• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Terus Melandai

Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Terus Melandai

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 5 August 2021

Oleh : Lisa Pamungkas

Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kasus positif Covid-19 di Indonesia terus melandai. Kabar gembira ini diharapkan mampu membangun optimisme publik, namun juga tidak membuat warga lengah untuk selalu menerapkan Prokes ketat.

Pandemi Covid-19 yang telah kita lewati selama lebih dari setahun lama-lama mulai menciptakan kekhawatiran karena banyak kabar buruk tentang teman dan kerabat yang sakit, bahkan meninggal. Pemerintah tentu tidak ingin ada kematian massal, sehingga membuat berbagai program, di antaranya PPKM level 4. Program ini dibuat untuk menekan kasus Corona di Indonesia.

PPKM level 4, protokol kesehatan 10M, dan beberapa program lain yang dibuat oleh pemerintah sudah membuat hasil positif. Menurut data dari Tim Satgas Covid, pasien Corona per tanggal 2 Agustus 2021 berkisar di angka 22.404 orang. Bandingkan dengan seminggu lalu, ketika pasien Covid masih di kisaran 30.000-an orang per hari.

Sementara itu, untuk jumlah pasien yang sembuh per tanggal 2 Agustus 2021 ada lebih dari 32.000 orang, sehingga total yang sembuh dari Corona ada lebih dari 2,8 juta orang. Angka ini tentu sangat melegakan, karena lebih banyak yang sembuh daripada kehilangan nyawa.

Ketika jumlah pasien Corona menurun maka ini adalah buah dari kerja keras pemerintah dan semua pihak. Sejak awal pandemi di tahun 2020 lalu, pemerintah sudah menerapkan banyak program. Mulai dari protokol kesehatan, stay at home, worok from home, school from home, PSBB, sampai PPKM level 4.

Masyarakat juga mulai terbiasa untuk tertib memakai masker dan mematuhi berbagai peraturan, agar tidak kena Corona. Mereka sadar bahwa kedisiplinan adalah kunci dalam menghantam virus Covid-19, karena ia bisa menyingkir saat semuanya kompak untuk tidak berdekatan dengan droplet.

Menurunnya angka pasien Corona tentu membuat kita lega karena ada harapan untuk mengakhiri pandemi dengan lebih cepat. Jika jumlah pasien ditekan terus sehingga kurva melandai, maka lama-lama akan menjadi 0 alias tidak ada yang terinfeksi oleh virus Covid-19. Kita bisa mengakhiri derita selama lebih dari setahun dan beraktivitas dengan normal seperti dulu.

Akan tetapi, jangan lengah ketika jumlah pasien Corona menurun. Penyebabnya karena angka ini masih harus ditekan lagi. Ketika kita lengah dan malas-malasan menerapkan protokol kesehatan, di sanalah virus Covid-19 mengintai dan akhirnya berbahaya karena banyak yang terinfeksi. Akibatnya fatal karena angka pasien Corona bisa naik lagi dan tidak terkendali, sehingga kemungkinan terburuknya adalah kematian massal.

Kita tentu tidak ingin terjadi tragedi seperti di India, ketika banyak yang kehilangan nyawa akibat Corona dan bahkan berebut lahan pemakaman. Oleh karena itu, masih harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, tidak hanya 3M tetapi 10M. Jangan lelah untuk memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan tidak membuat keramaian.

Selain itu juga wajib untuk menjaga imunitas tubuh, menjaga kebersihan lingkungan, mengganti baju pasca bepergian, menjaga kesehatan diri, dan berpikiran positif. Ketika sehat jiwa dan raga maka tidak akan terkena virus Covid-19 karena kekebalan tubuh tinggi dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Jangan malas-malasan, karena kita tentu tidak ingin jadi pasien Covid berikutnya, bukan?

Penurunan jumlah pasien Corona di Indonesia adalah kabar yang sangat bagus karena menunjukkan bahwa program-program yang diterapkan oleh pemerintah sudah cukup berhasil. Masyarakat terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar tidak kena Corona dan tidak menaikkan lagi jumlah pasien Covid. Selain itu, wajib juga menjaga kesehatan mental agar tetap waras di masa pandemi.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

 

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.