• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Kerja Sama Bawaslu dan Komnas Perempuan Ciptakan Ruang Aman Pemilu untuk Semua Pihak

Kerja Sama Bawaslu dan Komnas Perempuan Ciptakan Ruang Aman Pemilu untuk Semua Pihak

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 4 September 2023

Kerja Sama Bawaslu dan Komnas Perempuan Ciptakan Ruang Aman Pemilu untuk Semua Pihak

Oleh : Vania Salsabila Pratama

Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) dan Komnas (Komisi Nasional) Perempuan menciptakan ruang aman untuk semua pihak saat pemilu. Perempuan sebagai warga negara Indonesia wajib mengikuti Pemilu dan mereka dipastikan selalu aman, baik saat masa kampanye maupun ketika hari pemilihan. Harus ada keadilan yang menguntungkan perempuan karena mereka juga memiliki hak untuk dipilih (jadi caleg) atau memilih.

Pemilihan umum (Pemilu) adalah ajang di mana rakyat memilih sendiri presidennya, juga anggota legislatif. Pemilu berlangsung dengan meriah. Terlebih ketika rakyat bisa mencoblos gambar calon presiden (capres) sendiri. Oleh karena itu mereka antusias dalam menyambut Pemilu 2024 dan ingin memberikan suaranya, termasuk pemilih perempuan.

Warga negara Indonesia (WNI) perempuan yang berusia 17 tahun ke atas dengan tertib mengikuti Pemilu dan mencoblos pada hari pemilihan. Selain itu, perempuan juga dipastikan bisa maju menjadi calon anggota legislatif (caleg). Untuk lebih melindungi mereka dari segala kemungkinan negatif maka Bawaslu bekerja sama dengan Komnas Perempuan agar Pemilu berjalan lancar.

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menyambut baik saran dan kolaborasi dari Komnas Perempuan. Bawaslu membuka diri terhadap berbagai kolaborasi dalam mewujudkan pemilu yang ramah kepada perempuan dan para penyandang disabilitas.

Lolly Suhenty melanjutkan, Bawaslu akan bekerjasama dan menindaklanjuti masukan Komnas Perempuan terkait sinergitas peningkatan kepemimpinan perempuan di Bawaslu dan pencegahan serta penghapusan tindak kekerasan terhadap perempuan selama proses pemilu dan pemilihan berlangsung.

Dalam artian, perempuan sebagai WNI harus mendapatkan perlindungan dan haknya saat Pemilu. Jangan sampai ada diskriminasi, misalnya hanya laki-laki yang mendapatkan surat undangan untuk mencoblos. Namun perempuan tidak diberi dengan alasan mereka hanya perempuan.
Kemudian, perempuan juga harus mendapatkan perlindungan baik saat masa kampanye maupun ketika Pemilu berlangsung. Jangan sampai kampanye menjadi ajang pelecehan terhadap perempuan. Misalnya ketika ada pendukung yang merupakan kaum hawa malah diejek karena kampanye dianggap hanya untuk laki-laki. Justru perempuan harus diberi hak yang sama saat kampanye.
Bawaslujuga mendukung program kampanye JITU (jeli, inisiatif, toleran, ukur) sebagai kampanye publik yang digagas Komnas Perempuan pada Pemilu 2009 untuk menggerakkan kampanye pemilih yang cerdas dan bersih sebagai bentuk yang perlu didukung.
JITU adalah salah satu indikator rekam jejak seorang wakil rakyat. Ketika ada caleg yang berkampanye maka perempuan diharap lebih teliti. Pilih sosok yang mendukung hak-hak perempuan, yang inisiatif, dan toleran terhadap sesame. Jangan salah pilih dengan memilih caleg yang sudah jelas intoleran.
Sementara itu, Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi menyampaikan dalam tahapan Pemilu terdapat beberapa hal yang masih rentan pada hak perempuan. Seperti keterkaitan penyelenggaraan pemilu dan keterwakilan perempuan, rekrutmen Bawaslu se-Indonesia, lalu keputusan MA merespon PKPU 10 Tahun 2023 Kekerasan yang dialami perempuan saat Pemilu.
Siti Aminah melanjutkan, Komnas Perempuan mendukung Bawaslu dalam menjalankan tugasnya untuk menyelenggarakan Pemilu sesuai amanat Undang-Undang. Sebab Pemilu nyatanya masih sensitif gender dan rentan kepada perempuan.
Mengenai rekrutmen Bawaslu se-Indonesia maka ada kerja sama antara Bawaslu dengan Komnas Perempuan. Di mana calon anggota dan pengurus Bawaslu harus dilihat rekam jejaknya (baik secara langsung atau melalui media sosial). Saat ini makin mudah melihat rekan jejak seorang calon anggota Bawaslu melalui internet dan bisa disimpulkan ia orang yang kompeten atau bukan.
Jangan sampai anggota Bawaslu ternyata rasis dan tidak mendukung pergerakan perempuan di Indonesia. Oleh karena itu Bawaslu menyambut baik kerja sama dengan Komnas Perempuan agar semua anggota Bawaslu mendukung kemajuan perempuan di Indonesia.
Sementara itu, jumlah calon anggota legislatif menurut Pasal 53 UU Pemilu Nomor 10 Tahun 2008, minimal 30% calon anggota legislatif saat Pemilu adalah perempuan. Aturan ini memiliki payung hukum yang kuat dan tidak boleh disepelekan.
Para caleg perempuan juga harus mendapatkan dukungan dari lingkungan dan partainya. Kehadiran mereka di DPR dan DPRD bukan dianggap sebagai pelengkap atau untuk menggenapi jatah caleg. Namun caleg perempuan dipilih karena mereka memiliki visi dan misi yang bagus terhadap kemajuan bangsa ini.
Caleg perempuan wajib didukung saat Pemilu karena perempuan juga punya hak politik. Jangan katakan politik itu dunia laki-laki. Perempuan dan laki-laki punya hak yang sama saat Pemilu. Dunia politik juga bisa dimasuki perempuan. Buktinya Indonesia pernah punya presiden perempuan yakni Ibu Megawati Sukarnoputri.
Bawaslu bekerja sama dengan Komnas Perempuan untuk melindungi perempuan saat Pemilu. Mereka diberi hak yang sama saat kampanye dan wajib memberikan suara saat hari pemilihan. Jangan ada diskriminasi terhadap perempuan karena mereka bukan warga kelas dua. Perempuan harus dilindungi hak-haknya dan bisa mencalonkan diri sebagai caleg, untuk memajukan Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantar

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.