• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kerja Nyata BIN Kembangkan Olahraga Nasional di Era Digital

Kerja Nyata BIN Kembangkan Olahraga Nasional di Era Digital

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 8 December 2022

Kerja Nyata BIN Kembangkan Olahraga Nasional di Era Digital

Badan Intelijen Negara (BIN) terus meningkatkan kerja nyatanya dalam mengembangkan olehraga nasional di era serba digital seperti sekarang ini. Pembentukan PORBIN yang di dalamnya meliputi cabor esports hingga pelantikan PBESI yang diketuai oleh Budi Gunawan menjadi langkah awal untuk mengantarkan esports Tanah Air terus berkancah di ranah dunia.

Saat ini Indonesia sudah resmi memiliki asosiasi yang menjadi wadah khusus untuk cabang olahraga esports, yakni Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) yang tentunya mampu terus meningkatkan prestasi para atlet dalam olahraga elektronik tersebut hingga di kancah internasional.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang juga sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum PBESI, Jend Pol (Purn) Budi Gunawan pun langsung memiliki banyak langkah strategis untuk terus membangun olahraga esports ke arah yang lebih baik.

Dirinya bahkan langsung membuat segenap regulasi untuk mengatur Esports agar ke depan bisa jauh lebih jelas dan terarah, sehingga mampu pula mencatatkan banyak prestasi.

Budi Gunawan menyatakan bahwa PBESI harus mampu mengahdapi segala tantangan untuk terus mengembangkan esports Indonesia.

“PB Esports harus mampu menghadapi tantangan dan kendala, dan kita punya PR yang harus diselesaikan, salah satunya pembangunan Esports training center yang berstandar internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketum PBESI tersebut menerangkan bahwa ternyata esports memiliki segudang manfaat, sehingga tidak bisa jika dianggap sebagai sebuah permainan belaka.

“Selain aspek permainan, e-sports bermanfaat untuk mengasah kemampuan anak muda dalam berpikir strategis, cerdas dan kreatif, analisis dalam menyusun strategi, motivasi dan kerja sama tim, serta kelincahan dan ketahanan fisik,” jelasnya.

Pengarahan dan pembinaan generasi muda penggemar esports di Indonesia menjadi hal yang sangat tepat menurut Budi Gunawan jika ingin menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di era serba digital seperti sekarang ini.

“Dapat kita bayangkan, para anak muda Indonesia yang menggemari e-sports jika diarahkan dan dibina dengan tepat dapat menjadi SDM unggul di berbagai bidang. Seperti militer, dokter, ahli IT, pengusaha, rekayasa genetik, dan lain-lain. Ini akan membawa Indonesia menjadi negara maju, kuat, dan disegani,” ucapnya.

Adanya kepengurusan PBESI, baginya menjadi sebuah momentum terbaik untuk terus mengawal perkembangan dunia esports menjadi semakin baik dengan dampaknya pula pada perkembangan berbagai sektor strategis lainnya.

“Pelantikan Pengurus PB E-Sports merupakan momentum untuk membawa perkembangan yang semakin positif di Indonesia. Dan dihadapkan memiliki dampak besar bagi kemajuan bangsa di berbagi sektor strategis. Seperti pertahanan keamanan, teknologi, ekonomi kreatif, digital, dan pariwisata,” ucap Kepala BIN tersebut.
Secara khusus, Badan Intelijen Negara (BIN) sendiri juga telah meluncurkan Persatuan Olahraga BIN (PORBIN) yang di dalamnya terdapat 8 cabang olahraga, salah satunya adalah esports.

Terkait hal tersebut, Budi Gunawan mengaku bahwa tujuan pembentukan PORBIN memang untuk peningkatan prestasi para atlet nasional.

“Untuk dapat terus meningkatkan prestasinya di tingkat nasional, sebagai salah satu bentuk kontribusi atlet kami membentuk Persatuan Olahraga BIN, yang terdiri dalam 8 cabang olahraga,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) yang juga telah dilantik sebagai Dewan Pembina PBESI, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa memang regulasi hingga pelaksanaan liga harus tertata dengan jelas.

Hal tersebut baginya akan berkorelasi dengan kemampuan para atlet esports untuk terus mencetak prestasi.

“Ini yang harus ditata dari segi regulasi sampai pelaksanaan liga, dan tentunya bagaimana meningkatkan prestasi dari atlet esports Indonesia,” kata Sandiaga.

****

RUU Perampasan Aset Dipercepat, Pemberantasan Korupsi Jadi Sasaran Utama

September 2, 2026

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

September 1, 2026

RUU Perampasan Aset Dipercepat, Pemberantasan Korupsi Jadi Sasaran Utama

By Kata IndonesiaSeptember 2, 20260

RUU Perampasan Aset Dipercepat, Pemberantasan Korupsi Jadi Sasaran Utama Jakarta — Langkah maju dalam agenda…

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Jakarta – Pembahasan RUU Perampasan Aset…

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan Oleh: Revan Ananda Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan cakupan program yang luas, pelaksanaannya membutuhkan tata kelola yang kuat, standar pelayanan yang jelas, serta pengawasan berkelanjutan. Karena itu, langkah pemerintah dalam mendisiplinkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penting untuk memastikan MBG tidak sekadar mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan keamanan, kualitas, dan kelayakan makanan. Penguatan disiplin menjadi semakin penting seiring bertambahnya jumlah SPPG dan luasnya wilayah pelaksanaan MBG. Setiap unit memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Kesalahan dalam pengadaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi dapat berdampak terhadap penerima manfaat. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) karena itu tidak dapat dipandang sebagai formalitas, melainkan menjadi fondasi untuk menjaga kualitas pelayanan. Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa persoalan yang ditemukan di lapangan mendapat perhatian dan menjadi bahan evaluasi. Langkah pemerintah mengevaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Presiden menunjukkan komitmen yang serius. Masukan dari berbagai pihak untuk melakukan pemantauan langsung di sejumlah daerah dan mengevaluasi pelaksanaan MBG menjadi koreksi yang positif bagi pemerintah. Fakta menemukan adanya pelaksanaan yang berjalan kurang baik, masih terdapat persoalan, khususnya kasus keracunan makanan. Atas temuan tersebut, mereka merekomendasikan BGN menutup secara permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyebabkan keracunan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak dalam penyelenggaraan program MBG. Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan penindakan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program. Ketika terdapat unit yang tidak menjalankan standar secara benar, tindakan korektif diperlukan agar persoalan tidak berulang dan tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keseluruhan MBG. Penutupan SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan juga dapat menjadi bentuk penegakan standar sekaligus pembelajaran bagi unit lainnya. Keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang berhasil disalurkan. Program berskala nasional membutuhkan kualitas pelaksanaan yang konsisten di setiap daerah. Penerima manfaat membutuhkan makanan yang tersedia tepat waktu, bergizi, higienis, aman, dan diproses melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, penerapan SOP perlu dilakukan sejak pemilihan bahan baku, pemeriksaan kualitas, kebersihan dapur, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.…

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG Oleh: Rivka Mayangsar Program Makan Bergizi Gratis…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.