• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Inpres Penanganan Pulau Enggano Bukti Konkret Respon Cepat Pemerintah

Inpres Penanganan Pulau Enggano Bukti Konkret Respon Cepat Pemerintah

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 6 July 2025

Inpres Penanganan Pulau Enggano Bukti Konkret Respon Cepat Pemerintah

BENGKULU — Pemerintah kembali menunjukkan respon cepat dan konkret dalam menyelesaikan persoalan strategis, seperti melalui penerbitan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2025 untuk Pulau Enggano.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa lahirnya Inpres tersebut menjadi bukti yang nyata dari bagaimana gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang responsif dan kolaboratif.

“Kita menyelesaikan Pulau Enggano memang bersama-sama, ya ini boleh kita sebut gaya baru pemerintahan sekarang,” ucapnya.

“Kita coba responsif dan memang seharusnya, menurut kami memang seperti itu,” kata Prasetyo pada Rabu.

Prasetyo juga menjelaskan bahwa persoalan yang ada di tengah masyarakat sering terjadi secara dinamis, sehingga memang diperlukan adanya upaya yang responsif dan cepat dari pemerintah.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan DPR RI kini menjadi semakin mudah sehingga permasalahan besar sekalipun, seperti salah satunya yakni keterisolasian Pulau Enggano dapat segera diatasi secara bersama.

“Komunikasi dengan DPR RI berjalan sangat lancar, apalagi beberapa pimpinan dewan pernah bertugas langsung di wilayah Enggano, sehingga memahami urgensi penanganan,” jelas Prasetyo

Terlebih, Prasetyo menambahkan bahwa beberapa dari pimpinan DPR RI memang dulunya pernah bertugas di wilayah tersebut.

Sehingga hal itu menjadikan komunikasi lintas sektoral yang terjalin antara pemerintah dengan para anggota dewan semakin lancar.

“Saya dengan pimpinan-pimpinan DPR karena kebetulan juga dulu pernah di tugas di sana,” sambungnya.

“Komunikasi yang baik memungkinkan penyelesaian berbagai persoalan secara cepat dan terkoordinasi,” jelas Prasetyo.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pihaknya akan terus memantau bagaimana pelaksanaan Inpres tersebut untuk memastikan eksekusi bisa berjalan dengan cepat dan tepat.

“Kami masih memonitor Pelindo, yang kemudian saat ini sudah bergiat-giatnya untuk mengatasi pendangkalan pelabuhan,” kata Dasco.

Ia juga menyebut bahwa adanya kerja sama dengan pihak lain seperti Pelni dan ASDP membantu mengangkut masyarakat dari tengah laut.

“Di samping itu, tim yang dibentuk juga sedang membuat kajian tentang bagaimana beberapa hal lain yang perlu diperbaiki untuk ke depan, demi kemajuan masyarakat pulau terluar,” tambahnya.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan turut membentuk Tim Koordinasi Penanganan Keadaan Tertentu Pulau Enggano sebagai tindak lanjut Inpres tersebut.

“Semua kementerian yang tercantum dalam Inpres sudah kita libatkan dalam tim ini,” katanya.

“Kita ingin satu bahasa, satu langkah, satu tujuan: menyelamatkan dan membangun Enggano,” tegas Helmi. (*)

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.