• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Kemenag akan Perkuat Pemahaman Moderasi Beragama Para Dai

Kemenag akan Perkuat Pemahaman Moderasi Beragama Para Dai

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 4 June 2021

Kementerian Agama akan memfasilitasi pembinaan para dai atau penceramah terkait moderasi beragama dan wawasan kebangsaan. Melalui fasilitasi ini diharapkan dapat meningkatan kompetensi para dai.

“Fasilitasi pembinaan ini untuk meningkatkan kompetensi para dai dalam menjawab dan merespons isu-isu aktual dengan strategi metode dakwah yang menitikberatkan pada wawasan kebangsaan atau sejalan dengan semboyan hubbul wathan minal iman,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Kamis (3/6).

Proses bimtek ini akan menggandeng sejumlah organisasi masyarakat keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta sejumlah ormas agama lainnya.Melalui bimtek ini, Menag berharap wawasan kebangsaan para penceramah semakin kuat dan akhirnya bermuara pada menebarkan ajaran agama yang penuh cinta kasih dan perdamaian terhadap sesama umat beragama.

“Saat ini moderasi beragama telah menjadi bagian dari kebijakan dan strategi dari pemerintah menuju revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Diharapkan para dai yang sudah dibina akan bertambah wawasan serta kompetensi keilmuannya dan memiliki integritas kebangsaan yang tinggi,” kata dia.

Nantinya, penceramah yang telah mengikuti bimbingan teknis bakal mendapat sertifikat. Namun kata dia yang mesti digarisbawahi, sertifikat ini bukan menjadi modal atau syarat wajib dai untuk bisa berceramah.

“Jadi bukan sertifikasi seperti yang dibayangkan. Jadi dai dikumpulkan sama Kementerian Agama dikasih wawasan kebangsaan, dikasih moderasi kemudian diberi sertifikat. Kemudian sertifikat ini menjadi modal atau syarat untuk bisa berceramah, tidak seperti itu,” kata dia.

Kendati demikian, kompetensi wawasan kebangsaan ini tidak akan bermanfaat apabila masyarakat tidak terlibat di dalamnya. Masyarakat mesti cermat memilih dai yang akan diundang agar penyampaian ajaran-ajaran Islam menitikberatkan pada cinta kasih.

“Pemerintah dan kita semua harus berusaha untuk memberikan pemahaman tambahan wawasan kepada para dai,” katanya.

RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia

July 10, 2026

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

July 10, 2026

RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia

By Kata IndonesiaJuly 10, 20260

RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia Oleh Dinia Yuliarachmi Persetujuan pendahuluan Rancangan Anggaran…

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

By Kata IndonesiaJuly 10, 20260

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional Jakarta – Wakil Ketua Badan…

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaJuly 10, 20260

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional JAKARTA – Pemerintah bersama DPR…

Pemerintah Sempurnakan Skema MBG demi Layanan Gizi Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaJuly 10, 20260

Pemerintah Sempurnakan Skema MBG demi Layanan Gizi Lebih Tepat Sasaran Oleh: Farel Akbar Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.