• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Investasi di Indonesia Memiliki Prospek yang Positif

Investasi di Indonesia Memiliki Prospek yang Positif

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 1 February 2022

Investasi di Indonesia Memiliki Prospek yang Positif

Oleh : Devi Puspitasari

Pemerintah terus bekerja keras untuk menciptakan iklim perekonomian yang kondusif bagi semua pihak, baik dari peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) hingga penyederhanaan berbagai regulasi.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa investasi di Indonesia memiliki prospek yang positif.

Rully Anwar selaku Direktur Jasa Capital AM Rully Anwar yang mengatakan bahwa sektor Investasi di Indonesia memiliki prospek yang positif pada tahun 2022. Rully menjelaskan realisasi penanaman modal Indonesia menunjukkan perbaikan pada tahun 2021 setelah sebelumnya mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

Namun, hal ini berarti investasi di Indonesia masih bisa bangkit meskipun di tengah situasi pandemi.

Dari sisi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sektor-sektor yang diminati di antaranya adalah perumahan, kawasan industri dan perkantoran.

Sedangkan di sisi Penanaman Modal Asing (PMA), sektor yang mendominasi adalah industri logam dasar dan barang logam. Sementara itu, prospek investasi Indonesia ke depan diperkirakan akan makin bergser dari sisi industri pengolahan ke bidang jasa, baik pada PMDN maupun PMA.

Menurut Rully, Indonesia memiliki tiga potensi utama yang menjadi daya tarik untuk investor. Pertama, Indonesia memiliki bahan baku yang bagus dan berlimpah. Kedua, Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) dengan potensi pasar yang besar.

Ketiga, pertumtbuhan ekonomi di Indonesia berada pada jalur yang baik. Ketiga hal ini seharusnya bisa menambah keinginan antusiasme investor untuk tetap bahkan menambah jumlah investasi di Indonesia agar bisa menanamkan modal lebih banyak lagi.

Sebelumnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi asing (Penanaman Modal Asing/PMA) mencapai Rp 111,7 triliun pada kuartal I 2021 jumlahnya lebih tinggi dari realisasi investasi lokal Penanaman Modal Dalam Negeri Sehesar Rp 108 triliun.

Berdasarkan negara asal, investasi asing berasal dari Singapura mencapai 2,6 miliar US Dollar atau 34 persen dari total. Lalu, dari China sebesar 1,03 miliar US Dollar atau 13,6 persen, Korea Selatan 851,1 juta US Dollar atau 11 persen, Swiss 466,2 jutan atau 6,1 persen dari total dan lainnya.

Berdasarkan tenaga kerja, PMA menyerap 146.163 pekerja. Sementara itu, PMDN 165.630 pekerja, sehingga totalnya mencapai 311.793 pekerja pada kuartal I 2021. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga mengajak kepada para investor global untuk segera berinvestasi di Indonesia karena prospek ekonomi Indonesia yang sangat cerah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid dan stabilitas makroekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global, kondusif untuk iklim investasi di Indonesia.
Menurut Gubernur BI, terdapat 4 (empat) sektor potensial untuk berinvestasi di Indonesia, yaitu sektor manufaktur, pariwisata, perikanan dan infrastruktur. Perry menjelaskan, peluang investasi di sektor manufaktur fokus pada 3 komoditi ekspor Indonesia, yaitu otomotif, tekstil dan alas kaki. Sementara peluang investas untuk sektor pariwisata difokuskan pada pengembangan prioritas tujuan pengembangan dan branding pariwisata Indonesia (Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, Joglo Semar, Bali, Jakarta, Banyuwangi, Bromo dan Kepulauan Riau.
Adapun di sektor perikanan, peluang investasi terbuka khususnya di Indonesia kawasan timur untuk pengembangan budidaya dan industri pengolahan pendukungnya, mengingat besarnya potensi sumber daya alam Indonesia. Sementara peluang investasi di sektor infrastruktur level nasional, mengacu kepada daftar proyek strategis nasional yang diterbitkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), terdiri dari 223 proyek dan 3 program.
Guna mendukung pembangunan proyek infrastruktur, Perry menegaskan, BI terlibat dalam Strategi Nasional Pendalaman Pasar Keuangan sebagai implementasi reformasi struktural pada pembiayaan infrastruktur dan terus mengembangkan instrumen hedging di pasar valuta asing untuk meningkatkan pembiayaan inovatif dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur.
Selain mempermudah para calon investor untuk mengerti mengenai sektor potensial untuk berinvestasi di Indonesia, penyusunan peta proyek strategis peluang investasi ini juga akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Semakin banyak investor yang berinvestasi di Indonesia, maka Indonesia dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, mengembangkan perekonomian daerah dan meningkatkan devisa negara.
Prospek positif investasi di Indonesia tentu merupakan kabar gembira bagi Indonesia, dengan datangnya para investor ke Indonesia, diharapkan perekonomian di Indonesia dapat semakin meningkat dan menyerap tenaga kerja.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

September 30, 2026

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang

September 30, 2026

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung Jakarta -…

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang   Oleh: Rizky Adinata Kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi perlu diperkuat sebelum hujan ekstrem datang, menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim hujan 2026/2027 memiliki pola yang perlu diwaspadai. Meski awal musim hujan diperkirakan berlangsung lebih lambat di sejumlah wilayah, jarak menuju puncak musim hujan relatif berdekatan sehingga potensi lonjakan curah hujan dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gangguan pelayanan publik. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana tidak seharusnya baru dilakukan ketika hujan deras mulai menimbulkan dampak, tetapi harus dipersiapkan sejak jauh hari melalui koordinasi pemerintah dan partisipasi masyarakat. BMKG memprakirakan sebanyak 185 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 24,66 persen luas daratan Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Selanjutnya, sebanyak 266 ZOM atau 17,3 persen wilayah daratan diperkirakan menyusul pada Desember 2026. Di sisi lain, sebanyak 529 ZOM atau 61,08 persen wilayah mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan rata-rata klimatologinya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah perlu memahami karakteristik cuaca di wilayah masing-masing agar kebijakan kesiapsiagaan dapat disusun secara tepat dan tidak bersifat seragam. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah jarak antara awal musim hujan dengan puncak musim yang diperkirakan cukup dekat. Puncak musim hujan diproyeksikan terjadi pada Desember 2026 di 155 ZOM, Januari 2027 di 162 ZOM, dan Februari 2027 di 190 ZOM. Menurut Ardhasena Sopaheluwakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena curah hujan tinggi dalam periode yang berdekatan dapat memicu bencana hidrometeorologi apabila kapasitas lingkungan dan infrastruktur tidak memadai. Meskipun durasi musim hujan pada sebagian wilayah diperkirakan lebih pendek, akumulasi curah hujan tidak berarti berada pada kondisi rendah. BMKG mencatat 510 ZOM atau sekitar 69,7 persen daratan berada dalam kategori curah hujan normal, sedangkan 147 ZOM atau 18,5 persen daratan diperkirakan berada di atas normal. Data tersebut memperlihatkan bahwa kesiapsiagaan tetap diperlukan karena besarnya curah hujan dan kondisi wilayah menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat risiko bencana. Karena itu, rekomendasi BMKG perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata lintas sektor. Di bidang pangan, pemerintah dapat menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas berumur pendek. Pada sektor air dan energi, kapasitas drainase, waduk, serta tampungan air perlu dioptimalkan. Sementara itu, sektor kesehatan perlu meningkatkan kewaspadaan…

Kesiapsiagaan Bencana, Upaya Pemerintah Melindungi Warga

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Kesiapsiagaan Bencana, Upaya Pemerintah Melindungi Warga Oleh: Hendra Gunawan Kesiapsiagaan bencana semakin penting ditempatkan sebagai…

Pemerintah Ingatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi saat Musim Hujan

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Pemerintah Ingatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi saat Musim Hujan Jakarta – Pemerintah mengingatkan masyarakat dan seluruh…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.