• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Kenali Happy Hypoxia, COVID-19 Tanpa Gejala

Kenali Happy Hypoxia, COVID-19 Tanpa Gejala

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 13 September 2020

Laporan: Aurelia Syafira Widya

Orang Tanpa Gejala atau yang biasa disingkat OTG adalah istilah yang digunakan kepada pasien-pasien yang terpapar virus corona, tetapi tidak menunjukkan gejala apapun. Kata ini mulai muncul dan populer karena pandemi COVID-19.

Istilah OTG disebarluaskan kepada khalayak guna mengingatkan bahwa ada situasi orang yang membawa virus, tetapi tampak sehat. Ada istilah baru yang sedang beredar luas yakni Happy Hypoxia, yang cukup mematikan karena tanpa gejala.

Istilah ini muncul akibat unggahan dari seorang dokter yang bernama Disa Edralyn yang viral di Twitter. Ia menjelaskan kondisi pasiennya yang tak biasa akibat COVID-19, yaitu happy hypoxia.

Melansir dari IDN Times, Dokter Disa menjelaskan bahwa pasien tersebut sadar, tetapi kadar oksigen di dalam darahnya hanya 40 persen. Selain itu, jumlah tarikan napas sangat intens, yakni 50 tarikan per menit. Saat diberi oksigen murni pun, pasien hanya bisa mengambil hingga 70 persen, tidak 100 persen.

Baca juga: PENYEBAB NYERI HAID DAN CARA MENGATASINYA

Padahal, dalam keadaan normal kadar oksigen dalam darah semestinya berada di angka 95 persen atau lebih, sedangkan tarikan napas normal seharusnya di bawah 20 tarikan per menit. Hal ini tentu mengisyaratkan adanya ketidaknormalan pada pasien tersebut.

Dokter Disa cukup kaget dengan keadaan pasien. Ia mengatakan bahwa dengan kondisi seperti itu, pasien seharusnya sudah tak sadarkan diri. Sebab, kadar oksigen yang cuma 40 persen tidak akan cukup untuk disalurkan ke organ vital seperti otak.
Pasien yang mengalami happy hypoxia tampak baik-baik saja dan bisa beraktivitas normal. Namun, di balik itu, kadar oksigen di dalam darahnya begitu rendah hingga bisa menyebabkan pasien tidak sadarkan diri.

Sebenernya apa itu happy hypoxia? Berikut penjelasannya yang sudah tim redaksi kumpulkan dari berbagai sumber:

1. Mengenal Happy Hypoxia

Dokter Eric menyebutkan bahwa sebenarnya happy hypoxia ini merupakan terminologi medis yang tergolong baru, terutama untuk kasus COVID-19. Kondisi ini dapat diartikan sebagai kadar saturasi oksigen yang di bawah kadar normal.
Di mana orang normal ekspektasinya kadar oksigen lebih dari atau sama dengan 95, tentu tanpa adanya keluhan sesak napas dan lain-lain.

Pasien yang mengalami happy hypoxia, ketika kadar oksigen turun drastis, yang terjadi adalah otak tak akan mendapatkan oksigen yang cukup. Akibatnya, muncul gejala lain seperti sesak napas atau bahkan tak sadarkan diri.

Menariknya, gejala kesulitan bernapas tersebut tidak ditemukan, menjadikan hipoksia ini dinamai happy hypoxia karena membuat orang tetap bisa bahagia walau sebenarnya terkena.

2. Apakah Happy Hypoxia dengan Silent Hypoxia itu sama?

Banyak orang yang menganggap bahwa happy hypoxia ini sama dengan silent hypoxemia. Dokter yang sedang bersekolah di Inggris itu mengatakan bahwa keduanya adalah terminologi yang berbeda. walaupun kondisi yang disebabkan mirip. Terlebih keduanya juga bisa terjadi pada pasien COVID-19 secara bersamaan.

3. Happy Hypoxia baru muncul saat COVID

Seperti yang sudah dikatakan pada poin pertama, gangguan yang disebut dr. Chandra seharusnya menggunakan istilah happy hypoxemia atau silent hypoxemia ini akan punya gejala merasa sesak dan susah bernapas. Namun itu tidak berlaku di dalam kasus COVID-19.

“Fenomena happy hypoxemia ini belum pernah dijumpai sebelum penyakit COVID ini. Kadar oksigen darah pasien rendah, tapi masih bisa aktivitas seperti biasa dan tidak merasa apa-apa. Jadi, happy hypoxemia ini bagian dari COVID-nya,” ujar dr. Chandra menerangkan.

4. Diagnosis happy hypoxia hanya bisa dilakukan oleh dokter

Berhubung gangguan kesehatan ini tidak memiliki gejala, maka cara satu-satunya untuk mengetahui seseorang mendapatkan hipoksemia ini adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Nantinya sang pasien akan diperiksa dengan alat saturasi oksigen.

Namun karena happy hypoxia adalah gangguan kesehatan yang sangat erat kaitannya dengan COVID-19, maka ada baiknya yang memeriksa hanyalah mereka yang menderita atau telah sembuh dari COVID-19.

Perlu diingat bahwa fenomena ini terjadi pada pasien covid, jadi untuk pemeriksaannya tentu harus ada gejala COVID yang lain juga (demam/riwayat demam, batuk2, nyeri menelan, gangguan mencium bau). Kalau orang sehat normal tidak disarankan melakukan pengecekan saturasi.

Yang membuat happy hypoxia berbahaya dan harus diwaspadai adalah sifatnya yang terjadi secara diam-diam. Seseorang tidak akan sadar bahwa oksigen di tubuhnya rendah jika mereka tidak memeriksakan diri.

Jadi tetap jaga jarak dengan orang lain, tak perlu keluar rumah jika tidak ada keadaan yang mendesak, gunakan masker, dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin. Dengan begitu, risiko penularan COVID-19 bisa diminimalkan.

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

September 14, 2026

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

September 14, 2026

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia Jakarta – Menteri Koordinator Bidang…

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia JAKARTA – Di tengah ketidakpastian serta dinamika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.