• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Regional»Aliansi Pemuda Pamulang Permai Dukung Pemagaran Jalur Pipa Gas Pertamina, Desak Transparansi dan Keadilan

Aliansi Pemuda Pamulang Permai Dukung Pemagaran Jalur Pipa Gas Pertamina, Desak Transparansi dan Keadilan

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 3 November 2025

Aliansi Pemuda Pamulang Permai menyatakan dukungan terhadap program pemagaran jalur pipa gas milik Pertamina di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Namun, dukungan tersebut disertai catatan tegas agar pelaksanaannya dilakukan secara transparan, adil, dan tidak tebang pilih, demi menghindari keresahan di tengah masyarakat.

Program pemagaran ini mencakup jalur pipa gas dari ujung Woodbaal hingga area belakang Pamulang, kawasan yang selama ini masih dimanfaatkan warga untuk aktivitas sosial dan ekonomi. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan keamanan publik dan memastikan area jalur pipa benar-benar steril dari kegiatan warga yang berisiko.

Dukungan Bersyarat dari Pemuda Pamulang

Koordinator Aliansi Pemuda Pamulang Permai, Mario Karauwan, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bukan tanpa catatan. Ia menilai kebijakan pemagaran merupakan langkah positif, namun tetap harus dijalankan secara merata dan disertai sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat terdampak.

“Kami sepakat dengan adanya program pemagaran di sekitar jalur gas wilayah Pamulang Permai. Tapi kami minta agar dilakukan secara adil dan merata tanpa tebang pilih, sehingga tidak ada lagi aktivitas apa pun di jalur pipa gas,” ujar Mario Karauwan.

Mario juga mendorong pihak Pertamina Gas dan pemerintah daerah untuk aktif berkomunikasi dengan warga. Menurutnya, transparansi informasi menjadi kunci utama agar kebijakan ini tidak menimbulkan kesalahpahaman atau penolakan di lapangan.

“Warga perlu tahu batas-batas aman dan area yang berisiko. Kalau sosialisasinya minim, masyarakat bisa salah paham,” tambahnya.

Respon Warga dan Aparatur Pemerintah

Sejumlah warga turut memberikan tanggapan positif terhadap program tersebut. Salah satunya, Rini Sulastri (39), warga Pamulang Permai, menyebut langkah pemagaran bisa meningkatkan rasa aman warga sekitar, asalkan dilakukan dengan melibatkan masyarakat.

“Kami mendukung program ini karena bisa menambah rasa aman bagi warga. Tapi sebaiknya warga juga diberi penjelasan supaya tahu batas wilayah yang berisiko,” ucap Rini.

Sementara itu, Lurah Pamulang Barat, Mulyadi, S.E., belum dapat dimintai keterangan terkait proyek ini. Pihak Sekretaris Lurah menyebut perlu meminta izin terlebih dahulu sebelum memberikan pernyataan resmi.

Sikap tersebut memunculkan tanda tanya publik terkait komitmen aparatur pemerintah terhadap keterbukaan informasi, terutama dalam kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Landasan Hukum dan Harapan Bersama

Dalam spanduk resmi yang terpasang di kawasan Pamulang Permai, Aliansi Pemuda menegaskan dasar hukum program ini mengacu pada:

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, serta

Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2001, yang mengatur Right of Way (ROW) — larangan segala bentuk aktivitas di sepanjang jalur pipa gas setelah dilakukan pemagaran.

Meski aturan sudah jelas, Aliansi menilai bahwa pelaksanaan di lapangan perlu pengawasan ketat dan pendekatan sosial yang baik. Tanpa komunikasi terbuka, program yang bertujuan menjaga keselamatan bisa menimbulkan keresahan baru di masyarakat.

Menjaga Keselamatan, Membangun Sinergi

Program pemagaran jalur pipa gas dari ujung Woodbaal hingga belakang Pamulang diharapkan menjadi langkah nyata menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Pertamina Gas.

Dengan pelaksanaan yang transparan dan adil, program ini diharapkan tidak hanya menjaga keselamatan publik, tetapi juga menjadi contoh penerapan kebijakan energi nasional yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat.

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.