• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Kedatangan WN China untuk Bekerja, Bukan Berwisata

Kedatangan WN China untuk Bekerja, Bukan Berwisata

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 13 May 2021

Oleh : Muhamad Yasin

Sebanyak 157 warga negara China masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta. Kedatangan mereka sudah dikonfirmasi, bahwa akan bekerja di Indonesia. Bukan untuk traveling seperti yang dituduhkan oleh beberapa pihak.
Pemerintah dengan tegas melarang masyarakat untuk mudik lebaran. Jalan lintas provinsi dan antar kota ditutup dan diawasi oleh aparat.

Begitu juga dengan jalur bus, kereta api, dan pesawat terbang, aka ditutup sementara mulai tanggal 6 hingga 15 mei 2021. Semua ini demi menurunka resiko serangan corona baru karena pergerakan massal.

Ketika ada warga negara asing yang berhasil mendarat di Jakarta, maka masyarakat langsung kasak-kusuk. Mengapa seolah pemerintah tidak adil dengan mengutamakan warga negara asing? Akan tetapi, langsung ada keterangan dari Dirjen Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting. Mereka datang dengan visa kerja, bukan visa wisata.

Jhoni melanjutkan, seluruh WNA China itu telah mematuhi Peraturan Menkumham nomor 26 tahun 2020. Juga telah mendapat rekomendasi clearance dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementrian Kesehatan.

Rekomendasi ini tidak akan keluar ketika mereka tidak lolos pemeriksaan kesehatan sesuai dengan protokol kedatangan orang dari luar negeri, yang telah ditetapkan oleh tim satgas covid.

Penjelasan dari Dirjen Imigaasi Kemenhukam ini menyejukkan hati masyarakat, karena ternyata WNA tersebut sudah mematuhi aturan yang ada di Indonesia. Karena semua WNA masih dilarang untuk masuk ke Indonesia sejak bulan maret tahun 2020, jika ia memakai visa wisata atau visa on arrival. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah tidak mengutamakan warga negara asing daripada WNI.

Apalagi setelah sampai, menurut protokol, para WNA harus melakukan karantina mandiri di tempat khusus, selama 5 hari. Baru boleh beraktivitas seperti biasanya. Sehingga pekerja yang berasal dari Guangzhou, RRC, ini dipastikan tidak membawa bibit virus covid-19 dan tidak berstatus orang tanpa gejala. Karena sudah melewati screening kesehatan yang ketat.

Masyarakat tak akan lagi menuduh bahwa pemerintah pilih kasih. Karena para WNA datang bukan untuk berlibur, melainkan bekerja. Mereka akan ditempatkan di beberapa proyek strategis nasional, bantuan medis dan kemanusiaan, penyatuan keluarga, objek vital, kru alat angkut, dll.

Jika pemerintah mengutamakan proyek strategis nasional, berarti masyarakat yang diuntungkan, karena ketika berhasil akan membuat kondisi finansial negara jadi membaik. Padahal saat ini sudah jelang lebaran, tetapi pemerintah masih memikirkan kelanjutan proyek strategis nasional. Semua pejabat dan pegawai pemerintah benar-benar mencontoh apa yang diteladani oleh Presiden Jokowi, yaitu kerja, kerja, dan kerja.

Syarief Abdullah Alkadrie, Wakil Ketua Komisi V DPR RI menyatakan bahwa kedatangan para WNA jangan sampai membuat WNI merasa dianaktirikan. Ia mencoba menjelaskan bahwa pelarangan mudik jangan dibandingkan dengan pembolehan masuknya para WNA. Karena tidak apple to apple.

Dalam artian, mudik dilarang untuk mencegah penyebaran corona. Sedangkan WNA masuk untuk bekerja. Meskipun mereka berasal dari China, bukan berarti memiliki misi negatif untuk menyebarkan virus covid-19. Karena sebelum masuk ke Indonesia, mereka harus dites dan hasilnya negatif corona. Jadi jangan berpikiran buruk terlebih dahulu.

Posisi para WNA yang bekerja di proyek strategis nasional juga tidak akan menggeser para pekerja lokal. Karena dalam 1 proyek ada aturan maksimal bagi pekerja asing. Bukan berarti proyek strategis nasional yang didanai oleh investasi asing, akan dikerjakan oleh warga negara asing. Ini adalah pemahaman yang sangat keliru.

Kita wajib melihat kedatangan WNA dari China dengan kacamata positif. Mereka datang jauh-jauh dari Guangzhou, merantau dan bekerja di Indonesia yang jauh dari kampung halaman. Sebagai tuan rumah, sebaiknya kita beramah-tamah kepada mereka dan tidak menuduh sembarangan tanpa ada saksi dan bukti yang valid.

Penulis adalah warganet tinggal di Pekanbaru

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

October 3, 2026

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

October 3, 2026

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat Oleh: Javas Babad Alaska Peringatan…

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana Oleh : Rahmat Prawira Indonesia merupakan negara…

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah  Oleh: Syahrul Fahrozi Langkah pemerintah dalam meluncurkan serta mereorganisasi pilar pertahanan melalui Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) merupakan terobosan strategis yang amat penting dan patut diapresiasi. Kebijakan visioner ini menegaskan komitmen nyata dalam menghadirkan instrumen pertahanan nasional yang tidak hanya berfokus pada fungsi kedaulatan militer semata, melainkan juga bertindak sebagai motor penggerak utama pembangunan ekonomi di tingkat daerah. Konsep pertahanan negara yang ideal dan komprehensif sejatinya tidak pernah berdiri terisolasi dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. Melalui pengembangan kekuatan pertahanan ini, keberadaan benteng keamanan di berbagai penjuru nusantara diintegrasikan secara presisi guna menjawab dua tantangan utama bangsa secara simultan, yaitu memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengakselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat. Inovasi kebijakan pada struktur militer ini memperlihatkan keunggulan, di mana setiap prajurit dibekali kualifikasi tempur infanteri yang handal sekaligus kapabilitas teritorial pembangunan yang adaptif. Selain wajib menguasai kemampuan taktis mendasar seperti menembak, beladiri, dan patroli wilayah, para prajurit disiapkan secara terstruktur dalam kompi-kompi khusus yang mencakup bidang produksi pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi zeni, hingga pelayanan kesehatan masyarakat. Pembagian fungsi yang spesifik ini memungkinkan pangkalan militer berkontribusi langsung pada perbaikan sarana dan fasilitas umum masyarakat, seperti pembenahan akses jalan dan jembatan, pengolahan lahan-lahan kritis menjadi lahan produktif, serta penyediaan sarana pelayanan kesehatan warga secara berkala. Skema ini membuktikan bahwa pembaharuan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta dapat diimplementasikan secara konkret dan memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dari perspektif pertumbuhan ekonomi daerah, penempatan satuan teritorial berkapasitas besar di berbagai wilayah memberikan dampak pengganda yang sangat signifikan terhadap roda perekonomian lokal. Kehadiran ribuan prajurit beserta keluarga yang bermukim di sekitar pangkalan secara otomatis menumbuhkan ceruk pasar baru yang sangat potensial. Permintaan akan pasokan kebutuhan pokok harian, komoditas pangan lokal, hingga ketersediaan jasa pendidikan dan sarana perumahan terbukti menstimulasi daya beli warga secara luas. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta pedagang di pasar-pasar tradisional mendapatkan kepastian keterserapan produk yang berkelanjutan. Penataan kembali fokus pangkalan militer ini secara efektif dan efisien berhasil mengubah kawasan di sekitarnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi tingkat ketimpangan pembangunan antarwilayah. Keberhasilan dalam mengimplementasikan agenda strategis pemerintah ini juga sangat bertumpu pada kuatnya sinergi antara instrumen militer, pemerintah daerah, dan segenap komponen masyarakat setempat. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa keberadaan Yonif TP ditujukan untuk senantiasa menyatu dengan rakyat, menghadirkan rasa aman secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan wilayah. Penempatan pangkalan militer di area-area strategis, seperti kawasan pesisir maupun wilayah batas terluar, ditargetkan untuk melindungi kekayaan sumber daya alam lokal sekaligus mendukung stabilitas kawasan ekonomi dan objek pariwisata daerah. Selain itu, pengalokasian patroli rutin berkala dan pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan bersama warga menjadi langkah nyata dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi masuknya investasi serta keberlangsungan usaha warga. Dukungan penuh yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah turut mempercepat pencapaian target penyiapan satuan teritorial ini secara optimal. Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan bahwa keberadaan Yonif TP di wilayahnya memberikan dampak positif yang nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memberdayakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah setempat. Apresiasi senada juga diutarakan oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, yang menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk menyinergikan berbagai program pembangunan daerah, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, dan pelayanan kesehatan masyarakat, dengan fungsi teritorial militer. Kolaborasi lintas sektor yang terstruktur ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi yang terarah sanggup mempercepat pencapaian target-target pembangunan nasional secara inklusif. Dampak positif dari integrasi fungsi pertahanan dan pembangunan ini juga menjangkau hingga ke wilayah Indonesia bagian timur. Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko menjelaskan bahwa penempatan satuan berkapasitas lebih dari seribu personel di wilayah Maluku secara langsung menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. Kebutuhan harian para prajurit dan keluarganya terbukti mendorong peningkatan daya beli, memperbaiki kualitas serta aksesibilitas layanan pendidikan, serta memperkuat program ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan-lahan pertanian yang dikelola bersama. Pendekatan terpadu ini menciptakan kemandirian pangan di tingkat lokal sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan antara tentara dan rakyat dalam bingkai pembangunan wilayah secara berkelanjutan. Kehadiran dan penyebaran Yonif TP di berbagai daerah membuktikan secara nyata bahwa stabilitas keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah merupakan dua pilar utama yang saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain. Dengan terus menjaga keharmonisan sinergi antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat, agenda strategis ini akan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera di masa depan.…

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Apresiasi Penguatan Pertahanan, Selamat HUT ke-81 TNI

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Apresiasi Penguatan Pertahanan, Selamat HUT ke-81 TNI Oleh: Indah Prameswari Memasuki dua…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.