Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengecam keras Polisi Israel yang melakukan tindakan brutal kepada warga Palestina ketika sedang shalat Tarawih di Masjid Al-Aqsa.
Ia mendorong Dewan Keamanan PBB untuk melakukan ikhtiar dan upaya diplomatik agar kemerdekaan Palestina segera diwujudkan.
“Ini sudah kesekian kalinya di setiap tahun selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu saya mendesak kepada PBB untuk tidak menutup mata. Itu sudah menjadi kejadian yang nyata melanggar kemanusiaan, melanggar hak hak asasi manusia, melanggar kehormatan bangsa Palestina,” ujar kepada NU Online usai konferensi pers ikhbar Idul Fitri 1442 H di Gedung PBNU Jakarta, Selasa (11/5).
Kiai Said juga meminta kepada seluruh komponen Palestina untuk bersatu.
Ia menyebut bahwa kekuatan yang paling utama adalah persatuan dan kesatuan. Tidak mungkin perjuangan akan berhasil kalau bangsa Palestina satu sama lain masih konflik, tidak bisa menyatukan sikap dan tidak bisa menyatukan barisan.
“Mari antara Hamas dan Fatah, satu barisan satu sikap dan satu suara. Insyaallah, Allah akan mudahkan dan berikan jalan kepada Palestina untuk mewujudkan kedamaian,” ujar Pengasuh Pesantre Al-Tsaqafah Jakarta Selatan ini. Seperti diberitakan, pada Jumat (7/5/2021) malam waktu setempat, pasukan Israel menembakkan granat kejut, gas air mata, dan peluru berlapis karet untuk membubarkan jamaah Muslim dari Masjid Al-Aqsa.