• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Kelompok Separatis dan Teroris Musuh Bersama Masyarakat Papua

Kelompok Separatis dan Teroris Musuh Bersama Masyarakat Papua

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 26 June 2023

Kelompok Separatis dan Teroris Musuh Bersama Masyarakat Papua

Oleh : Veronica Lokbere

Apa yang dilakukan oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua tidak mencerminkan nilai perjuangan untuk rakyat Papua. Alih-alih berjuang, mereka justru kerap melakukan aksi kejahatan yang menimbulkan korban jiwa dimana korban jiwa tersebut justru sebagian besar adalah orang asli Papua (OAP) itu sendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa KST merupakan musuh bersama masyarakat Papua.

Pernyataan bahwa KST merupakan musuh bersama masyarakat Papua juga diperkuat oleh pernyataan dari Paulinus Ohee selaku Koordinator Cendekiawan Muda Papua. Dirinya menilai bahwa perbuatan yang dilakukan KST tidak manusiawi dan sangat keji.

Paulinus menilai, bahwa perjuangan mereka ini adalah perjuangan kelompok yang tentu saja merugikan Indonesia. Sebagai anak bangsa, masyarakat papua tentu saja tidak akan mendukung perbuatan-perbuatan KST, karena yang menjadi korban adalah orang Papua maupun saudara-saudara yang ada di Nusantara.

Semua masyarakat Papua yang menjadi korban dari perbuatan mereka tentu tidak mencerminkan nilai-nilai dari hak asasi kemanusiaan (HAM).

Dirinya juga ingin agar masyarakat Papua mendukung langkah keamanan yang telah diambil oleh aparat keamanan dalam melakukan operasi hukum terhadap KST.

Dengan demikian tentu saja masyarakat Papua memiliki keinginan bersama untuk menjadikan tanah Papua sebagai wilayah yang damai. Dimana seluruh masyarakat Papua bisa menjadikan tanah Papua sebagai tanah yang damai bukan sebagai daerah konflik.

Sementara itu, terkait dengan penyanderaan pilot Susi Air oleh KST Papua, Paulinus mengimbau kepada KST Papua yang telah melakukan penyanderaan terhadap Pilot Susi Air, Philip Mehrtrens untuk tetap dihormati hak-hak kemanusiaannya dan juga untuk Philip Mehtrens dapat dibebaskan serta dapat melakukan aktivitas publik secara umum. Apalagi Philip Mehtrens juga tidak memiliki keterlibatan langsung dalam konflik antara KST dengan Aparat TNI/Polri.
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mendukung langkah cepat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman untuk mengirim pasukan tambahan ke Papua. Pasukan tersebut diketahui guna menambah tenaga untuk mengevakuasi Capt Philip Mehtrenz yang hilang usai pesawatnya dibakar oleh KST. Dukungan tersebut hadir karena TNI adalah garda terdepan negara dalam mengatasi masalah ancaman keamanan nasional khususnya separatisme. Terlebih, selama ini sudah banyak anggota TNI-Polri dan masyarakat sipil yang menjadi korban kebrutalan KST.
Tentu saja wajar jika TNI/Polri terus melakukan pengamanan untuk Papua secara tegas dan terukur. Hal tersebut dilakukan karena Papua saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, sehingga keamanan menjadi hal vital dalam rangka mengawal progres pembangunan di Bumi Cenderawasih.
Pada kesempatan berbeda, Pengamat Militer, Susaningtyas Kertopati mengatakan bahwa seluruh masyarakat harus mengecam tindakan brutal KST, apalagi KST telah berani melakukan tindakan kekerasan fisik di Papua. Di mana banyak nyawa pekerja dan teknisi lapangan PT yang hilang akibat serangan dari KST. Aksi tersebut tentu saja semakin menguatkan bahwa KST bertindak tidak berdasarkan ideologi, tetapi pragmatisme yang membuat mereka akan melakukan tindakan brutal terhadap siapapun yang berbeda ideologi dengan mereka.
Selain melakukan penyiksaan secara fisik, KST juga telah melakukan pembunuhan kepada seorang guru, padahal guru merupakan profesi yang sangat dibutuhkan oleh Papua. Karena melalui Guru-lah pembangunan SDM Papua dimulai. Selain itu KST juga pernah membakar gedung sekolah, aksi biadab tersebut tentu saja menjadi bukti bahwa mereka sangatlah anti dengan pendidikan. Padahal pendidikan yang baik merupakan salah satu upaya dalam memajukan Papua untuk menjadi lebih baik.
Keresahan masyarakat Papua akibat aksi KST tentu saja menunggu kehadiran negara untuk menjamin keamanan masyarakat yang tinggal di tanah Papua. Masyarakat yang tinggal di Papua sudah pasti ingin melakukan aktivitas pekerjaannya dengan tenang tanpa rasa takut oleh ancaman teror dari KST. Anak-anak di Papua juga pasti ingin belajar di sekolah dengan damai tanpa desing suara peluru yang membuat aktivitas belajar-mengajar menjadi terbengkalai.
Masyarakat Papua menginginkan kemajuan serta keamanan untuk wilayahnya, sehingga aksi KST yang kerap melakukan kebrutalan merupakan aksi yang tidak dibenarkan dan patut dikecam sebagai bentuk kejahatan terhadap NKRI. Ulah brutal dari KST telah membuat rakyat Papua menjadi semakin sengsara, hal ini disebabkan karena serangan dari KST membuat aktivitas masyarakat terhenti. Hal ini dibuktikan berhentinya aktifitas seperti jual beli ketika ada ancaman dari KST.
Pihak TNI-Polri tentunya akan berada di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, sehingga masyarakat yang hendak beraktivitas seperti jual-beli atau bertani, memiliki rasa aman dari segala ancaman yang dimunculkan oleh KST.
KST telah menjadi kelompok yang keberadaannya tidak merepresentasikan Papua sebagai bagian integral dari NKRI. KST hanyalah sekelompok orang yang ingin menebarkan teror sehingga wajar jika KST menjadi musuh bersama bagi aparat TNI/Polri dan masyarakat Papua.

) *Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

August 19, 2026

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi

August 19, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT Jakarta – Pemerintah memperkuat pembentukan satuan tugas…

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi Jakarta – Penanganan korban gempa…

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah  Oleh: Agus Sasongko Sudah saatnya publik menilai perjalanan pembangunan bukan hanya dari janji, tetapi juga dari arah kebijakan dan hasil yang mulai terlihat di tengah kehidupan masyarakat. Dalam 21 bulan pemerintahan, berbagai langkah yang diambil menunjukkan adanya upaya mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini dianggap rumit dan membutuhkan waktu panjang. Di tengah tantangan pada sektor pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik, rangkaian kebijakan transformatif menjadi sinyal bahwa negara sedang bergerak lebih cepat membenahi masalah sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi masa depan Indonesia. Gambaran tersebut mengemuka dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta. Pada kesempatan itu, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan sekaligus menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari pemerintahan. Artinya, rata-rata satu kebijakan lahir setiap lima hari sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan negara yang sebagian telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan keberanian dalam pengambilan keputusan. Menurut Prabowo Subianto, pencapaian tersebut lahir dari kombinasi keberanian mengambil keputusan, kerja keras, arah kebijakan yang jelas, serta semangat gotong royong seluruh unsur bangsa. Pemerintah juga tidak mengklaim seluruh persoalan telah selesai, tetapi menilai berbagai tantangan nasional mulai memasuki tahap penyelesaian yang lebih nyata. Cara pandang tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan diposisikan sebagai proses berkelanjutan yang menuntut konsistensi, bukan sekadar mengejar pencapaian jangka pendek yang mudah dilupakan. Salah satu indikator keberhasilan yang paling menonjol selama setahun terakhir terlihat pada sektor pangan. Indonesia berhasil mencapai swasembada delapan komoditas utama lebih cepat dibanding target awal yang diperkirakan membutuhkan empat hingga lima tahun. Beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit menjadi komoditas yang berhasil diperkuat melalui kombinasi kebijakan produksi, distribusi, serta dukungan kepada petani. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa percepatan kebijakan dapat menghasilkan dampak nyata ketika hambatan birokrasi dan distribusi mulai disederhanakan. Keberhasilan tersebut diperkuat oleh langkah pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk yang selama ini dinilai menghambat akses petani. Selain itu, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga biaya produksi menjadi lebih ringan. Kebijakan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berdampak terhadap kinerja PT Pupuk Indonesia yang mencatat peningkatan keuntungan sebesar 252,8 persen. Situasi ini memperlihatkan bahwa kebijakan yang tepat dapat menghadirkan manfaat ganda, yakni memperkuat kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan kinerja badan usaha milik negara. Pada sektor energi, pemerintah juga menunjukkan langkah strategis melalui implementasi diesel berbasis campuran biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri sehingga mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau setara USD9,5 miliar. Langkah tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Keberhasilan itu menunjukkan bahwa hilirisasi sumber daya dan pemanfaatan energi domestik mulai memberikan hasil yang konkret bagi perekonomian nasional.…

Kebijakan Transformatif: Pemerintahan Jadi Cepat, Tegas, dan Berorientasi Hasil

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kebijakan Transformatif: Pemerintahan Jadi Cepat, Tegas, dan Berorientasi Hasil Oleh: Ahmad Mustofa Di tengah berbagai…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.