• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kalangan Insan Media Bersama KMI Siap Berantas Hoax dan Radikalisme untuk Indonesia Maju

Kalangan Insan Media Bersama KMI Siap Berantas Hoax dan Radikalisme untuk Indonesia Maju

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 21 November 2019

Kalangan insan media berkomitmen berantas hoax dan radikalisme serta mengawal secara independen program pemerintahan Jokowi jilid 2 guna wujudkan Indonesia Maju , hal ini disampaikan pada Diskusi yang digelar bersama Kaukus Muda Indonesia (KMI) dikawasan Jakarta Timur, Rabu (20/11).

Adapun narasumber diskusi diantaranya
Hendri Subiakto (Staf Ahli Menteri Kominfo), Fauzi Amro (DPR RI Fraksi Nasdem), Karyono Wibowo (Dir Eksekutif IPI) dan Nasir Abas (Pengamat Terorisme).

Hendri Subiakto mengatakan, bahwa penyebaran dan pergerakan faham radikalisme di Indonesia masih ada dan harus diberantas.

“Karena musuh negara yaitu terorisme, yang saat ini terganggu oleh berbagai kebijakan di era kepemimpinan Jokowi, maka radikalisme harus kita berantas sampai ke akar-akarnya,” tegas Hendri Subiakto.

Sedangkan Fauzi Amro selaku anggota DPR RI Fraksi Nasdem mengatakan, memberantas hoax harus dengan UU , untuk itu UU ITE harus diperkuat.

“Perjalanan hoax sangat luar biasa terutama dalam momentum politik untuk menjatuhkan seseorang dan solusinya ada pada penguatan UU , ” kata Fauzi Amro.

Karyono Wibowo yang juga pengamat kebijakan publik pun menambahkan, bahwa hoax dapat memecah belah keharmonisan bangsa bahkan keluarga.

“Hoax ini dapat membuat keluarga tidak harmonis dan bisa menjatuhkan martabat lain, sejak dari dulu radikalisme memang menjadi ancaman negara, pemerintah harus tegas terhadap pemberantasan radikalisme guna menjamin kelancaran pembangunan nasional “ucap Karyono.

Nasir Abbas pengamat terorisme pun menjelaskan, bahwa wabah radikalisme di Indonesia sudah stadium 3 dan ini mengsncam berbagai agenda nasional.

“Penyebaran radikalisme sudah stadium 3, karena TNI 3% pun sudah terpapar radikalisme, perlu formula yang efektip mrmberantasnya, diperkukan komitmen bersama untuk melawan hoax dsn radikalisme untuk sukseskan berbagai program pembangunan nasional guna mewujudkan Indonesia Maju.” jelas Nasir Abbas.

Akademisi UI Dorong Penguatan Sistem Terpadu Hadapi Spionase dan Ancaman Digital

May 19, 2026

AI dan Quantum Computing Buka Celah Spionase Baru, RI Perlu Perkuat Perlindungan Kepentingan Nasional

May 19, 2026

Akademisi UI Dorong Penguatan Sistem Terpadu Hadapi Spionase dan Ancaman Digital

By Kata IndonesiaMay 19, 20260

Akademisi UI Dorong Penguatan Sistem Terpadu Hadapi Spionase dan Ancaman Digital Depok – Penguatan sistem…

AI dan Quantum Computing Buka Celah Spionase Baru, RI Perlu Perkuat Perlindungan Kepentingan Nasional

By Kata IndonesiaMay 19, 20260

AI dan Quantum Computing Buka Celah Spionase Baru, RI Perlu Perkuat Perlindungan Kepentingan Nasional Depok…

Negara Demokratis Punya UU Anti-Spionase, RI Dinilai Perlu Berbenah

By Kata IndonesiaMay 19, 20260

Negara Demokratis Punya UU Anti-Spionase, RI Dinilai Perlu Berbenah Depok – Sejumlah negara demokratis telah…

Menjaga Kedaulatan Indonesia di Tengah Bayang-Bayang Spionase Siber

By Kata IndonesiaMay 19, 20260

Menjaga Kedaulatan Indonesia di Tengah Bayang-Bayang Spionase Siber Oleh: Rias Hayu Hartini Di era hyper-digital,…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.