• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Bisnis»Jokowi Minta Pengusaha Muda Tidak Tergantung Pada Proyek APBN

Jokowi Minta Pengusaha Muda Tidak Tergantung Pada Proyek APBN

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 17 September 2019

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk menyingkirkan semua hambatan-hambatan investasi, agar bersamaan dengan revolusi konsumen tahun depan, serta benar-benar bisa menjadi magnet investasi dan mengalahkan negara-negara lain.

Namun demikian, Presiden mengingatkan, bahwa agar berhasil semua upaya itu bukan hanya pemerintah yang harus bekerja keras. Mindset pengusaha muda juga, menurut Presiden Jokowi, harus berubah total.

Baca juga: Presiden Jokowi Akan Tempatkan 1.000 Sarjana Muda Papua di BUMN

“Pengusaha muda kita jangan hanya menjadi pengusaha yang tergantung pada APBN, proyek APBN, maupun proyek-proyek APBD. Itu memang perlu, iya. Tetapi bidang-bidang yang di luar itu juga perlu dimasuki agar tidak dimasuki oleh pengusaha-pengusaha dari luar yang masuk ke Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9) pagi.

Pengusaha muda Indonesia, lanjut Kepala Negara, harus menjadi pengusaha pembelajar yang selalu berinovasi, mejadi pengusaha yang haus teknologi, menjadi pengusaha yang berdaya saing global.

“Kita harus menjadi tempat lahirnya new emerging multinational business. HIPMI memiliki peluang besar untuk masuk ke sini,” tegas Kepala Negara seraya berharap HIPMI akan menjadi himpunan para inovator, himpunan para pengusaha muda kelas dunia, dan himpunan para pemenang dalam kompetisi global.

Minta 20 Nama Pengusaha Terkait pernyataan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahaladia mengenai perlunya tumbuh konglomerat-konglomerat baru, Presiden Jokowi dalam kesempatan itu mengingatkan, bahwa 3 tahun yang lalu dirinya sudah meminta kepada HIPMI, kepada Kadin agar diberikan 20 nama.

“Tapi sampai sekarang saya belum dapat 20 nama itu. saya enggak tahu apakah masih dalam proses seleksi atau dalam proses yang  lainnya,” kata Presiden Jokowi yang disambut senyum para peserta Munas XVI HIPMI.

Namun demikian, Presiden Jokowi mengakui perlunya muncul konglomerat-konglomerat baru di negara kita. Peluang itu, menurut Presiden, sangat besar sekali ada.

Dan diakuinya, pemerintah perlu turun tangan, memberikan jalan, memberikan peluang-peluang yang ada kepada mereka.

Menurut Presiden, pemerintah akan terus memperkokoh kelembagaan kabinet yang mengurus investasi yang mampu membujuk investor untuk menciptakan berbagai macam skill over.

“Kita tidak menginginkan investasi global yang hanya mengeksploitasi bangsa kita, ndak. Tidak akan seperti itu. pemerintah akan memperkokoh kelembagaan kabinet untuk memperkuat riset dan teknologi yang mampu menyediakan teknologi agar pengusaha-pengusaha muda bisa menjadi mitra strategis bagi investor-investor global dalam industri teknologi tinggi di dunia sekarang ini,” ungkap Presiden Jokowi.

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.