• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»INA Berpotensi Jadi Katalis Investasi Besar

INA Berpotensi Jadi Katalis Investasi Besar

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 16 October 2022

INA Berpotensi Jadi Katalis Investasi Besar

Oleh : Zakaria

INA (Indonesia Investment Authority) merupakan lembaga pengelola investasi, bertugas tak hanya untuk mengelola uang hasil investasi, tetapi juga menjaring investasi-investasi baru. Pemerintah optimis INA akan menjadi katalis bagi investasi besar yang akan masuk ke Indonesia. Investasi kelas kakap wajib didapatkan agar pemerintah mendapatkan banyak devisa.

Sejak era Orde Baru, Indonesia dikenal sebagai negara tujuan investasi, karena memiliki sumber daya alam yang bisa diolah dan sumber daya manusia yang dapat dijadikan karyawan di pabrik hasil investasi.

Saat ini Indonesia masih jadi negara idaman investasi karena posisinya strategis dan pemerintah memberi jaminan keamanan investasi. Juga ada payung hukumnya yakni Undang-Undang Cipta Kerja.

Untuk mengelola investasi dan mengatur segala hal yang berkaitan dengannya, maka pemerintah mendirikan INA sebagai lembaga pengelola investasi. Tugasnya antara lain untuk merencanakan, menyelenggarakan, dan mengawasi investasi.

Juga untuk mengendalikan dan mengevaluasi investasi di Indonesia. INA dipastikan bebas dari kepentingan lain di luar investasi dan tidak bisa dicampuri pihak lain.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa optimis INA menjadi katalis bagi berbagai investasi besar. Sejak awal pembentukan hingga sekarang, realisasi investasi yang diapatkan oleh INA sebesar 25 miliar dollar. Dalam artian, jumlah realisasi investasi yang didapat besar sekali dan terbukti INA menjadi daya tarik untuk mendapatkan investor-investor kelas kakap.

Investor yang masuk ke Indonesia bergerak dalam bidang transportasi, konstruksi, telekomunikasi, perkebunan, listrik, industri kimia, dll.

Banyaknya investor yang masuk dan berbisnis di berbagai bidang, menunjukkan bahwa kinerja INA sangat bagus. Mereka mampu mencari para investor besar yang tak hanya berbisnis dan membuat pabrik manufaktur, tetapi juga berbagai bidang lain.

Sementara itu, negara-negara yang jadi investor di Indonesia antara lain adalah Singapura. Realisasi investasinya sangat besar, mencapai 3,1 miliar dollar. Kemudian di urutan kedua ada RRC dengan realisasi investasi sebesar 2,3 miliar dollar, dan berikutnya ada Hongkong, Jepang, dan Amerika Serikat, yang realisasi investasinya juga miliaran dollar.
Saat realisasi investasi ditunjukkan maka menjadi bukti bahwa keberadaan INA sangat bagus untuk menarik investor, terutama yang besar. Mereka mau menggelontorkan uang yang sangat banyak dan menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal kondisi masih pandemi tetapi mereka mau berinvestasi dan percaya 100% ke Indonesia.
Kepercayaan yang diberikan oleh para investor asing kelas kakap terjadi karena ada garansi langsung dari Presiden Jokowi mengenai keamanan menanamkan modal di Indonesia. Selain itu ada payung hukum berupa UU Cipta Kerja yang memiliki klaster investasi, sehingga perizinan investasi lebih mudah dan cepat (melalui online single submission).
Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Rionald Saliban, menyatakan bahwa Indonesia harus memiliki nilai investasi minimal 4,5% dari PDB (produk domestik bruto). Tujuannya agar menjadi negara berpenghasilan tinggi.
Dalam artian, investor yang didapat harus yang besar karena nilai investasinya juga fantastis. Oleh karena itu pemerintah terus merancang berbagai strategi untuk mendapatkannya. INA sebagai badan yang diberi tugas untuk mengurus seluk-beluk investasi akan berusaha keras dalam mendapatkan investasi kelas kakap dan menguntungkan negara.
Salah satu investor yang jadi incaran pemerintah adalah pemilik Tesla, Elon Musk. Setelah mengutus Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan dan beraudensi dengannya, Presiden Jokowi bertemu langsung dengan Elon. Pertemuan terjadi di kantor Elon Musk, SpaceX di Amerika.
Rencananya Elon mencari tempat yang pas untuk membuat pabrik baterai mobil listrik yang akan mendukung pabrik mobil Tesla. Indonesia dipilih karena memiliki sumber daya alam berupa nikel di daerah timur, dan menjadi daya tarik tersendiri. Diharap investasi dari Tesla benar-benar terwujud dan realisasi investasinya pasti sangat besar, karena Elon termasuk dalam jajaran manusia terkaya di dunia.
Kemudian, dalam acara KTT G20, juga dijadikan ajang promosi Indonesia. Tak hanya untuk bidang pariwisata, tetapi juga bidang lain seperti investasi. Saat para pemimpin dunia datang ke Bali, mereka akan melihat bahwa Indonesia sangat aman untuk dijadikan tempat investasi. Perekonomian juga tumbuh dan sembuh perlahan dari efek pandemi covid-19.
Sektor investasi terus dipromosikan dalam acara tersebut dan para delegasi makin yakin karena melihat pariwisata Bali mulai pulih dan ramai kunjungan para turis asing. Berinvestasi di Bali atau tempat-tempat lain di Indonesia adalah pilihan yang bagus dan meyakinkan. Mereka senang karena bisa melihat sendiri bahwa Indonesia menjadi negara yang cocok untuk menanamkan modal.
INA atau lembaga pengelola investasi menjadi katalis bagi investasi besar di Indonesia. tugasnya antara lain mengelola dan terus mendapatkan investor, terutama yang kelas kakap. Para penanam modal asing juga percaya ke Indonesia dan memberikan guyuran modal sampai miliaran dolar. Kepercayaan dari mereka menunjukkan bahwa usaha pemerintah untuk meningkatkan investasi, sudah berhasil.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar

September 8, 2026

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau

September 8, 2026

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar  Oleh : Radjiman Arif Aktivitas vulkanik kembali mengingatkan Indonesia bahwa hidup di kawasan cincin api menuntut kesiapsiagaan yang tinggi. Namun, kesiapsiagaan tidak sama dengan kepanikan. Ketika erupsi terjadi, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan agar setiap langkah perlindungan diri dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan ketakutan yang dipicu oleh kabar yang belum terverifikasi. Situasi terkini terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan pentingnya prinsip tersebut. Erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak berupa sebaran abu vulkanik dan gangguan terhadap sejumlah aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan. Pemerintah bersama lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta langkah mitigasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Dalam kondisi seperti ini, arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri. Video lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian terbaru, sementara spekulasi mengenai potensi bencana lanjutan dapat menyebar lebih cepat dibandingkan informasi resmi. Padahal, informasi yang keliru dapat memicu kepanikan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan mendorong munculnya tindakan yang justru membahayakan keselamatan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menekankan bahwa masyarakat perlu tetap tenang dan mengikuti perkembangan berdasarkan data resmi. Kekhawatiran terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau memang menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung. Namun, setiap penilaian risiko harus didasarkan pada hasil pemantauan dan analisis lembaga yang memiliki kewenangan. Berton menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau aktivitas gunung api melalui koordinasi BNPB, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait. Berdasarkan evaluasi kondisi terkini, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai isu ancaman tsunami. Pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan jalur evakuasi, sarana komunikasi, titik kumpul, serta langkah perlindungan masyarakat dapat digunakan apabila terjadi perubahan kondisi. …

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau Jakarta – Pemerintah bergerak memperkuat kesiapsiagaan menyusul erupsi Gunung…

Negara Hadir, BNPB hingga BMKG Perkuat Mitigasi Erupsi Anak Krakatau

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Negara Hadir, BNPB hingga BMKG Perkuat Mitigasi Erupsi Anak Krakatau Jakarta – Pemerintah memperkuat langkah…

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.