• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Keren, KBRI Nairobi Dorong Kerjasama Perdagangan Melalui Acara Ekspo Hybrid

Keren, KBRI Nairobi Dorong Kerjasama Perdagangan Melalui Acara Ekspo Hybrid

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 31 August 2021

“KBRI Nairobi bekerja sama dengan Kareem International, sebuah perusahaan aggregator ekspor Indonesia, akan menyelenggarakan Hybrid Trade Showcase 2021 pada 7-8 September 2021,” jelas Dubes RI Nairobi, Dr. Mohamad Hery Saripudin. Kegiatan yang menurut rencana akan dibuka oleh Menteri Parekraf Indonesia, Sandiaga Uno, dan Menteri Perdagangan Kenya, Betty Maina, ini bertujuan untuk menghubungkan sektor bisnis di Kenya dan Indonesia, khususnya dalam membantu pengusaha-pengusaha Kenya untuk menemukan produk berkualitas dari mitra terpercaya di Indonesia.

Pada kegiatan ini juga akan dihadirkan sampel produk Indonesia di Nairobi untuk dicoba guna menghadirkan kenyamanan pameran dagang face-to-face di masa pandemi ini. “Sampel produknya berkisar dari makanan dan minuman, produk fashion, kerajinan tangan, rempah-rempah, produk perawatan diri, dan berbagai macam produk FMCG dari lebih dari 70 perusahaan Indonesia yang mencari peluang untuk berkolaborasi dengan calon mitra di Kenya sebagai hub kawasan Afrika,” tambah CEO Kareem International, Isnandar.

Kegiatan utama akan dilaksanakan secara virtual, sedangkan kegiatan sampling akan dilaksanakan langsung secara fisik di KBRI Nairobi.

Lebih lanjut, Dubes Hery menambahkan bahwa dengan mengikuti kegiatan ini, para peserta Kenya akan mendapat kesempatan untuk membangun jaringan bisnis dan mengeksplorasi berbagai produk berkualitas di Indonesia. “Tidak hanya itu, para peserta juga akan dapat mengikuti sesi konsultasi dengan para ahli ekspor-impor dan membangun koneksi dengan banyak calon mitra,” tambahnya.

Di sektor ekonomi, Kenya dan Indonesia menikmati tren hubungan perdagangan yang terus meningkat. Nilai perdagangan kedua negara dari 2016 hingga 2020 telah meningkat lebih dari 90% dengan tren peningkatan hampir 14% per tahunnya. Dari nilai perdagangan USD 414 juta pada tahun 2020, lebih dari 90% surplus di sisi Indonesia.

Sejumlah produk Indonesia yang digemari di Kenya, antara lain produk kelapa sawit, produk kertas, produk tekstil, hingga ban mobil. Indonesia saat ini merupakan pemasok CPO terbesar ke Kenya. Pada tahun 2020, dari total impor CPO Kenya senilai USD 772 juta, sekitar USD 497 juta berasal dari Indonesia (64%). Jumlah tersebut sekitar 10% dari total nilai ekspor CPO Indonesia ke dunia.

Meskipun terdapat peningkatan nilai perdagangan yang cukup konsisten dan Indonesia menikmati surplus neraca, potensi yang belum dimanfaatkan oleh kedua negara masih sangat besar.

“Volume transaksi perdagangan bilateral Indonesia Kenya yang ada masih belum secara optimal. Potensi peningkatannya masih sangat besar,” Dubes Hery menegaskan.

Untuk lebih meningkatkan hubungan perdagangan, pemerintah kedua negara perlu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memberikan insentif bagi pelaku bisnis dari kedua negara. Sejalan dengan praktik umum globalisasi, pengurangan atau penghapusan hambatan perdagangan, termasuk hambatan tarif, meningkatkan pergerakan barang antar negara, akan mendorong perdagangan internasional.

Salah satu caranya adalah dengan pembahasan Preferential Trade Agreement (PTA) untuk mendorong perdagangan sektor-sektor unggulan di kedua negara.

Dengan tren peningkatan nilai perdagangan antara Indonesia dan Kenya, pada awal tahun 2021 pemerintah Indonesia memasukkan Kenya ke dalam daftar negara prioritas untuk ekspor.

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

October 3, 2026

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo

October 3, 2026

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsid JAKARTA – Upaya memperluas jangkauan distribusi kebutuhan…

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo  Oleh: Giana Sulistya Modernisasi pertahanan Indonesia semakin memperlihatkan hasil pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penerimaan kendaraan tempur amfibi AAV M-35, kedatangan pesawat tempur Rafale, hingga bergabungnya kapal induk pertama Republik Indonesia menjadi perkembangan penting dalam penguatan TNI. Pada saat yang sama, pembangunan kapal selam Scorpène di dalam negeri membuka peluang memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus penguasaan teknologi nasional. Rangkaian tersebut patut diapresiasi sebagai bagian dari kesinambungan kebijakan pertahanan. Sejumlah pengadaan yang dimulai ketika Prabowo menjabat Menteri Pertahanan kini memasuki tahap penerimaan dan pengoperasian. Sementara itu, pembangunan alutsista bersama mitra internasional memberi kesempatan bagi industri Indonesia untuk meningkatkan kemampuan produksi, pemeliharaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu perkembangan terbaru berlangsung di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026). Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan 12 kendaraan tempur amfibi AAV M-35 kepada jajaran TNI. Kendaraan varian AAV-7A1 RAM/RS asal Amerika Serikat tersebut memperkuat kemampuan Korps Marinir bergerak dari laut menuju pantai dan melanjutkan operasi di daratan. Bagi negara kepulauan, kemampuan tersebut memiliki arti strategis. Mobilitas pasukan dari kapal menuju daratan merupakan bagian penting dalam operasi amfibi. Kehadiran kendaraan yang dapat beroperasi di kedua medan itu memperluas kemampuan Marinir menjalankan tugas pertahanan wilayah. Penguatan maritim juga ditandai oleh peresmian KRI Sriwijaya-100 sebagai kapal induk pertama Republik Indonesia. Kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan berdinas di Angkatan Laut Italia itu resmi masuk jajaran TNI AL pada 24 September 2026. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin peresmiannya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kehadiran kapal induk pertama merupakan tonggak penting dalam perjalanan pertahanan Indonesia. Menurut penjelasan Panglima TNI yang dipublikasikan Kementerian Pertahanan, KRI Sriwijaya-100 dapat menjalankan peran sebagai pusat komando operasi laut, sarana diplomasi pertahanan, serta pendukung bantuan kemanusiaan. Dengan demikian, pemanfaatannya memiliki cakupan yang luas dalam mendukung kepentingan nasional.…

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat Oleh: Javas Babad Alaska Peringatan…

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana Oleh : Rahmat Prawira Indonesia merupakan negara…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.