• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Harun al-Rasyid, Figur Yang Menjunjung Sunnah dan Ulama

Harun al-Rasyid, Figur Yang Menjunjung Sunnah dan Ulama

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 17 September 2019

 

Percaya atau tidak, pemutar balikan fakta hampir terjadi di setiap babak sejarah Islam. Adapun kejadian palsu yang kemudian dinilai menjadi Kejadian yang buruk. Masyarakat biasa pun terkadang buta bagian manaa dari sejarah Islam ini yang patut menjadi teladan. Alhasil, generasi muda Islam tumbuh dengan kebanggaan dengan tokoh penjajah yang jauh dari nilai-nilai Islam.

Dari banyak tokoh yang menjadi sasaran penghancuran karakter ialah Khalifah Abbasiyah Harun al-Rasyid rahimahullah. Para pihak tak bertanggung jawab yang mencoba merusak sejarah Islam mencoba menggambarkan sosok Harun al-Rasyid dengan tampilan seorang pemabuk dan foya-foya.

[irp]

Lalu, Seorang diktator yang dikelilingi selir dan para penari. Mengapa image ini harus itampilkan? Padahall beliau khalifah terbaik Abbasiyah. Sang pengibar bendera jihad dan sangat besar perhatian terhadap ilmu dan ulama.

Perlu kita ketahui, Harun al-Rasyid diangkat menjadi khalifah pada 16 Rabiul Awal 170 H. Bertepatan dengan 14 September 786 M. Kala itu ia menggantikan ayahnya yang wafat, Khalifah al-Mahdi. Saat diangkat menjadi pimpinan tersebut, Harun al-Rasyid baru menginjak usia 25 tahun.
Harun al-Rasyid merupakan seorang raja yang terkenal memuliakan ulama. Dirinya amat mengagungkan agamanya. Ia pun tidak menyukai perdebatan dan banyak bicara.

Harun sangat mencintai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam beberapa risalahnya, Al-Qadhi Iyadh, memiliki kesan yang amat mendalam pada sosok Harun al-Rasyid. Beliau mengungkapkan, “Tidak kuketahui seorang raja pun yang bersafar menempuh perjalanan belajar kecuali al-Rasyid. Ia berjalan bersama dua orang anaknya al-Amin dan al-Makmun, untuk mendengar kajian al-Muwaththa yang disampaikan oleh Imam malik rahimahullah.”

Hingga akhir hayat sang khalifah, Abdullah bin al-Mubarak turut bersedih. Kala itu dirinya duduk penuh duka. Sampai orang-orang pun mencoba menghiburnya. Abdullah bin al-Mubarak adalah seorang ulama tabi’ tabi’in. Seorang yang shaleh dan wara’. Orang seperti beliau bersedih dan menangis ketika Harun al-Rasyid hendak wafat.

Abu Muawiyah ad-Dharir mengatakan, “Tidaklah aku menyebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan al-Rasyid kecuali beliau mengucapkan, ‘Shalawat untuk junjunganku’. Kemudian aku riwayatkan sebuah hadits kepadanya. (Rasulullah bersabda) ‘Sungguh aku ingin berperang di jalan Allah, kemudian terbunuh. Kemudian hidup kembali. Kemudian terbunuh lagi’. Kemudian, mendengar hadis itu Harun al-Rasyid menangis tersedu-sedu.”

Hadis itu pun akhirnya menggambarkan tentang pahala jihad dan bagaimana keberanian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga wafat di medan perang bukanlah kematian yang ringan. Wafat di medan perang ialah kematian yang memakan waktu, berhadapan dengan sesuatu yang menakutkan, melihat darah terkucur, dan rasa sakit yang tidak sesaat. Tapi beliau berani melakukannya.

Dan berharap pahala besar dari amalan jihad.
Mendengar hadits itu, dan semangatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memperjuangkan Islam dan mendapatkan pahalanya, Harun al-Rasyid pun ikut menangis tersedu-sedu.

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.