• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Ketua Adat Anim HA Dukung Pemekaran Wilayah

Ketua Adat Anim HA Dukung Pemekaran Wilayah

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 6 June 2022

Ketua Adat Anim HA Dukung Pemekaran Wilayah

Oleh : Saby Kossay

Pemekaran wilayah Papua didukung oleh berbagai pihak, termasuk ketua adat Anim Ha. Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) tersebut akan memeratakan pembangunan hingga pembangunan sumber daya manusia Papua.

Beberapa waktu lalu perwakilan masyarakat Papua datang ke Jakarta untuk meminta pemekaran wilayah. Penyebabnya karena di Papua pulaunya luas sekali dan jika hanya ada 2 provinsi, akan ada halangan pembangunan berupa geografis.

Pemerintah akhirnya mengabulkan permintaan mereka dan menambah 3 provinsi baru Papua, yakni Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan Tengah.

Ketua Adat Anim Ha Kabupaten Merauke, Mappi, dan Asmat, Boven Digoel, Paskalis Imadawa menyatakan dukungannya terhadap daerah otonomi baru Papua.

Menurutnya, DOB dapat membawa keadilan dalam pemerataan pembangunan, baik dalam infrastruktur, sarana-prasarana, sampai pembangunan sumber daya manusia.

Paskalis menambahkan, di Papua bagian Selatan perkembangannya amat jauh jika dibandingkan dengan Jayapura dan Pegunungan. Nantinya jika ada provinsi Papua Selatan maka hanya ada 4 kabupaten sehingga pembangunannya akan lebih mudah. Dalam artian, jika ada provinsi baru maka akan mengejar ketertinggalan dengan daerah lain yang lebih maju.
Papua memang amat luas, terbentang lebih dari 300.000 KM2. Jika hanya ada 2 provinsi maka pembangunannya kurang merata, terutama yang ada di pelosok. Namun jika dibagi jadi 5 provinsi maka akan ada pemerataan pembangunan. Penyebabnya karena dana APBN yang diberi lebih banyak, maka uang itu dirupakan jalan raya dan berbagai infrastruktur lain untuk rakyat Papua.
Pemerataan pembangunan adalah manifestasi dari Pancasila karena harus ada keadilan di seluruh Indonesia, termasuk Papua. Jangan sampai di Jayapura sudah maju tetapi di kabupaten lain malah terbengkalai. Jika ada provinsi baru maka gubernurnya akan cepat tanggap untuk membangun dan jarak dari ibu kota provinsi lebih dekat ke daerah, sehingga tidak ada lagi alasan geografis dalam pembangunan Papua.
Pembangunan memang harus dipercepat agar rakyat Papua tidak ketinggalan. Provinsi Papua (dulu bernama Irian Jaya) memang baru saja bergabung jadi wilayah Indonesia pada tahun 60-an, lebih lambat 15 tahun lebih daripada wilayah lain. Oleh karena itu pembangunan harus digenjot agar ada pemerataan pembangunan, dari Sabang sampai Merauke.
Pembangunan di Papua tak hanya infrastrukturnya tetapi juga sumber daya manusia (SDM). Selama ini pembangunan SDM dilakukan melalui pemberian beasiswa otonomi khusus (Otsus). Jadi, anak-anak Papua bisa sekolah sampai SMA, bahkan perguruan tinggi. Jika ada provinsi baru maka dana Otsus akan diberikan secara adil ke 5 provinsi di Bumi Cendrawasih.
Pemberian dana Otsus memang harus diberikan agar rakyat Papua bisa sekolah tanpa memikirkan biaya. Pendidikan menjadi jalan agar terus maju dan menghapus citra buruk bahwa orang Papua tidak semaju di Jawa. Buktinya alumni beasiswa Otsus, Gracia Billy Mambrasar, bisa menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi di usia muda.
Ketua Adat Anim Ha menolak keras jika ada oknum yang menolak pemekaran wilayah. Ia percaya bahwa penambahan daerah otonomi baru akan menjadikan rakyat di Bumi Cendrawasih lebih maju. Pembangunan tidak hanya di Jayapura dan sekitarnya tetapi juga sampai ke pelosok Papua seperti Ilaga, Yahukimo, dan lain sebagainya/
Pemekaran wilayah Papua didukung penuh oleh ketua adat. Dukungan ini menunjukkan bahwa orang asli Papua amat cinta Indonesia dan menyetujui penambahan provinsi di wilayahnya. Mereka percaya bahwa pemekaran wilayah akan membawa kemajuan bagi seluruh rakyat di Bumi Cendrawasih.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda

August 16, 2026

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2

August 16, 2026

Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda Oleh: Zhafran Goldwin Pemerintah kembali membuka Program…

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2 Jakarta – Pemerintah terus…

Program Magang Nasional Batch 2 Dibuka September, Kuota Puluhan Ribuan Peserta

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Program Magang Nasional Batch 2 Dibuka September, Kuota Puluhan Ribuan Peserta JAKARTA — Program Magang…

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala  Oleh : Rivka Mayangsari Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang kembali memperlihatkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat. Antusiasme publik untuk mengikuti berbagai rangkaian perayaan kemerdekaan, khususnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang ingin menyaksikan langsung upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Tercatat lebih dari 336 ribu masyarakat telah mendaftarkan diri melalui laman Pandang Istana. Angka tersebut menjadi gambaran kuat mengenai besarnya perhatian masyarakat terhadap momentum bersejarah yang setiap tahun menjadi simbol kebersamaan seluruh rakyat Indonesia. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas tingginya minat untuk hadir langsung dalam momen peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Tingginya partisipasi publik dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dengan momentum kenegaraan. Antusiasme tersebut tidak sekadar menunjukkan keinginan masyarakat untuk hadir dalam sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan adanya keterikatan emosional masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa. Upacara kemerdekaan menjadi ruang bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran masyarakat dalam perayaan kemerdekaan juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai nasionalisme masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks, momentum HUT RI tetap mampu menyatukan masyarakat dalam semangat yang sama, yaitu rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.