• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Ketua MPR Apresiasi Peran ASFA Foundation Dorong Kaderisasi dan Percepatan SDM untuk Menyongsong Indonesia Emas

Ketua MPR Apresiasi Peran ASFA Foundation Dorong Kaderisasi dan Percepatan SDM untuk Menyongsong Indonesia Emas

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 23 January 2025

Ketua MPR RI, H Ahmad Muzani mengapresiasi peran ASFA Foundation melalui ribuan beasiswa yang disalurkannya kepada pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Hal itu diungkapkannya saat memberi sambutan pada Seminar Nasional dan seremoni pelepasan 508 sarjana S1, S2, S3 penerima beasiswa ASFA yang akan kembali mengabdi di lembaganya masing-masing.

Konsep Beasiswa Kader Pesantren yang digagas oleh ASFA berorientasi pada penguatan kelembagaan pesantren dan pendidikan Islam. Mereka yang telah selesai studi wajib kembali ke lembaganya untuk memperkuat mutu pendidikan dan pengajaran.

Dalam visinya, Beasiswa ASFA menargetkan dapat mencetak 3.000 Doktor, 5.000 Master, 10.000 sarjana dan 1.000 dokter kader pesantren dan lembaga pendidikan Islam.

“Kami sangat mengapresiasi peran ASFA Foundation, apa yang sedang dilakukan ASFA ini adalah menanamkan sekaligus melestarikan ilmu dan peradaban yang panjang, kita sedang membuat legacy yang akan dinikmati generasi mendatang,” kata Ahmad Muzani di ruang Nusantara V, Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (23/1).

Seminar Nasional mengambil tema Strategi Percepatan dan Pengambangan Sumber Daya Manusia Unggul untuk Penguatan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam Menyongsong Indonesia Emas 2045.

Seminar dihadiri sekitar 315 kiai dari berbagai pesantren di Indonesia: Salafiyah, Ashriyah dan Muhammadiyah. Hadir pula Ketua ASFA Foundation, Komjen Pol (Purn) Dr. Syafruddin Kambo, M.Si. Ketua Baznas Prof. Noor Achmad, Ketua ICMI Prof. Arif Satria, Deputi Bapennas Amich Alhumami. Nampak dalam deretan hadirin Duta Besar Maroko, Mesir, Suriah dan Arab Saudi.

Ahmad Muzani menambahkan, berdasarkan UUD 1945, penyelenggaraan pendidikan adalah tanggung jawab negara/pemerintah. Namun, pemerintah juga tidak bisa jalan sendirian. “Jika semua pihak bisa berkolaborasi dengan baik maka kita akan bisa menghadapi tantangan untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Ahmad Muzani.

Ketua ASFA Foundation, Syafruddin Kambo menjelaskan, ASFA Foundation, memang didedikasikan untuk pendidikan, kemanusiaan dan perdamaian. Selain itu mendorong pertumbuhan dan percepatan SDM yang unggul.

Meski baru berdiri pada tahun 2022, ASFA Foundation telah memberikan beasiswa kepada 1.810 penerima beasiswa yang terdiri dari pelajar, santri dan mahasiswa dari jenjang S1, S2 hingga S3. Penerima beasiswa ASFA tersebar di 99 Universitas di Indonesia dan 24 Universitas di luar negeri dengan berbagai macam keilmuan.

“Kami tidak ingin melewatkan momen untuk mewujudkan Indonesia Emas. Indonesia memiliki modal demografi yang besar dan potensi ini tidak boleh disia-siakan,” kata Syafruddin.

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

Aspirasi dalam Demo Diakomodasi, Pemerintah Perkuat Perbaikan Ekonomi

By Kata IndonesiaJune 25, 20260

Aspirasi dalam Demo Diakomodasi, Pemerintah Perkuat Perbaikan Ekonomi JAKARTA — Di tengah munculnya aksi mahasiswa…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.