• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kasus Covid 19 Masih Tinggi, Masyarakat Harus Tetap Taat Prokes

Kasus Covid 19 Masih Tinggi, Masyarakat Harus Tetap Taat Prokes

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 7 August 2022

Kasus Covid 19 Masih Tinggi, Masyarakat Harus Tetap Taat Prokes

Oleh : Aditya Akbar

Kasus corona sedang meningkat kembali dan jumlah pasien berada dalam kisaran 6.000-an orang per harinya. Ketika ada kenaikan kasus maka masyarakat diharap untuk selalu menaati protokol kesehatan (Prokes) untuk menghindari corona dan selamat dari dampak fatal penyakit tersebut.

Perilaku masyarakat tahun 2022 beda jauh dengan di tahun 2020, ketika awal pandemi. Dulu mereka memborong masker bahkan sampai langka di pasaran dan harganya sangat mahal, membeli hand sanitizer, dan membuat ramuan herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Namun sekarang jadi terlalu longgar, malas-malasan pakai masker dan suka membuat kerumunan.

Masyarakat ada yang belum paham bahwa pandemi belum selesai dan mereka melepas masker begitu saja.

Padahal hal ini sangat berbahaya karena hidung dan mulut yang tidak terlindungi oleh masker, bisa dimasuki oleh droplet yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19.

Ketaatan terhadap protokol kesehatan harus diketatkan lagi agar bisa mengendalikan penularan Corona di Indonesia, apalagi ketika ada kenaikan kasus Covid-19.

Protokol kesehatan wajib untuk disosialisasikan berulang-ulang agar mencegah pelanggaran Prokes. Di DKI Jakarta saja, selama Januari-Februari 2022 ada 38.174 pelanggar Prokes.

Mereka yang tertangkap oleh petugas karena melanggar Prokes tidak boleh mengeluh karena petugas menyelamatkan nyawa mereka. Penyebabnya karena kasus corona pada awal Agustus ini naik jadi 6.000-an pasien per harinya.
Jika semua orang disiplin Prokes maka masyarakat akan terhindar dari bahaya corona. Memang pandemi sudah ada selama lebih dari 2 tahun tetapi justru kasus terus naik, karena ada subvarian Omicron yang lebih cepat menular (Centaurus). Penyebab lain adalah cakupan vaksinasi di Indonesia yang baru berkisar 70%, dan masyarakat yang belum divaksin akan kena corona jika mereka tidak taat Prokes.
Masyarakat tentu sudah hafal poin-poin dalam Prokes 10M seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan, mandi, dll. Sayang sekali jika banyak yang hafal Prokes tetapi kurang disiplin dalam penerapannya. Padahal Prokes dan vaksinasi adalah 2 cara untuk selamat dari bahaya corona.
Masyarakat seharusnya tetap mematuhi Prokes meski berada di rumah. Dalam artian, Prokes tidak hanya dipraktikkan di luar rumah). Namun Prokes juga dilakukan di rumah agar benar-benar bebas Corona, karena potensi penularan ada di mana saja.
Ketaatan Prokes wajib dilakukan saat di rumah, terutama bagi mereka yang melakukan aktivitas di luar setiap hari. Mereka berpotensi tertular Corona di luar rumah. Dalam artian, ayah dan ibu yang bekerja kantoran juga bisa membawa virus Covid-19 dari luar rumah lalu menularkannya ke anak-anak.
Bisa saja ayah dan ibu tertular Corona dari klaster perkantoran atau klaster pasar lalu menularkannya ke anak-anak. Apalagi jika anaknya berusia di bawah 6 tahun, karena belum divaksin untuk anak berusia 0-5 tahun. Penularan seperti ini harus dihindarkan dengan taat Prokes dan menjaga gaya hidup sehat serta bersih.
Menaati Prokes di rumah tidak terlalu sulit karena tiap orang wajib untuk langsung mandi setelah berkegiatan di luar rumah. Setelah itu, ganti baju dan baju yang kotor dicuci dengan air panas agar benar-benar higienis. Seluruh bagian rumah wajib dibersihkan, terutama AC dan ventilasi, karena corona bisa menular di udara yang kotor. Setelah mengepel lantai bisa dilanjutkan dengan menyemprot cairan disinfektan.
Dokter Spesialis Paru, Zuldi Afki, Sp.P, menyatakan bahwa ketika pandemi, pahlawan yang sebenarnya adalah masyarakat yang menaati Prokes. Pandemi bagaikan medan perang dan masyarakat melawan musuh yang nyaris tak kelihatan, yaitu virus Covid-19. Dengan jadi pahlawan dan taat Prokes maka penularan corona akan bisa terkendali.
Masyarakat yang taat Prokes melakukannya demi melindungi dirinya dan juga keluarganya. Dengan ketaatan dan kesadaran diri akan Prokes maka tidak akan terjadi penularan virus Covid-19 dan kasus corona berangsur-angsur akan menurun.
Jika ada orang yang merasa terinfeksi virus Covid-19 maka ia segera melakukan tes rapid atau swab, lalu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Ia dengan sadar diri melakukan isolasi agar tidak menularkan corona ke keluarganya dan teman-temannya.
Ketika semua orang taat Prokes 10M maka penularan corona akan sangat terkendali dan diharap jumlah pasiennya juga menurun, bahkan menjadi 0. Diharap seluruh warga negara Indonesia tetap memakai masker dan berdiisplin dalam menerapkan Prokes 10M. Mereka sadar bahwa Prokes dan vaksinasi adalah cara untuk terhindar dari corona, dan Prokes juga bisa menghindarkan mereka dari penyakit-penyakit lain seperti hepatitis.
Kasus corona di Indonesia melonjak lagi dan masyarakat diharap untuk terus diisiplin dalam melakukan Prokes 10M. Prokes wajib dilakukan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga di rumah. Jika semua orang taat Prokes maka pemerintah optimis bisa keluar dari masa pandemi lebih cepat.
)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

September 14, 2026

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

September 14, 2026

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia Jakarta – Menteri Koordinator Bidang…

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia JAKARTA – Di tengah ketidakpastian serta dinamika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.