• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Politik»Jika Jentelmen, Jokowi Harusnya Minta Maaf kepada Megawati Secara Langsung

Jika Jentelmen, Jokowi Harusnya Minta Maaf kepada Megawati Secara Langsung

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 23 February 2024

Oleh: Afton Lubbi (Kyai Muda NU)

Beberapa bulan belakangan ini banyak sekali manuver politik tak terduga yang terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah berkhianatnya Jokowi kepada Megawati dan Partai PDIP dengan memutuskan hubungan serta berjuang membangun kerajaannya sendiri. Banyak masyarakat yang menyikapi dan memberikan tanggapan bahwa Jokowi bagai kacang lupa kulitnya, Ia lupa siapa yang sangat berjasa membesarkan namanya hingga seperti sekarang ini.

Pengkhianatan ini terus berlanjut hingga banyak luka berbekas di hati Megawati. Megawati seperti dicampakkan anaknya sendiri. Namun, beliau tetap tegar dan terus berjuang demi Indonesia yang lebih makmur. Rakyat Indonesia lah yang lebih ganas terhadap masalah ini. Mereka bersikeras agar Jokowi meminta maaf kepada Megawati atas segala kesalahan yang Ia perbuat. Namun selama ini Jokowi Nampak segan dan gentar terhadap Megawati dan tak ingin meminta maaf dan kembali menjalin silaturahmi.

Jokowi dengan segala kekuasaannya mampu memutarbalikkan segala sesuatu di negeri ini. Padahal saat dia menjalani hubungan baik dengan Megawati dan masih berkoalisi dengan PDIP, tak pernah sekalipun kesalahan fatal atau kegagalan kerja terjadi. Saat hilang kendali dari Megawati dan PDIP, rakyat mulai membenci dirinya karena telah dianggap mengobrak-abrik demokrasi di Indonesia.

Beberapa minggu lalu, Jokowi berniat bertemu dengan Megawati namun dengan sebuah jembatan atau peratara, yakni Sultan Hamengkubuwono. Tak jelas apa tujuan Jokowi ingin bertemu dengan Megawati setelah pesta demokrasi ini berjalan. Kita semua tentu setuju bahwa Jokowi harus bertemu dengan Megawati secepatnya. Namun tidak dengan perantara, rakyat ingin mereka berdua bertemu secara langsung.

Pertemuan yang dijembatani, apalagi Jokowi yang menginisiasi perantara tersebut dianggap tidak gentle oleh masyarakat. Jokowi dianggap tidak berani menghadapi kenyataan bahwa Ia memang telah berkhianat kepad Megawati dan PDIP. Salah satu karakter pemimpin yang akan disegani dan dihormati oleh bangsa asing dan bangsa sendiri adalah keberanian. Namun, Jokowi ciut nyalinya jika dihadapkan dengan Megawati.

Permintaan maaf harus dilakukan. Kita tak ingin punya pemimpin yang tidak lapang dada dan murah maaf. Pemimpin yang tidak mau salah adalah pemimpin yang salah, maka dari itu seluruh rakyat Indonesia bersikap tegas menekan Jokowi untuk bersikap gentle dengan bertemu dan meminta maaf kepada Megawati secara langsung.

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.