

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan Jakarta – Pembahasan penetapan Upah Minimum…

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha Oleh: Anggi Kurniawan Penyusunan kebijakan Upah…

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh Oleh: Mega Triyana Pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan pengupahan yang lebih terarah. Kehadiran undang-undang ketenagakerjaan yang baru diharapkan memberikan landasan lebih kuat bagi pemerintah dalam memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Penetapan upah minimum juga perlu memperhatikan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat, daya beli, serta kemampuan dunia usaha agar peningkatan kesejahteraan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mulai mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi dasar penetapan UMP 2027. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa formula pengupahan tahun mendatang akan mengacu pada undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang baru disahkan DPR pada 6 Oktober 2026. Regulasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kepastian hukum sekaligus memberikan pedoman bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengupahan. Dengan landasan hukum yang diperbarui, penetapan upah diharapkan semakin memperhatikan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai pertimbangan dalam menentukan besaran upah minimum. Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah sedang menghitung estimasi KHL dengan memanfaatkan data yang dihimpun dan dievaluasi oleh kementerian serta lembaga terkait. Penghitungan ini diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan riil pekerja dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Komponen kebutuhan tersebut mencakup pangan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga yang terus mengalami perkembangan. Penempatan KHL dalam pembahasan UMP menunjukkan bahwa kebijakan pengupahan tidak semata-mata berorientasi pada persentase kenaikan tahunan. Upah minimum memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan dasar dan mempertahankan kualitas hidup keluarganya. Penghasilan yang lebih layak dapat memberikan ruang bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, memperoleh layanan kesehatan, serta membangun ketahanan ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, penghitungan kebutuhan hidup perlu menjadi pertimbangan substantif agar kebijakan pengupahan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. Pembahasan kebijakan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur melalui mekanisme kelembagaan yang telah ditetapkan. Yassierli menyampaikan bahwa prosesnya akan dimulai melalui Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional sebelum berlanjut ke Dewan Pengupahan Nasional. Selanjutnya, masukan dari Dewan Pengupahan Daerah menjadi bagian dari pertimbangan gubernur dalam menetapkan besaran UMP di masing-masing wilayah. Mekanisme ini memberikan ruang bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menyampaikan pandangan berdasarkan kepentingan serta kondisi yang mereka hadapi. Dari kalangan pekerja, usulan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5 hingga 9,5 persen telah disampaikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Pekerja, Said Iqbal, juga menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan peningkatan upah minimum pada tahun mendatang. Simulasi yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi menghasilkan perkiraan kenaikan sekitar 7,8 persen berdasarkan asumsi yang digunakan. Masukan dari kalangan pekerja menjadi bagian penting karena buruh merupakan kelompok yang merasakan langsung dampak perubahan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.…

Posisi Cadangan Devisa Oktober Jadi Indikator Ketahanan Eksternal RI

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Posisi Cadangan Devisa Oktober Jadi Indikator Ketahanan Eksternal RI Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.