• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Jelang Peresmian, AMANAH Distribusikan 50 Ribu Bibit untuk Wujudkan Visi Ketahanan Pangan Presiden Jokowi

Jelang Peresmian, AMANAH Distribusikan 50 Ribu Bibit untuk Wujudkan Visi Ketahanan Pangan Presiden Jokowi

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 7 October 2024

Jelang Peresmian, AMANAH Distribusikan 50 Ribu Bibit untuk Wujudkan Visi Ketahanan Pangan Presiden Jokowi

Banda Aceh – Program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) terus bergerak dalam mendukung sektor pertanian Aceh dengan inisiatif terbaru berupa distribusi 50 ribu bibit kepada para petani. Langkah ini bertujuan untuk mewujudkan visi ketahanan pangan yang diusung Presiden Jokowi serta mendorong pengembangan pertanian modern di wilayah tersebut.

Penyaluran bibit ini juga dilengkapi dengan pupuk dan alat pertanian lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memajukan perekonomian lokal. Melalui program ini, AMANAH berharap bisa mendorong generasi muda Aceh untuk lebih mandiri dan siap bersaing di dunia pertanian.

Harris, Duta Petani Kopi, menyambut baik program ini dan menilai bahwa AMANAH telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekosistem pertanian di Aceh. “Program AMANAH ini sangat bermanfaat dalam membangun ekosistem pertanian serta mempersiapkan anak muda Aceh untuk lebih mandiri dan mampu bersaing dengan petani lainnya,” ungkap Harris.

Salah satu fokus program ini adalah penerapan teknologi smart farming yang dinilai relevan dengan kebutuhan petani milenial. Koordinator Wilayah Provinsi Aceh Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Marzuki, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam pertanian akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas. “Smart farming sangat cocok untuk petani milenial yang sudah terbiasa dengan teknologi,” ujar Marzuki.

Selain itu, kualitas produk pertanian juga menjadi perhatian utama. Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan Kementan RI, Vicky Shu, menekankan bahwa kualitas harus selalu diutamakan. “Kualitas adalah kunci untuk mempertahankan kepercayaan konsumen,” tegas Vicky, sembari mendorong generasi muda Aceh untuk terjun ke dunia pertanian dengan fokus pada produk berkualitas.

Ketua Forum Pasar Tani Aceh, Benni Baihaqi, menambahkan bahwa branding yang kuat juga penting untuk memperkenalkan produk pertanian Aceh ke pasar yang lebih luas. “Kita harus berani melakukan branding agar produk kita lebih dikenal,” jelas Benni.

Melalui program ini, AMANAH berupaya menginspirasi anak muda Aceh untuk berperan lebih aktif dalam pengembangan sektor pertanian modern dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.