• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Ketahanan Pangan Diperkuat melalui Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional

Ketahanan Pangan Diperkuat melalui Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 15 May 2026

Ketahanan Pangan Diperkuat melalui Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui pengembangan proyek ayam terintegrasi nasional yang kini menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat swasembada protein hewani, meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat, sekaligus memperluas kapasitas ekspor unggas Indonesia. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi pemerintahan Presiden dalam membangun kemandirian pangan nasional berbasis hilirisasi dan penguatan ekonomi rakyat dari desa.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program hilirisasi ayam terintegrasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 1,5 tahun agar manfaatnya dapat segera dirasakan peternak dan masyarakat luas.

“Kita sudah _groundbreaking._ Kita bangun mulai tahun ini. Mudah-mudahan maksimal dua tahun sudah selesai. Kalau bisa satu tahun setengah,” ujar Amran.

Amran juga menekankan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada ayam dan telur, bahkan mampu menembus pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Jepang, Singapura, dan Timor Leste. Menurutnya, hilirisasi menjadi tahapan penting agar industri unggas nasional tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar global.

“Program hilirisasi ayam terintegrasi akan memberikan keuntungan langsung bagi peternak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Amran.

Ia menambahkan bahwa pemerintah ingin menghadirkan sistem usaha yang memberikan kepastian bagi peternak, terutama terkait harga bibit ayam atau _Day Old Chick_ (DOC), pakan, hingga pemasaran hasil produksi.

“Kita ingin BUMN masuk untuk menjamin harga DOC, pakan, dan _pullet_ serta terjamin kualitas dan kuantitasnya dengan harga yang membuat peternak bahagia dan untung. Ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Inilah program Presiden RI,” tegasnya.

Senada, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda menilai proyek ayam terintegrasi menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi peternak rakyat dalam rantai industri nasional. Pemerintah ingin memastikan bahwa peternak kecil tidak lagi berada di posisi paling rentan dalam sistem usaha perunggasan.

“Peternak rakyat menjadi prioritas dalam pengembangan industri ayam nasional. Mereka harus mendapatkan akses terhadap bibit, pakan, teknologi, dan pasar secara lebih adil,” jelas Agung.

Ia juga menyampaikan bahwa pendekatan terintegrasi akan menciptakan efisiensi produksi sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat peternak maupun konsumen. Dengan sistem yang lebih modern dan terhubung, diharapkan mampu menjadi penopang utama kebutuhan protein masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, mengatakan keterlibatan BUMN dalam proyek hilirisasi ayam terintegrasi merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan.

“Hilirisasi ayam terintegrasi menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ucap Maryadi.

Menurutnya, integrasi industri ayam dari hulu hingga hilir akan menciptakan rantai pasok yang lebih efisien, meningkatkan kualitas produk, serta membuka peluang ekspor unggas Indonesia. PT Berdikari juga siap memperkuat kemitraan dengan peternak rakyat melalui penyediaan bibit unggul dan pengembangan fasilitas produksi.

Keberhasilan pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional semakin memperkuat optimisme terhadap masa depan sektor peternakan Indonesia. Melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, dan peternak rakyat, proyek ayam terintegrasi nasional diyakini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian pangan, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.