• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Regional»Kesiapan Pengamanan Bukti Komitmen Pemerintah Pastikan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali Berjalan Aman

Kesiapan Pengamanan Bukti Komitmen Pemerintah Pastikan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali Berjalan Aman

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 28 August 2024

 

Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuatnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 dan High Level Forum On Multi Stakeholders Partnership (HLF-MSP) 2024 di Bali dengan menyiapkan pengamanan ketat. Forum internasional yang akan berlangsung dari 1 hingga 3 September 2024 ini diharapkan menjadi salah satu acara penting yang akan memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara di Afrika.

Sebagai langkah konkret untuk memastikan kelancaran acara ini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengerahkan ribuan personel yang tergabung dalam operasi pengamanan terpusat dengan sandi ‘Puri Agung II 2024’. Operasi ini dirancang untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya dua event internasional tersebut. Pengamanan yang disiapkan oleh Polri tidak hanya sekadar untuk melindungi para tamu negara, tetapi juga untuk menjaga citra Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi aman dan nyaman di mata dunia.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada Selasa, 20 Agustus 2024, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengungkapkan bahwa total 4.523 personel akan diterjunkan dalam operasi ini. Pengamanan ini akan melibatkan personel dari Mabes Polri sebanyak 1.459 orang, Polda Bali dengan 2.464 orang, serta 300 personel masing-masing dari Polda Jawa Timur (Jatim) dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengerahan personel dari dua polda luar Bali ini dilakukan karena Jawa Timur dan NTB dianggap sebagai wilayah penyangga yang berperan penting dalam mendukung keamanan Bali.

Operasi Puri Agung II 2024 akan digelar mulai 31 Agustus hingga 4 September 2024, dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Selain TNI dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Polri juga akan bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan lancar. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan dalam event internasional besar seperti IAF dan HLF-MSP.

Kesiapan pengamanan ini tidak hanya bertumpu pada aparat keamanan, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta. Kepala Biro Operasi Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Soelistijono, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya acara. Ia mengajak seluruh masyarakat Bali untuk bersama-sama menjaga citra Bali sebagai destinasi yang aman, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, kepercayaan dunia terhadap Bali sebagai destinasi aman harus dijaga oleh semua pihak, termasuk masyarakat lokal.

Bali, yang sudah sering menjadi tuan rumah berbagai acara internasional, kembali diuji dalam hal pengamanan. Soelistijono mengingatkan bahwa pola pengamanan yang diterapkan dalam acara ini akan mengikuti standar tinggi yang telah diterapkan dalam event-event sebelumnya, seperti Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum dan KTT G20. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam menjaga nama baik Indonesia di kancah internasional.

Selain pengamanan, persiapan lainnya juga telah dilakukan dengan baik. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 58 kepala negara yang diundang untuk hadir dalam forum ini. Agenda yang akan dibahas dalam IAF dan HLF-MSP mencakup berbagai isu strategis, seperti transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi terciptanya kolaborasi yang lebih erat antara Indonesia dan negara-negara Afrika, yang akan berdampak positif pada pembangunan global.

Dalam penyelenggaraan acara berskala internasional seperti ini, pemerintah berupaya keras memastikan bahwa semua persiapan berjalan dengan baik, termasuk dalam hal pengamanan. Polri bertanggung jawab untuk menjaga situasi tetap kondusif selama acara berlangsung, sehingga para peserta dapat merasa aman dan nyaman. Hal ini tidak hanya penting bagi kesuksesan acara, tetapi juga bagi peningkatan citra Indonesia sebagai negara yang mampu menggelar pertemuan internasional dengan standar keamanan yang tinggi.

Pengamanan yang diterapkan dalam Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 dan High Level Forum On Multi Stakeholders Partnership (HLF-MSP) 2024 di Bali adalah bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam mendukung kesuksesan acara tersebut. Dengan mengerahkan ribuan personel dan bersinergi dengan berbagai instansi, Indonesia siap menunjukkan kepada dunia bahwa Bali adalah tempat yang aman dan layak menjadi tuan rumah bagi pertemuan internasional bergengsi.

Sebagai tuan rumah, Indonesia diharapkan mampu memberikan kesan positif kepada para tamu negara dan delegasi yang hadir. Kesiapan pengamanan yang sudah diatur dengan baik diharapkan dapat menjaga jalannya acara tetap aman, lancar, dan tanpa gangguan, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang mampu menyelenggarakan event internasional dengan sukses.

Selain itu ajakan dari pihak kepolisian kepada masyarakat Bali untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban patut mendapatkan apresiasi. Ini menunjukkan bahwa suksesnya penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum dan High Level Forum On Multi Stakeholders Partnership bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga masyarakat sebagai tuan rumah yang baik. Bali, sebagai destinasi wisata dunia, kembali diharapkan dapat membuktikan bahwa selain keindahan alamnya, ia juga merupakan tempat yang aman untuk menyelenggarakan pertemuan internasional bergengsi.

*) Pengamat isu Keamanan Negara dari Lembaga Indo Gala Media

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.