• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Khutbah Pertama Nabi Muhammad dan Terobosannya Mengubah Yastrib Menjadi Kota Berperadaban

Khutbah Pertama Nabi Muhammad dan Terobosannya Mengubah Yastrib Menjadi Kota Berperadaban

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 23 September 2019

Setelah mendapatkan wahyu, Nabi Muhammad terpaksa meninggalkan Makkah dan berhijrah menuju ke Yastrib. Hijrahnya kaum muslimin ini karena mereka mengalami penyiksaan dan penindasan yang luar biasa dari musyrik Quraisy.

Mereka terusir dari kampung halamannya sendiri dan dipaksa untuk meninggalkan semua harta bendanya yang kemudian dikuasai kaum musyrik Quraisy. Jadi, umat Islam berhijrah tanpa membawa kekayaan sedikit pun.

Nabi Muhammad berhijrah ditemani Abu Bakar pada tanggal 27 Shafar tahun ke-14 kenabian. Beliau menaiki Qashwa, seekor unta yang dibeli dari Abu Bakar, dalam menyusuri perjalanannya tersebut. setelah melewati berbagai macam halangan dan rintangan, Nabi pun tiba di Kota Yatsrib pada bulan Rabi’ul Awwal atau pada hari Senin, 22 September 622 M.

Kedatanganya pun disambut suka cita oleh penduduk Yastrib. Bahkan, semua orang menghendaki supaya Nabi tinggal di rumahnya. Namun, Nabi menyatakan akan tinggal di tempat yang dipilih oleh Qashwa, unta kesayangan Nabi Muhammad.

Akhirnya, Qashwa dibiarkan berjalan hingga akhirnya unta tersebut berhenti di bidang tanah milik dua orang anak yatim piatu yang diasuh As’ad, yakni Sahl dan Suhail.

kemudian di bidang tanah tersebut dibangun Masjid Nabawi dan bilik-bilik kamar Nabi Muhammad di sampingnya.

Ketika tiba di Yatsrib itulah, Nabi Muhammad menyampaikan sebuah khutbah untuk meneguhkan keimanan umat Islam (terutama kaum Muhajirin) dan mengingatkan mereka agar menjaga dirinya dari neraka. berikut khutbah pertama Nabi Muhammad di Kota Yatsrib sebagaimana riwayat Ibnu Ishaq:

“Wahai manusia, persiapkan untuk diri kalian, niscaya kalian tahu demi Allah bahwa seorang dari kalian pasti meninggal dunia. Ia tinggalkan kambing-kambingnya tanpa penggembala. Rabb-nya pasti berkata kepadanya dan tidak ada penerjemah di antara keduanya atau penghalang di antara keduanya, ‘Tidakkah datang kepadamu Rasul-Ku, kemudian dia menyampaikan apa yang diterimanya kepadamu? Bukankah aku telah memberimu kekayaan dan melebihkanmu, namun kenapa engkau tidak mempersembahkan sesuatu untuk dirimu?’ Ia melihat ke kanan dan ke kiri tapi ia tidak melihat apa-apa. Ia melihat ke depannya, tapi ia tidak melihat selain neraka jahannam. Barang siapa mampu melindungi wajahnya dari neraka, kendati hanya dengan separuh biji kurma, hendaklah ia mengerjakannya. Barang siapa tidak mendapatkannya, hendaklah ia melindungi wajahnya dari neraka dengan perkataan yang baik, karena sesungguhnya kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat lebih banyak,” kata Nabi Muhammad di hadapan umat Islam, setelah menyampaikan salam dan memuji Allah.

Lewat khutbah itu lah Nabi Muhammad mengajak umat Islam untuk menatap kehidupan baru di Kota Yatsrib. Kehidupan setelah mereka meninggalkan semua harta benda dan keluarganya di Makkah. Kehidupan di bawah bimbingan Rasulullah, utusan Allah. Kehidupan bersama dengan saudara baru, kaum Anshor.

Akhirnya Nabi Muhammad melakukan beberapa terobosan dalam membangun Kota Yatsrib, mulai dari mengganti nama Yatsrib dengan Madinah, membuat masjid sebagai pusat semua kegiatan, bukan hanya untuk tempat pengajaran Islam dan beribadah saja tapi juga untuk menyusun siasat perang dan pembinaan umat, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor, serta menjalin perjanjian dengan kaum Yahudi dan Nasrani.

Terbukti apa yang dilakukan Nabi Muhammad itu terbukti ampuh. Beliau berhasil menyulap kota Yatsrib menjadi Kota Madinah yang berperadaban dan diperhitungkan di jazirah Arab pada saat itu. Dengan Piagam Madinah, Nabi Muhammad juga berhasil membangun masyarakat yang majemuk di Madinah hidup dalam harmoni dan damai.

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

September 18, 2026

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

September 18, 2026

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani Oleh: Oksidea Razeta Rayi Keberpihakan terhadap…

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua  Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan pertanian Papua terus diarahkan pada penguatan fondasi kemandirian pangan yang bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi pangan strategis, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang mencakup pengembangan pangan lokal, perluasan sawah, mekanisasi, irigasi, penguatan kelembagaan hingga pemberdayaan petani. Arah kebijakan tersebut menjadi penting mengingat Papua memiliki sumber daya pertanian yang besar sekaligus karakter geografis yang membutuhkan pendekatan pembangunan berbeda. Sagu, ubi dan berbagai komoditas pangan lokal telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua. Di sisi lain, potensi lahan pertanian juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksi beras dan komoditas pangan strategis lainnya. Kementerian Pertanian (Kementan) menempatkan pengembangan potensi tersebut sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian pangan Papua. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua perlu dibangun dari kekuatan yang tersedia di wilayah tersebut. Karena itu, beras, sagu, ubi dan pangan lokal lainnya didorong untuk berkembang bersama masyarakat setempat. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertanian Papua tidak diarahkan untuk menggantikan pangan lokal dengan komoditas tertentu. Sebaliknya, pemerintah berupaya mempertemukan kekuatan pangan tradisional dengan teknologi dan sistem pertanian modern. Dengan cara itu, peningkatan produktivitas dapat berlangsung tanpa mengabaikan karakter sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Komitmen pemerintah tersebut turut mengemuka dalam PAPEDA Summit 2026 yang sebelumnya diselenggarakan pada 2–4 September 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi pembangunan Papua yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. …

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Oleh: Soleh Mahmud Bagi para petani,…

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Oleh: Soleh Mahmud Bagi para petani,…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.