• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kampanye Berkualitas, Bukan Mobilisasi Siswa dan Mahasiswa

Kampanye Berkualitas, Bukan Mobilisasi Siswa dan Mahasiswa

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 25 August 2023

Jakarta – Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah mengajak pemilih pemula untuk tidak golput. Namun harus menyalurkan hak pilihnya pada pemilu 2024 mendatang. Justru dengan masuknya partai politik, Caleg dan Capres berpotensi mengurangi Golput.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Peningkatan Pemahaman Undang-Undang Bidang Politik di Jakarta Barat Angkatan Tahun 2023. ” yang digelar oleh Kesbangpol Jakarta Barat, pada Kamis (24/8/2023).

Ramdansyah yang juga akademisi di STISIPPB Soppeng ini menambahkan bahwa Pemerintah, penyelenggara dan Penggiat Pemilu harus memiliki pemahaman yang sama terhadap Putusan Mahkamah Konsitusi (MK) terkait diperkenankannya kampanye pada sarana pendidikan.

Kampanye terbatas hanya 75 hari sulit untuk melakukan pendidikan politik dengan jangkauan terhadap pemilih pemula dan mahasiswa.

“Karenanya, putusan MK No. 65/PUU-XXI/2023 yang mengubah norma Pasal 280 ayat 1 huruf h UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu dapat memperluas cakupan pendidikan politik formal di sekolah dan kampus,” jelas Ramdansyah.

“Pendidikan politik bukanlah suatu yang ada di langit. Ia haruslah membumi.” tegas Ramdansyah yang pernah menjadi Ketua Panwaslu Provinsi DKI Jakarta 2008/2009 dan 2011/2012.

Menurutnya pemberian materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di kelas perlu menjangkau langsung partai politik, calon legislatif dan calon presiden.

Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) menjadi penting dalam menyampaikan pesan politik yang sehat. Pesan politik tidak hanya informasi melalui baliho, spanduk atau komunikasi melalui media, tetapi juga dilakukan dengan cara edukasi melalui sekolah dan kampus.

Rumah Demokrasi menyampaikan bahwa tujuan kampanye di lembaga pendidikan diharapkan dapat untuk meminimalkan penilaian negatif terhadap partai politik maupun peserta Pemilu.

Pembelahan sikap politik pemilih Pemilu dapat diminimalkan dalam bentuk edukasi siswa oleh peserta Pemilu.

“Tentunya, materi kampanye di lembaga pendidikan sekolah dan kampus harus berbeda dengan kampanye di ruang publik lainnya,” pinta Ramdan.

“Kampanye pentingnya partai politik dalam suatu sistem demokrasi yang dikedepankan. Bukan dalam bentuk kampanye untuk menyerang atau kampanye hitam terhadap partai politik atau calon tertentu,” pungkasnya.

Sementara itu, Moh Matsani selaku Kepala Suku Badan (Kasuban) Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Barat yang membuka acara ini menyampaikan maksud dari kegiatan hari ini, “Untuk memberikan wawasan dan pemahaman peserta yang mayoritas siswa dari Jakarta Barat sehingga dapat mendorong pemahaman dan kesadaran tentang cara berdemokrasi yang baik sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.”

Acara yang dihadiri oleh siswa-siswi dari SMAN 33, 56, 85, 94, SMKN 35, SMK Sumpah Pemuda, Al Mafatih, dan Muhammadiyah 4 serta National Paralympic Committe ditutup oleh Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta Taufan Bakri. Ia berpesan kepada para siswa agar tidak golput dan menggunakan hak pilihnya sebagai warga Jakarta.

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

September 8, 2026

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

September 8, 2026

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat PAPUA — Sejumlah tokoh masyarakat Papua mendorong…

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan PAPUA — Tokoh adat dan…

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar  Oleh : Radjiman Arif Aktivitas vulkanik kembali mengingatkan Indonesia bahwa hidup di kawasan cincin api menuntut kesiapsiagaan yang tinggi. Namun, kesiapsiagaan tidak sama dengan kepanikan. Ketika erupsi terjadi, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan agar setiap langkah perlindungan diri dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan ketakutan yang dipicu oleh kabar yang belum terverifikasi. Situasi terkini terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan pentingnya prinsip tersebut. Erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak berupa sebaran abu vulkanik dan gangguan terhadap sejumlah aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan. Pemerintah bersama lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta langkah mitigasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Dalam kondisi seperti ini, arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri. Video lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian terbaru, sementara spekulasi mengenai potensi bencana lanjutan dapat menyebar lebih cepat dibandingkan informasi resmi. Padahal, informasi yang keliru dapat memicu kepanikan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan mendorong munculnya tindakan yang justru membahayakan keselamatan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menekankan bahwa masyarakat perlu tetap tenang dan mengikuti perkembangan berdasarkan data resmi. Kekhawatiran terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau memang menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung. Namun, setiap penilaian risiko harus didasarkan pada hasil pemantauan dan analisis lembaga yang memiliki kewenangan. Berton menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau aktivitas gunung api melalui koordinasi BNPB, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait. Berdasarkan evaluasi kondisi terkini, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai isu ancaman tsunami. Pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan jalur evakuasi, sarana komunikasi, titik kumpul, serta langkah perlindungan masyarakat dapat digunakan apabila terjadi perubahan kondisi. …

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau Jakarta – Pemerintah bergerak memperkuat kesiapsiagaan menyusul erupsi Gunung…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.