• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Kementerian Agama Dorong Pentingnya Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren

Kementerian Agama Dorong Pentingnya Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 6 May 2021

Menjadi warga negara Indonesia berarti siap menjadi bagian dari banyaknya perbedaan. Indonesia memiliki 34 provinsi, yang didalamnya tentu memiliki beragam kultur, agama, ras, suku dan bangsa.

Banyaknya keragaman di tanah air, membuat masyarakat harus memiliki sifat toleransi yang tinggi. Jika tidak, banyaknya kasus perpecahan akan merajalela bahkan dapat memecah belah masyarakat Indonesia sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dr. H. Waryono Abdul Gofur, M.Ag dalam acara “Sistem Menejemen Penjaminan Mutu Madrasah Diniyah dan Takmiliyah” pada Rabu, 5 Mei di Serpong, Tanggerang Selatan.

Moderasi merupakan sebuah penghindaran keeskstreman dalam suatu kelompok. Dirinya menekankan bahwa masyarakat harus memiliki jiwa moderasi beragama yang baik. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pada masa sekarang, yang dibutuhkan adalah memahami makna pluralitas yang diciptakan Tuhan untuk kita seperti apa.

“Memahami banyak perspektif moderasi beragama juga satu hal yang sangat penting. Salah satunya dalam alquran Allah menyebutkan dengan jelas terdapat berbagai macam golongan-golongan agama lain yakni Majusi, Nasrani dan Yahudi. Dalam hal itu dapat diakui bahwa hal tersebut merupakan sebuah realitas,” terang Dr. H. Waryono Abdul Gofur, M.Ag.

Kementerian Agama secara teoritik setidaknya memiliki empat indikator terkait moderasi beragama dan kerukunan umat beragama, diantaranya komitmen kebangsaan, antikekerasan, akomodatif terhadap kebudayaan lokal, dan toleransi. Terlebih, moderasi beragama telah menjadi program nasional pemerintah yang dalam hal ini diharapkan sosialisasi yang dilakukan dapat menyeluruh dirasakan seluruh elemen masyarakat.

Sementara Irhas Sobirin selaku Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren mengatakan, bagi mereka yang tidak mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di pondok pesantren, maka agar memiliki dasar pelajaran agama mengingat maraknya kompetensi orang-orang yang melayani umat manusia dengan jargon agama, tidak semuanya dapat dijadikan referensi. Dirinya menambahkan, jangan sampai kita salah langkah dalam memahami moderasi beragama.

“Oleh karenanya, Diniyah diharapkan dapat menjadi tolok ukur dan referensi masyarakat terutama dalam konteks agar peserta didik paham agama yang relevan untuk Indonesia,” katanya.

Pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan yang mengajarkan untuk beragama yang benar sesuai dengan syariat-Nya dan tentunya pesantren sejak awal dibuat para pendirinya untuk melayani umat dan memberdayakan masyarakat.

“Jika dua hal tersebut telah dilaksanakan dengan benar, kedepannya hambatan mengenai moderasi beragama dapat diatasi dengan sebagaimana mestinya. Serta kuatnya ekonomi juga menjadi salah satu penopang fungsi pesantren dalam pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat,” tutup Irhas Sobirin.

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

June 15, 2026

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa

June 15, 2026

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2 Jayapura – Ketua…

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa *Jakarta,* Beberapa waktu lalu,…

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998 Jakarta – Wacana…

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional JAKARTA – Pemerintah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.