• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Hari Pancasila Momentum Tepat Melawan Radikalisme

Hari Pancasila Momentum Tepat Melawan Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 1 June 2022

Hari Pancasila Momentum Tepat Melawan Radikalisme

Oleh : Muhammad Yasin

Pemerintah telah menetapkan 1 Juni sebagai hari kelahiran Pancasila. Peringatan kelahiran Pancasila ini tentu saja diharapkan menjadi momentum untuk mengikis gerakan radikal dan intoleran.

Pancasila merupakan dasar negara yang tidak boleh dilupakan, para pendiri bangsa terdahulu telah mempersatukan Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama dan bahasa serta kebudayaan menjadi satu bangsa, namun hal ini mulai terkikis oleh paham seperti radikalisme.

Radikalisme rupanya menjadi masalah yang cukup pelik, keberadaan paham tersebut telah merasuk pada lingkungan pendidikan, tidak terkecuali perguruan tinggi negeri di Indonesia. Gerakannya sangat halus dan senyap, hingga kemudian muncul kader-kader radikal dari kalangan akademisi.

Pemerintah tentu saja memiliki tugas untuk terus menggelorakan semangat Pancasila yang mengusung Bhineka Tunggal Ika, karena Indonesia adalah negara majemuk yang tidak dihuni oleh satu Agama dan satu Suku saja. Jangan sampai pembiaran terhadap paham radikal justru menjadi bom waktu bagi kerusakan yang ada di bumi Indonesia. Karena sejatinya Pancasila membawa semangat perdamaian bagi seluruh masyarakat yang ada di Indonesia.
Pada 29 Mei 2022 lalu, Polda Metro Jaya telah mengusut konvoi pesepeda motor yang didapati membawa poster bertuliskan ‘SAMBUT KEBANGKITAN KHILAFAH ISLAMIYAH’ di Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Endra Zulpan menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak bisa dibenarkan. Oleh karena itu, Polda Metro Jaya akan mendalami kasus tersebut. Konvoi dengan membawa poster bertuliskan kebangkitan khilafah tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur menduga, bahwa konvoi tersebut menuju ke sebuah acara partai di Jakarta Pusat.
Konvoi serupa ternyata pernah terjadi di Brebes, Jawa Tengah. Kabid Humas Polda Jawa Tengah Iqbal Alqudusy membenarkan informasi mengenai konvoi tersebut di Brebes. Polisi juga sudah memegang video rekaman kegiatan tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah berupaya mencari pihak yang konvoi untuk dimintai keterangan terkait maksud dan tujuan aksi tersebut.
Bagaimanapun juga, seruan-seruan seperti tegaknya khilafah di Tanah Air tidaklah sesuai dengan ketentuan undang-undang. Kita juga harus memahami bahwa khilafah bukanlah produk syariah. Almarhum Buya Syafii Maarif dalam bukunya yang berjudul Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan menuliskan, tidak ada satu dalil agama yang sahih yang dapat dipakai untuk pembenarannya. Teori sosial dan teori politik pasti mengalami perkembangan dan perubahan sepanjang sejarah. Hanyalah mereka yang tidak percaya kepada prinsip perubahan yang akan tetap bersikukuh kepada sesuatu yang sudah lapuk dimakan zaman.
Hal ini menunjukkan bahwa khilafah tidak sangat tidak relevan untuk diterapkan Indonesia dengan segala keragaman budaya yang ada. Khilafah hanya akan menjadikan peradaban Islam menjadi jalan di tempat, atau bahkan umat disuruh untuk meratapi masa lampau yang digambarkan serba manis, tetapi gagal membangun masa kini dan masa depan.
Pancasila yang ada saat ini sudah final menjadi ideologi yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Karena Pancasila mampu merangkul seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang latar belakang budaya, suku dan agama.
Sistem khilafah tidak sesuai dengan masa sekarang, Jika para pengusuh khilafah merujuk sistem khilafah pada era Umayyah, Abbasiyah, hingga Utsmaniyah, sistem khilafah yang bersifat otoritarianisme seperti itu tidak akan cocok untuk diterapkan pada era saat ini.
Yang terpenting saat ini bagi masyarakat adalah mendalami Pancasila sebagai ideologi yang kaffah untuk Indonesia. Pancasila tidak hanya sekadar 5 sila yang dibacakan saat upacara, tetapi juga butir-butirnya yang harus diamalkan demi kokohnya NKRI agar tidak mudah goyah ketika diterpa paham atau ideologi yang tidak sesuai dengan semangat Pancasila .
Paham radikal saat ini patut diwaspadai, gerakan radikal bahkan telah dirintis di ranah pendidikan. Pancasila sebagai dasar negara harus benar-benar diamalkan, demi terwujudnya bangsa yang kuat dan bangsa yang mampu merangkul seluruh masyarakat yang hidup serta tinggal di Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

August 16, 2026

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

August 16, 2026

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala  Oleh : Rivka Mayangsari Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang kembali memperlihatkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat. Antusiasme publik untuk mengikuti berbagai rangkaian perayaan kemerdekaan, khususnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang ingin menyaksikan langsung upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Tercatat lebih dari 336 ribu masyarakat telah mendaftarkan diri melalui laman Pandang Istana. Angka tersebut menjadi gambaran kuat mengenai besarnya perhatian masyarakat terhadap momentum bersejarah yang setiap tahun menjadi simbol kebersamaan seluruh rakyat Indonesia. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas tingginya minat untuk hadir langsung dalam momen peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Tingginya partisipasi publik dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dengan momentum kenegaraan. Antusiasme tersebut tidak sekadar menunjukkan keinginan masyarakat untuk hadir dalam sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan adanya keterikatan emosional masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa. Upacara kemerdekaan menjadi ruang bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran masyarakat dalam perayaan kemerdekaan juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai nasionalisme masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks, momentum HUT RI tetap mampu menyatukan masyarakat dalam semangat yang sama, yaitu rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. …

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan…

Antusiasme Publik Rayakan HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan Bangsa

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Publik Rayakan HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan Bangsa Jakarta – Semarak peringatan Hari…

Perayaan HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Perayaan HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Republik…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.