• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kebijakan Pemerintah Efektif Kendalikan Covid-19

Kebijakan Pemerintah Efektif Kendalikan Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 May 2022

Kebijakan Pemerintah Efektif Kendalikan Covid-19

Oleh : Lisa Pamungkas

Pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia menjadi yang terbaik di negara ASEAN. Bukti bahwa strategi Pemerintah selama ini memang sangat efektif dalam meredam penularan kasus aktif di Indonesia.

Deputizing yang diambil oleh Pemerntah mengenai planogram aktivitas masyarakat, khususnya diperbolehkannya masyarakat melakukan perjalanan mudik Lebaran pada tahun 2022 ini tentu bukanlah hal yang sembarangan. Pasalnya itu semua sudah melalui perhitungan yang matang dari Pemerintah.

Dengan diambilnya kebijakan tersebut, memang sudah tidak bisa diragukan lagi bahwa penanganan pandemi yang dilakukan oleh Pemerintah RI selama ini bisa dikatakan sangat baik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia sendiri memang semakin hari kian menunjukkan tanda yang terus membaik.

Sebagaimana data yang disampaikan oleh Menko Airlangga, bahwa Angka Reproduksi Kasus Efektif di Indonesia terus menunjukkan trend membaik, yakni di angka 0,99 atau di bawah 1,00 yang berarti memang pandemi sudah terkendali.

Kendati demikian, memang bukan berarti bahwa seolah potensi risiko terpapar Covid-19 hilang begitu saja, masyarakat sendiri juga harus terus dan tetap waspada dengan menggunakan protokol kesehatan di mana pun serta kapan pun.

Menko yang juga menjadi Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tersebut juga mengaku bahwa Pemerintah saat ini tengah melakukan kewaspadaan dan antisipasi pasca Lebaran.

Pasalnya tentu seluruh pihak tidak menginginkan bahwa kurva penularan Covid-19 tiba-tiba kembali melonjak setelah libur Lebaran 2022 ini.
Maka dari itu pemerintah akan terus menetapkan kewajiban dengan melakukan perpanjangan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai suatu strategi yang ternyata sejauh ini terbukti ampuh juga untuk mengendalikan penularan virus. Tidak hanya diimbau untuk terus taat kepada protokol kesehatan, masyarakat juga dihimbau untuk segera melaksanakan vaksinasi khususnya mereka yang masih belum memperoleh dosis kedua dan juga bagi mereka yang belum memperoleh dosis ketiga atau booster.
Per tanggal 24 April 2022 sendiri, dikabarkan oleh Menko Airlangga bahwa kasus harian Covid-19 yang terjadi di Indonesia berada pada angka 382 kasus, yang mana jumlah tersebut sudah berkurang sebanyak 99,4 persen pada puncak Omicron di sekitar bulan Februari dengan kasus harian mencapai angka lebih dari 64 ribu. Kemudian untuk kasus aktifnya sendiri juga sudah mengalami penurunan sebanyak 96,99 persen dari yang sebelumnya mencapai lebih dari 586 ribu kasus, kini menjadi hanya sekitar 17 ribuan kasus.
Bahkan tren penurunan kasus COVID-19 ini tidak hanya berada di Pulau Jawa dan Bali saja, melainkan juga sudah merata termasuk di luar Jawa-Bali. Adanya trend penurunan angka penyebaran pandemi tersebut, ternyata selaras dengan capaian vaksinasi yang terus dilakukan oleh Pemerintah secara merata ke seluruh masyarakat.
Hal senada juga disampaikan oleh Juru Bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi bahwa pandemi di Indonesia memang sudah terkendali sehingga berbagai pelonggaran mulai tampak nyata bisa dilakukan oleh masyarakat termasuk melakukan perjalanan mudik pada lebaran tahun ini, yang mana berbeda dengan keijakan lebaran pada tahun-tahun sebelumnya ketika Pemerintah memberlakukan pembatasan yang ketat.
Keberhasilan Pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19 menjadi bukti bahwa sejauh ini semua strategi yang telah dilakukan memang benar-benar efektif dan sangat berpengaruh. Masyarakat pun diimbau untuk selalu mematuhi kebijakan Pemerintah agar tren positif pengendalian Covid-19 dapat terus terjaga dan transisi pandemi ke endemi dapat segera terwujud.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Insititute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.