• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kerumunan Rizieq Shihab Timbulkan Klaster Baru Corona Perlu Ditindak Tegas

Kerumunan Rizieq Shihab Timbulkan Klaster Baru Corona Perlu Ditindak Tegas

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 29 November 2020

Oleh : Dodik Prasetyo

Rizieq Shihab membuat ulah dengan sengaja mengundang 10.000 orang dalam pesta pernikahan putrinya, dengan alasan sekalian memperingati maulid. Ia juga masih sempat mengisi acara di Bogor dan tempat lain. Buntut dari peristiwa-peristiwa ini adalah terbentuknya klaster corona baru di Petamburan dan Bogor.

Setelah Rizieq Shihab kembali ke Indonesia awal november 2020, setiap hari ada saa berita tentangnya. Sayang narasi beritanya selalu negatif, karena ia ngotot melakukan safari ceramah dan membuat pesta besar-besaran. Padahal sudah jelas melanggar protokol physical distancing. Ia juga bandel dan tak mau tes swab di Indonesia dan menolak karantina mandiri.

Sekitar 10 hari setelah acara pernikahan di rumah Rizieq, dilaporkan ada 80 orang yang kena corona. Mereka adalah orang-orang yang diundang oleh pemimin FPI ke pesta, dan sebagian adalah hadirin dalam ceramah yang mendatangkan Habib Rizieq. Terbentuknya klaster corona ini sudah diprediksi oleh ahli epidemiologi.

Baca juga: Jelang Muktamar PPP 2020, Gus Yasin Dicalonkan oleh Arus Bawah

Lurah Petamburan juga dikabarkan hasil tes swab-nya positif setelah ia menghadiri pesta tersebut. Bahkan Rizieq dan istrinya saat ini masuk IGD di sebuah Rumah Sakit swasta di Bogor. Keluarganya pun akan melakukan tes swab massal. Namun anak-anaknya mengelak jika mereka kena corona, alasannya hanya medical check up biasa.

Sayangnya publik tak mempercayai omongan mereka karena cek medis tahunan mengapa harus menginap di IGD? Mungkin ia malu karena jika terbukti positif corona, karena terbukti keras kepala dan tak mau tes swab beberapa saat setelah mendarat di Bandara Soekarno Hatta, dan mengabaikan protokol untuk karantina mandiri selama 14 hari.

Lain lagi dengan jamaah dan tamu pada acara yang dihadiri Rizieq. Ada beragam reaksi saat mereka dinyatakan positif corona. Ada yang biasa saja dan mau isolasi mandiri sekeluarga, dan ada yang malah tidak percaya dengan hasil tesnya. Sementara orang lain ada yang shock berat karena tak menyangka akan mengidap penyakit berbahaya.

Jika sudah terlanjur sakit massal, apa mereka masih mau menyalahkan orang lain dan pemerintah? Padahal mereka mendatangi acara tersebut atas kesadaran sendiri, jadi tidak boleh menyalahkan orang lain. Walau sudah pakai masker namun pada ceramah tersebut tidak ada penerapan aturan jaga jarak, sehingga membuat penularan corona makin cepat.

Apalagi pada pesta dan ceramah tersebut, ada sesi makan bersama. Saat itulah virus mengintai, karena banyak orang yang melepas masker dan mulai menyuapkan hidangan. Ditambah lagi jika mereka tidak sengaja memakai perangkat makan yang sama atau kurang higienis, penularan virus covid-19 akan lebih cepat terjadi.

Wakil Sekjen MUI Najamuddin Ramli menyesalkan kerumunan yang terjadi pada acara yang dihadiri oleh Rizieq. Menurutnya, kerumunan itu telah merusak kerja keras tim satga penanganan covid-19 selama berbulan-bulan. Karena massa memadat saat Rizieq datang di bandara, saat acara di Petamburan, Bogor, dan tempat-tempat lain.

Seharusnya masyarakat tertib dan tetap menaati protokol kesehatan, walau saat ini sudah fase adaptasi kebiasaan baru. Janganlah membuat pesta atau acara peringatan akbar, karena masih sangat berbahaya. Karena siapa tahu pada tempat itu ada orang tanpa gejala yang tak sengaja menularkan corona. Lebih baik menahan diri agar semua aman dan sehat.

Kerumunan pada acara yang dihadiri Rizieq telah membuat bom klaster corona baru dan mencengangkan publik. Mereka yang sakit akhirnya menyesal karena bandel dan tak mengindahkan larangan tim satgas covid untuk tertib melakukan physical distancing. Nasi telah menjadi bubur. Semoga tidak ada lagi acara serupa yang memakan banyak korban.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

MBG Diarahkan Lebih Tepat Sasaran untuk Wilayah 3T dan Stunting Tinggi

September 17, 2026

Pemerintah Prioritaskan MBG ke Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi

September 17, 2026

MBG Diarahkan Lebih Tepat Sasaran untuk Wilayah 3T dan Stunting Tinggi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

MBG Diarahkan Lebih Tepat Sasaran untuk Wilayah 3T dan Stunting Tinggi Jakarta – Badan Gizi…

Pemerintah Prioritaskan MBG ke Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Pemerintah Prioritaskan MBG ke Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi Jakarta – Pemerintah melalui Badan…

Ekonomi Multilateral: Menjadi Indonesia yang Tidak Mudah Didikte Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Ekonomi Multilateral: Menjadi Indonesia yang Tidak Mudah Didikte Kekuatan Global Oleh : Rahmat Hidayat Di…

Ekonomi Multilateral Menjadi Jalan Baru Memperkuat Kedaulatan Nasional

By Kata IndonesiaSeptember 16, 20260

Ekonomi Multilateral Menjadi Jalan Baru Memperkuat Kedaulatan Nasional Oleh : Abdul Razak Indonesia terus memperkuat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.