• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Internasional»Keren, Dubes Husnan Bey Fananie Dorong Kota Bogor Kerjasama Sister City dengan Kota Azerbaijan

Keren, Dubes Husnan Bey Fananie Dorong Kota Bogor Kerjasama Sister City dengan Kota Azerbaijan

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 18 March 2020

Walikota Bogor, Bima Arya yang didampingi oleh istri dan 3 orang anggota delegasinya tiba di Baku pada 13 Maret 2020.

Setibanya rombangan Pemerintah Kota Bogor di Azerbaijan, mereka langsung menuju ke kantor pelayanan publik Azerbaijan, Asan Service, atau resminya disebut sebagai State Agency for Public Service and Social Innovation under the President of the Republic of Azerbaijan.

Dalam pertemuan ini, kedua pihak yang didampingi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Baku, melakukan penandatangan kerjasama dalam bidang pelayanan publik satu pintu. Dari kerja sama ini, diharapkan Kota Bogor, dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik satu pintunya.

Baca juga: Mantab Cucu Pendiri Gontor, Husnan Bey Fananie Menang Penghargaan Azerbaijan Award 2019

Pada malam harinya, rombongan Walikota Bogor disambut oleh WNI yang berada di Baku, Azerbaijan, di Wisma Duta Besar. Dalam kesempatan ini, dilakukan dialog tanya jawab antara Walikota Bogor – Bima Arya, Dubes RI Azerbaijan – Husnan Bey Fananie, dengan warga Indonesia.

Keesokannya, rombongan melakukan kunjungan kerja ke kota Lankaran, sebuah kota yang subur dengan hasil buminya dan sangat terkenal akan kualitas teh dan buah citrusnya.

Program kerjasama yang sudah dirancang dari beberapa bulan sebelumnya ini, akhirnya terealisasi pada tanggal 14 Maret 2020, dimana Walikota Bogor dan Walikota Lankaran melakukan penandatanganan kesepakatan Sister City.
Diharapkan kerjasama ini, akan meningkatkan kerjasama lainnya antar kedua kota di bidang perdangan, sosial dan budaya.

“Kunjungan Walikota Bogor ke Baku ini menjadi tonggak baru dalam peningkatan kerjasama bilateral Indonesia dan Azerbaijan, karena dengan kunjungan ini, Indonesia jadi memiliki kerjasama Sister City dengan kota di Azerbaijan dan ini pertama kalinya, sementara Sister City sendiri merangkum upaya peningkatan kerjasama di bidang pariwisata, ekonomi dan sosial budaya” ujar Husnan Bey Fananie, Dubes RI Azerbaijan.

Di kota ini, diselenggarakan juga pertemuan bisnis antara KBRI Baku, Pemkot Bogor, Pemkot Lankaran dan para pengusaha setempat. Di dalam kesempatan ini KBRI Baku mensosialisasikan peluang berinvestasi di Indonesia dan mempromosikan kegiatan Trade Expo Indonesia 2020.

Sementara dari Pemkot Bogor mempresentasikan peluang usaha dan potensi-potensi yang dimiliki oleh Kota Bogor, salah satunya adalah pariwisata, pakan ternak (magot), teh hitam dan teh hijau. Keeseokan harinya, rombongan Pemkot Bogor bertolak kembali ke tanah air.

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.