• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kerja Sama Bilateral Indonesia-Malaysia, Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Perlindungan Pekerja Migran

Kerja Sama Bilateral Indonesia-Malaysia, Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Perlindungan Pekerja Migran

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 10 May 2023

Kerja Sama Bilateral Indonesia-Malaysia, Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Perlindungan Pekerja Migran

Manggarai Barat — Kerja sama bilateral terus dilakukan oleh Indonesia dengan Malaysia, utamanya dalam momentum pelaksanaan KTT ASEAN 2023. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi kemudian menekankan mengenai pentingnya perlindungan pekerja migran.

Diketahui bahwa Presiden Jokowi mengundang Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim untuk membahas perihal kerja sama bilateral antara kedua negara.

Bukan hanya menekankan pentingnya perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) saja, namun beliau juga menegaskan mengenai optimalisasi one channel system atau sistem satu kanal.

Terkait hal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu RI), Retno Marsudi setelah mengikuti pertemuan bilateral itu menjelaskan bahwa pertemuan dilakukan di sela rangkaian KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo.

“Bapak Presiden kembali mengingatkan pentingnya optimalisasi one channel system dan perlindungan para pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia,” kata Retno.

Lebih lanjut, menurut Menlu, kedua pemimpin negara juga telah membahas mengenai rencana percepatan penyelesaian pada bisang perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Menlu Retno mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi meminta agar persoalan mengenai perbatasan bisa segera diselesaikan.

Terkait dengan persoalan pada bidang perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia sendiri khususnya pada perbatasan laut dan perbatasan darat.

“Bapak Presiden menyampaikan pentingnya segera kedua belah pihak untuk menyelesaikan beberapa bidang untuk perbatasan laut dan juga perbatasan darat,” ujar Menlu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sendiri juga telah menegaskan bahwa ASEAN sama sekali tidak boleh menjadi proksi negara manapun.

Pasalnya, prinsip dari keketuaan Indonesia dalam KTT ASEAN 2023 sendiri adalah sebuah kolaborasi dan kerja sama.

“Prinsip Indonesia di keketuaan ASEAN adalah kolaborasi dan kerja sama dengan siapa pun dan kita tidak ingin ASEAN menjadi proksi siapa pun, proksi negara mana pun,” ujar Presiden.

Menurutnya, dengan begitu, maka ASEAN akan tetap terbuka dan bisa menjalin kerja sama dengan banyak negara.

Dengan prinsip demikian, maka seluruh masalah akan bisa diselesaikan dengan jalan dialog, termasuk juga mengenai isu di Myanmar.

Presiden Jokowi sendiri mengaku bahwa isu Myanmar akan menjadi salah satu poin pembahasan pada ASEAN Summit 2023.

Isu mengenai Myanmar tersebut bagi Presiden RI ketujuh itu akan terus dibahas dengan mengacu pada 5 poin konsensus dan sama sekali hendaknya tidak dengan menggunakan sanksi, namun dialog.

“Iya, secara khusus akan dibahas. Tapi, acuan kita tetap untuk Myanmar, acuan kita tetap ‘5 Point of Consensus’, itu tetap menjadi acuan, tetapi harus dengan dialog, bukan karena–menurut saya sanksi itu bukan sebuah solusi,” tegasnya.

Dia pun berharap agar konflik di Myanmar dapat segera diselesaikan. Setidaknya ada tiga hal yang ditekankan Jokowi terkait isu Myanmar, mulai dari penghentian kekerasan hingga mendorong peran aktif dari Myanmar dalam dialog-dialog.

“Pertama, kekerasan harus dihentikan, segera dihentikan. Yang kedua, bantuan kemanusiaan harus sampai ke rakyat di Myanmar,” ungkapnya.

“Yang ketiga, dialog–ini yang penting–yang ingin kita yang aktif tidak hanya di sini, tetapi juga di Myanmar sendiri juga harus aktif untuk berperan dalam dialog-dialog yang ingin kita lakukan,” tutur Jokowi.

Mengawal Mahasiswa Jaga Demokrasi dari Kepentingan yang Memecah Bangsa

July 9, 2026

Menjaga Demokrasi Indonesia dari Manipulasi dan Polarisasi

July 9, 2026

Mengawal Mahasiswa Jaga Demokrasi dari Kepentingan yang Memecah Bangsa

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Mengawal Mahasiswa Jaga Demokrasi dari Kepentingan yang Memecah Bangsa Oleh : Tri Novrianto Mahasiswa sejak…

Menjaga Demokrasi Indonesia dari Manipulasi dan Polarisasi

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Menjaga Demokrasi Indonesia dari Manipulasi dan Polarisasi Oleh: Yandi Arya Adinegara Demokrasi pada hakikatnya bukan…

Pemerintah Jamin Hak Warga Menyampaikan Pendapat Secara Damai

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Pemerintah Jamin Hak Warga Menyampaikan Pendapat Secara Damai Surabaya – Pemerintah menyatakan bahwa kebebasan menyampaikan…

Pemerintah Tegaskan Perbedaan Pendapat Bagian dari Demokrasi Indonesia

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Pemerintah Tegaskan Perbedaan Pendapat Bagian dari Demokrasi Indonesia Jakarta — Pemerintah menegaskan bahwa perbedaan pendapat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.