• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kemenkes Perluas Sasaran Vaksinasi ke Kelompok Pra Lansia

Kemenkes Perluas Sasaran Vaksinasi ke Kelompok Pra Lansia

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 31 May 2021

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada kelompok umur pra-lansia dimulai dari usia 50 tahun ke atas.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Pra Lansia dan Hasil BPOM Terkait Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang ditandatangani Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu pada 28 Mei 2021 dan ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi/Kota/Kabupaten se Indonesia.

“Sasaran pemberian vaksinasi Covid-19 diperluas ke kelompok umur pra lansia, dimulai dari usia 50 tahun ke atas. Kebijakan ini diambil dengan dasar kelompok pra-lansia adalah kelompok usia paling rentan kedua setelah lansia dan perlu dilindungi,” dikutip dari edaran itu,

Dalam edaran juga dijelaskan bahwa program vaksinasi mekanisme 2:1, yaitu untuk satu orang usia 18-49 tahun dapat menerima vaksinasi bila membawa dua orang usia 50 tahun ke atas.

“Hal ini dapat diimplementasikan sesuai kebijakan daerah masing-masing,” tulis edaran.

Selain memperluas sasaran, edaran itu juga menjelaskan bahwa vaksin AstraZeneca Batch (Kumpulan Produksi) CTMAV547 dapat digunakan kembali, setelah sebelumnya penggunaan sempat dihentikan.

Langkah itu diambil lantaran BPOM telah melakukan pemutakhiran informasi keamanan vaksin AstraZeneca CTMAV547, yang disimpulkan tidak ada keterkaitan antara mutu vaksin dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dilaporkan.

“BPOM, Kemenkes, dan Komnas PP KIPI terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia, dan menindaklanjuti setiap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi,” dikutip dari edaran.

Investasi Asing Terus Masuk, Presiden Prabowo Sebut Dunia Percaya Indonesia

September 22, 2026

Presiden Prabowo Sebut Investasi Ribuan Triliun Buka Jutaan Lapangan Kerja

September 22, 2026

Investasi Asing Terus Masuk, Presiden Prabowo Sebut Dunia Percaya Indonesia

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Investasi Asing Terus Masuk, Presiden Prabowo Sebut Dunia Percaya Indonesia JAKARTA – Arus investasi asing…

Presiden Prabowo Sebut Investasi Ribuan Triliun Buka Jutaan Lapangan Kerja

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Presiden Prabowo Sebut Investasi Ribuan Triliun Buka Jutaan Lapangan Kerja JAKARTA – Investasi menjadi salah…

Pekerja Hijau: Jawaban atas Perubahan Industri dan Tuntutan Keberlanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pekerja Hijau: Jawaban atas Perubahan Industri dan Tuntutan Keberlanjutan *) Oleh : Dewi Astuti Jakarta…

Pekerja Hijau Disiapkan dari Sabang sampai Merauke lewat Balai Vokasi

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Pekerja Hijau Disiapkan dari Sabang sampai Merauke lewat Balai Vokasi JAKARTA — Pemerintah memperluas penyiapan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.