• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Keberadaan OPM Jadi Tantangan dan Penghambat Upaya Percepatan Pembangunan Papua

Keberadaan OPM Jadi Tantangan dan Penghambat Upaya Percepatan Pembangunan Papua

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 12 August 2024

Keberadaan OPM Jadi Tantangan dan Penghambat Upaya Percepatan Pembangunan Papua

Oleh : Theresia Ana Sawaki

Keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih menjadi tantangan serius karena mereka senantiasa menghambat upaya Pemerintah untuk melangsungkan percepatan pembangunan di wilayah berjuluk Bumi Cenderawasih.

Apabila OPM masih eksis di Papua, maka bukan tidak mungkin berbagai macam kerusakan, tindak keji dan biadab hingga tidak manusiawi lainnya termasuk teror akan terus menghantui banyak pihak, bukan hanya dari masyarakat sipil namun juga kepada para pekerja proyek di sana, sehingga hal itu tentunya merupakan sebuah tantangan besar yang sangat menghambat upaya percepatan pembangunan.

Padahal di sisi lain, Pemerintah dengan seluruh daya dan upayanya senantiasa terus melakukan yang terbaik hanya demi Papua agar wilayah tersebut dapat mencapai sebuah kejayaan, kemakmuran dan juga kemajuan dalam pembangunan, namun OPM terus saja menjadi tantangan dan menghambatnya dengan beragam keonaran yang mereka lakukan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani terus mendukung dan mendorong supaya Pemerintah mampu bertindak sangat tegas terhadap OPM.

Terlebih, belakangan ini mereka terus melangsungkan tindakan anarkis, teror yang keji dan biadab. Sehingga tindak tegas memang merupakan sebuah keharusan tatkala berlawanan dengan gerombolan separatis musuh negara itu.

Pemerintah mengambil langkah yang sangat tegas dan juga tetap komprehensif dalam menyelesaikan seluruh permasalahan di Papua agar gangguan dari OPM tidak terus menerus berulang.

Adanya tindakan anarkis dari gerombolan teroris asal wilayah berjuluk Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi itu harus mengalami penyikapan dengan penegakan hukum yang sangat tegas, serta mengambil berbagai langkah yang strategis.

Seluruh personel aparat keamanan dari pasukan gabungan, baik itu dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) atupun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memastikan keamanan dan kondusivitas di semua wilayah Papua dan mendorong optimalisasi kolaborasi serta kekompakan antar satu sama lain dalam upaya penyelesaian konflik di Bumi Cenderawasih.

Semua upaya yang pemerintah lakukan tersebut hanya demi satu tujuan, yakni keselamatan dan juga kesejahteraan seluruh masyarakat sipil orang asli Papua (OAP) agar mereka bisa merasakan dampak percepatan pembangunan dengan baik.

Upaya pembangunan yang terus pemerintah gencarkan memang selalu terhambat karena ulah anarkis OPM, seperti salah satu contohnya yakni pembakaran sekolah di Distrik Okbab, yang mana hal tersebut hendaknya sudah tidak perlu lagi ditoleransi karena sudah sangat mengganggu hak anak dalam memperoleh pendidikan.

Aksi anarkis tersebut harus segera berhenti karena kekerasan dan teror yang gerombolan separatis tersebut lakukan tidak hanya merugikan masyarakat sipil saja, namun juga sangat menghambat pembangunan di Papua, termasuk merusak masa depan anak-anak penerus generasi bangsa asal Bumi Cenderawasih.

Meski begitu, namun nyatanya, Pemerintah melalui aparat keamanan dengan berbagai macam programnya sama sekali tidak patah semangat untuk membantu masyarakat Papua mendapatkan peningkatan kesejahteraan dan kemajuan.

Prajurit TNI dari Lintas Udara Batalyon Infanteri (Yonif) 432/WSJ tetap menjalankan program mereka bertajuk ‘Papua Terang’ di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan walaupun daerah tersebut sering mendapatkan serangan maupun intimidasi dari OPM.

Komandan Pos (Danpos) Yigi, Letnan Satu Infanteri (Lettu Inf) Gayuh Nanda Prayudin menjelaskan bahwa pasca terjadinya serangan gerombolan teroris musuh negara itu, pihaknya kembali menjalankan program Papua Terang dengan cara bersama-sama dengan masyarakat setempat.

Walaupun memang akhir-akhir ini di Distrik Yigi gencar mendapatkan serangan ataupun intimidasi dari OPM, namun pemerintah melalui aparat keamanan terus bergerak bersama dengan masyarakat dan para kepala suku untuk mengatasinya.

Dengan adanya program ‘Papua Terang’ itu, membuat Distrik Yigi bisa menjadi lebih terang karena ada bantuan berupa lampu solar sell dari KSAD melalui Koops Habema TNI kepada masyarakat dan mampu membantu aktivitas warga, utamanya ketika malam hari sehingga rakyat Papua pun merasa lebih aman dan terlindungi.

Program terbaru yang Pemerintah laksanakan di Tanah Papua adalah pembangunan gudang logistik di Provinsi Papua Tengah yang bertujuan untuk mengantisipasi bencana kelaparan.

Terjadinya bencana kelaparan karena akibat gagal panen lantaran cuaca ekstrem seperti embun beku atau upas maupun hujan berkepanjangan terus menjadi perhatian serius pemerintah karena membekukan permukaan lahan dan tanaman warga setempat.

Sebagai bentuk antisipasi agar bencana kelaparan tidak terjadi, maka pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun gudang logistik tempat menyimpan cadangan pangan di Distrik Sinak dan Agandugume.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak seluruh masyarakat untuk memaksimalkan perkebunan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka, kemudian jika sudah maksimal, maka hasilnya akan disimpan di gudang logstik dan bisa terdistribusi ke warga bila terjadi keadaan krisis.

Dalam pembangunan gudang logistik itu saja, sempat terjadi konflik horizontal dari masyarakat, yang mana ternyata karena adanya provokasi dan propaganda OPM. Maka sudah sangat jelas, keberadaan mereka hanya merugikan dan menjadi tantangan besar yang sangat menghambat upaya pemerintah dalam melakukan percepatan pembangunan di Papua.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Jakarta

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.