• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kerjasama PBESI-Kemenpora Gelar Ajang Esports Outdoor Terbesar di Dunia

Kerjasama PBESI-Kemenpora Gelar Ajang Esports Outdoor Terbesar di Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 1 December 2022

Kerjasama PBESI-Kemenpora Gelar Ajang Esports Outdoor Terbesar di Dunia

Kerjasama antara PBESI, Kemenpora dan pihak International Esports Federation (IESF) terjalin erat dalam menggelar ajang esports outdoor terbesar di dunia.

Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) yang diketuai oleh Budi Gunawan kini sedang sibuk untuk menyiapkan ajang gelaran Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022.

Digadang-gadang acara yang akan dihelat pada 2-11 Desember 2022 tersebut akan menjadi sebuah ajang Esports outdoor paling besar di dunia dan juga mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata Tanah Air.

Pasalnya, akan banyak pengunjung yang juga bisa menikmati bagaimana keindahan Bali, yang mana memang sesuai dengan konsep sport tourism kembangan PBESI.

Dengan adanya perhelatan di kancah internasional tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali mengaku pihaknya akan memberi dukungan pada PBESI.

“Kemenpora akan memberi dukungan kepada PB ESI yang akan mengelar Indonesia Esports Summit 2022 dan 14th World Esports Championships 2022. Insyah Allah kami akan datang dan membuka acara ini,” ujarnya.

Bukan hanya itu, bahkan dirinya juga berharap supaya banyak atlet Esports asal Tanah Air bisa mengharumkan nama bangsa.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” sambungnya.
Mengetahui tanggapan sangat positif yang dikemukakan oleh Zainudin Amali, Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), Bambang Sunarwibowo mengaku sangat optimis bahwa memang dunia esports di Tanah Air akan bisa menjadi barometer dunia.

“Terima kasih Pak Menpora atas dukungan terhadap perkembangan cabor Esports Indonesia. Saya optimis, Indonesia Esports Summit 2022 dan 14th World Esports Championships akan menjadi landasan kuat bagi Indonesia di masa depan sebagai salah satu pusat dan barometer esports dunia,” katanya.

Senada denga optimisme tersebut, Ketum PBESI, Budi Gunawan mengungkapkan bahwa ke depan, organisasi yang diketuainya tersebut akan bisa sangat dibanggakan bahkan mampu menjadi cabor terbaik.

“Dalam jangka satu hingga lima tahun ke depan, PB ESI diharapkan bisa menjadi organisasi yang betul-betul dapat dibanggakan. Saya berharap PB ESI juga bisa menjadi organisasi cabang olahraga yang terbaik dibandingkan cabor lainnya,” ujarnya.

Bahkan dirinya juga mengungkapkan komitmen yang kuat untuk bisa terus mendorong produk-produk esports Indonesia dapat terus berkembang.

“Saya sangat berharap produk-produk Esport dalam negeri ini dapat merajai pasar dalam negeri kita.” kata Budi Gunawan.

Mengetahui bagaimana tingginya komitmen PBESI membuat Presiden IESF, Vlad Marinescu memberikan apresiasi tinggi pada Budi Gunawan.
Dirinya juga mengaku akan siap mendukung penuh PBESI dalam suksesi penyelenggaraan ajang esport outdoor terbesar dunia itu.

“Saya mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada Bapak Budi Gunawan dan menyambut PBESI sebagai keluarga IESF. Kami siap berkolaborasi bersama PBESI untuk mendukung pertumbuhan komunitas esports di Indonesia yang tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Selamat dan sukses kepada PBESI untuk penyelenggaraan Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships,” pungkasnya.

Karena salah satunya bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan pariwisata Nusantara, maka dalam acara pembukaan IESF Bali 14th WEC juga banyak sekali menampilkan budaya khas Indonesia seperti Tari Saman dan juga lagu-lagu kebangsaan.

Akan tetapi pengemasannya banyak pula dikolaborasikan dengan kesenian modern yang sedang banyak digandrungi sekarang.

 

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.